Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

Jepang Akan Operasikan Bus Malam Sleeper Pertama Mulai November

badge-check


					Jepang Akan Operasikan Bus Malam Sleeper Pertama Mulai November Perbesar

Sebuah perusahaan Jepang akan mulai mengoperasikan bus malam pertama di negara tersebut dengan kursi yang bisa direbahkan rata seperti tempat tidur pada bulan November, setelah uji coba layanan ini terbukti populer.

Kochi Ekimae Kanko, operator bus yang berbasis di Jepang barat, berkali-kali menerima masukan dari penumpang bahwa perjalanan bus malam terasa melelahkan secara fisik. Karena itu, perusahaan menyimpulkan bahwa ada cukup banyak permintaan untuk bus dengan kursi rebah penuh.

Perusahaan tersebut menguji kursi tersebut, yang bisa diubah menjadi dua tingkat tempat tidur, pada rute 13 jam antara Prefektur Kochi dan Tokyo. Dalam uji coba pada Agustus lalu, harga kursi tempat tidur atas adalah 12.000 yen sekali jalan, sementara kursi tempat tidur bawah seharga 10.000 yen. Tarif resmi untuk layanan reguler ini masih belum diumumkan.

Setiap kursi tempat tidur memiliki panjang 180 cm dan lebar 48 cm, serta dilengkapi tirai privasi dan pagar pengaman.

Bus dengan tempat tidur datar sebenarnya sudah beroperasi di beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat dan Vietnam, menurut Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang.

Beberapa perusahaan bus Jepang sebelumnya mempertimbangkan untuk memperkenalkan layanan serupa dengan memasang kabin tidur, namun tidak bisa memenuhi standar keselamatan.

Kochi Ekimae Kanko berhasil memenuhi persyaratan keselamatan lalu lintas jalan dengan mengembangkan kursi konvertibel alih-alih menggunakan kabin tidur. Perusahaan bus ini membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk mengembangkan kursi konvertibel tersebut bersama sebuah perusahaan lokal.

Tetsuya Kimura, profesor teknik keselamatan di Universitas Teknologi Nagaoka, mengatakan bahwa kementerian transportasi sudah memiliki persyaratan keselamatan jalan yang diperlukan untuk bus jarak jauh. Namun, kementerian sebaiknya tetap memantau layanan baru yang menawarkan kenyamanan penumpang, seperti yang dilakukan Kochi Ekimae Kanko, untuk “memastikan keselamatan bagi orang dari segala usia dan kondisi fisik.”

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News