Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Jaksa Jepang Minta Maaf di Kuburan Pengusaha yang Salah Dakwa

badge-check


					by Jijipress Perbesar

by Jijipress

Otoritas hukum Jepang melakukan langkah tak biasa dengan membungkuk dan memberikan bunga di kuburan seorang pengusaha, Shizuo Aishima, sebagai bentuk permintaan maaf. Tindakan ini dilakukan setelah almarhum diketahui salah didakwa dalam kasus dugaan ekspor ilegal mesin industri.

Aishima, bersama tiga pejabat lain, ditangkap pada Maret 2020 terkait ekspor pengering semprot Ohkawara Kakohki—mesin yang dapat mengubah cairan menjadi bubuk dan disebut berpotensi digunakan untuk tujuan militer. Namun, sebelum kasusnya diputuskan, Aishima meninggal dunia akibat kanker lambung pada Februari 2021, lima bulan sebelum dakwaan resmi dibatalkan.

Keluarga hadir di makam Aishima di Yokohama, Senin (25/8/2025), untuk menerima permintaan maaf tersebut. Namun, istrinya menegaskan tidak bisa memaafkan pihak yang berada di balik tuduhan keliru itu.

Perusahaan Aishima menggugat ganti rugi, dan pada September 2021, Pengadilan Tokyo memutuskan dakwaan tersebut ilegal. Negara diperintahkan membayar kompensasi sebesar 166 juta yen (sekitar Rp17 miliar). Jaksa penuntut kemudian menarik dakwaan pada Juli 2021 karena adanya “keraguan” atas kesalahan terdakwa.

Jaksa Hiroshi Ichikawa menyampaikan penyesalan mendalam:

“Kami dengan tulus meminta maaf atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius akibat penahanan dan penuntutan yang keliru, serta karena telah merampas kesempatan Aishima untuk perawatan medis dengan menolak permintaan jaminannya,” ujarnya, dikutip BBC.

Selama proses hukum, Aishima sempat mengajukan delapan kali permintaan jaminan, namun semuanya ditolak. Keputusan kompensasi dari pengadilan pada 11 Juni lalu sudah final karena pihak kepolisian maupun kejaksaan tidak mengajukan banding.

Meski demikian, keluarga menyatakan kekecewaan. Mereka menilai investigasi tidak mampu mengungkap penyebab sebenarnya dari kesalahan dakwaan, sementara hukuman yang dijatuhkan kepada pihak terkait dianggap terlalu ringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News