Menu

Dark Mode
Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi Manga Leviathan Bakal Diadaptasi Jadi Film Live-Action, Tayang 2027

News

Jepang Akan Terbitkan Obligasi Tambahan 11 Triliun Yen Meski Pendapatan Pajak Rekor

badge-check


					Jepang Akan Terbitkan Obligasi Tambahan 11 Triliun Yen Meski Pendapatan Pajak Rekor Perbesar

Pemerintah Jepang akan menerbitkan obligasi tambahan sekitar 11 triliun yen (≈ US$70 miliar) untuk membantu membiayai paket ekonomi meskipun pendapatan pajak tahun fiskal ini diproyeksi meningkat ke rekor tertinggi — kata sumber dekat masalah ini pada Rabu.

Pendapatan pajak Jepang untuk tahun hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai 80,7 triliun yen, rekor baru untuk tahun keenam secara berturut-turut.

Dengan adanya prospek pendapatan pajak yang membaik, Perdana Menteri Sanae Takaichi — pendukung kebijakan fiskal ekspansif menyatakan pemerintah akan memanfaatkan dana tersebut untuk menutup sebagian paket ekonomi.

Namun, pemerintah tetap berencana menerbitkan obligasi tambahan untuk menutup kekurangan dana dalam paket kebijakan yang bertujuan menanggulangi kenaikan biaya hidup dan mendorong investasi di sektor industri kunci.

Jumlah obligasi baru ini lebih besar dibanding tambahan 6,7 triliun yen yang direncanakan pemerintahan sebelumnya di bawah Shigeru Ishiba untuk anggaran tambahan 13,9 triliun yen tahun fiskal lalu.

Pemerintah Takaichi diperkirakan akan memfinalisasi anggaran tambahan 17,7 triliun yen untuk tahun fiskal berjalan pada Jumat, untuk membiayai paket ekonomi senilai 21,3 triliun yen.

Proyeksi pendapatan pajak tersebut lebih tinggi 2,9 triliun yen dibanding estimasi awal 77,82 triliun yen dalam anggaran awal — kenaikan ini disebabkan oleh naiknya upah dan inflasi, yang meningkatkan penerimaan dari pajak penghasilan dan konsumsi.

Kenaikan pula dipengaruhi keputusan pemerintah menghentikan pungutan tambahan pajak bensin pada Desember, langkah yang ditujukan untuk meringankan beban rumah tangga, meskipun akan memangkas sebagian pendapatan negara.

Rencana pengeluaran besar ini telah memicu pelemahan yen dan aksi jual obligasi pemerintah Jepang dalam beberapa hari terakhir. Para investor khawatir kesehatan fiskal negara yang sudah dikhawatirkan sebagai yang terburuk di antara negara maju  bisa memburuk, sebab utang Jepang kini sudah lebih dari dua kali lipat PDB.

Sebagai upaya meredakan kekhawatiran tersebut, Takaichi, yang baru menjabat bulan lalu, menegaskan pentingnya “pengeluaran yang bijak” di bawah slogan kebijakan keuangan publiknya: “bertanggung jawab dan proaktif.”

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Kereta Ekspres Tabrak Pekerja di Jalur Rel Tochigi, 4 Orang Dilaporkan Tewas

21 August 2026 - 12:10 WIB

Trending on News