Menu ✖

Dark Mode
Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November Anime Naruto Akan Crossover dengan Ninku, Manga Ninja yang Menginspirasi Masashi Kishimoto Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

News

Jepang Akan Buat Panduan Rasio Toilet Pria dan Wanita untuk Kurangi Antrean Panjang di Toilet Perempuan

badge-check


					Women's public toilet Perbesar

Women's public toilet

Polisi Metropolitan Tokyo menangkap Munemasa Takahashi (40), kepala sindikat penipuan besar yang diyakini terlibat dalam ratusan kasus penipuan di Jepang, bersama enam orang lainnya.

Ketujuh tersangka diduga menipu seorang wanita berusia 80-an di kota Niiza, Prefektur Saitama, dengan mengambil empat kartu bank dan mencuri uang tunai senilai sekitar ¥4 juta (sekitar Rp420 juta) pada November 2024.

Korban ditipu lewat telepon dari seseorang yang berpura-pura sebagai pejabat Asosiasi Bankir Jepang, yang mengklaim bahwa uangnya sedang dipindahkan ke rekening lain untuk alasan keamanan.

Menurut Divisi Kejahatan Internasional Kepolisian Metropolitan, kelompok ini diyakini telah melakukan sedikitnya 500 kasus penipuan di Tokyo dan tiga prefektur lainnya sejak Februari 2023 hingga Oktober 2025, dengan total kerugian mencapai lebih dari ¥2,2 miliar (sekitar Rp260 miliar).

Selain Takahashi, dua tersangka lainnya yang disebut berperan penting adalah Hajime Omika (41) dan Taichi Kishinami (46), yang diduga memberikan instruksi dan mengelola uang hasil penipuan. Polisi belum mengungkapkan apakah mereka mengakui tuduhan tersebut.

Dalam penyelidikan, pihak berwenang menemukan bahwa sindikat ini merekrut anggota melalui media sosial dan berkomunikasi menggunakan aplikasi pesan terenkripsi untuk menghindari deteksi.

Para anggota yang bertugas mengambil uang korban bekerja dari pukul 9 pagi hingga 7 malam pada hari kerja, dan menerima komisi sebesar 3% hingga 10% dari jumlah uang yang berhasil mereka ambil.

Uang hasil kejahatan tersebut kemudian diserahkan kepada Takahashi setiap akhir pekan, setelah disembunyikan terlebih dahulu di loker stasiun, kotak pengiriman di apartemen, atau semak di pinggir jalan.

Hingga kini, sedikitnya 29 orang telah ditangkap dalam jaringan ini, termasuk mereka yang bertugas mengumpulkan uang tunai. Polisi menduga uang hasil kejahatan tersebut dialirkan ke kelompok kejahatan terorganisir.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Trailer Final Godzilla Minus Zero Dirilis, Tayang di Jepang pada 3 November

12 October 2026 - 17:10 WIB

Kawasaki Heavy Industries Targetkan Penjualan Bisnis Pertahanan Tembus 1 Triliun Yen pada 2030-an

12 October 2026 - 12:10 WIB

Unik! Bus Wisata Sushi di Tokyo Sajikan Sushi Berjalan dengan Conveyor Belt

12 October 2026 - 10:10 WIB

Kebugaran Fisik Perempuan Jepang Usia 30–40 Tahun Terus Menurun dalam 25 Tahun Terakhir

12 October 2026 - 07:39 WIB

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Trending on News