Menu

Dark Mode
Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay Pernyataan Presiden AS Donald Trump Salah Sebut Iran Jadi “Republik Islam Jepang”, Tuai Reaksi di Jepang Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

News

Jepang Anggarkan 8,1 Miliar Yen untuk Bantuan Pertahanan di Tahun Fiskal 2025

badge-check


					Jepang Anggarkan 8,1 Miliar Yen untuk Bantuan Pertahanan di Tahun Fiskal 2025 Perbesar

Pemerintah Jepang telah mengalokasikan 8,1 miliar yen (sekitar Rp 567 miliar) untuk menyediakan peralatan pertahanan kepada negara-negara bersahabat di tahun fiskal 2025, naik lebih dari 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski penerima bantuan tahun depan belum sepenuhnya ditentukan, Kementerian Luar Negeri Jepang mengonfirmasi bahwa Filipina, Malaysia, dan Papua Nugini akan termasuk dalam program “bantuan keamanan resmi” ini. Jepang juga mempertimbangkan untuk memberikan bantuan kepada beberapa negara kepulauan Pasifik.

Pengeluaran ini merupakan bagian dari rancangan anggaran awal sebesar 115,5 triliun yen untuk tahun fiskal 2025, yang telah disetujui oleh Kabinet Perdana Menteri Shigeru Ishiba bulan lalu.

Pada tahun fiskal saat ini, yang akan berakhir pada Maret, Jepang telah mengalokasikan 5 miliar yen untuk bantuan serupa kepada Filipina, Indonesia, Mongolia, dan Djibouti.

Program bantuan pertahanan ini pertama kali diluncurkan pada 2023 dengan tujuan “menjamin perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik” serta “menciptakan lingkungan keamanan yang menguntungkan bagi Jepang.” Hal ini didorong oleh kekhawatiran terhadap ketegasan maritim China di Laut Cina Selatan dan Timur.

Bantuan ini mendukung negara-negara berkembang dalam meningkatkan kemampuan pertahanan mereka di bidang seperti pengawasan maritim dan udara, respons bencana, bantuan kemanusiaan, serta operasi penjaga perdamaian PBB.

Namun, bantuan militer ini tidak termasuk dalam kerangka bantuan pembangunan resmi Jepang (ODA), yang hanya terbatas pada tujuan nonmiliter.

Sebagai tambahan, untuk bantuan pembangunan, Jepang mengalokasikan 566,4 miliar yen (sekitar Rp 39,6 triliun) untuk tahun fiskal mendatang, naik 0,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing

11 July 2026 - 14:10 WIB

Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan

11 July 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan

11 July 2026 - 11:10 WIB

Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay

11 July 2026 - 07:00 WIB

Bandara di Noto Jepang Resmi Berganti Nama Sementara Bertema Pokémon untuk Dongkrak Pariwisata

9 July 2026 - 15:10 WIB

Trending on News