Menu ✖

Dark Mode
Patung Rathalos dan Lagiacrus Monster Hunter Berukuran Asli Bakal Hadir di Mal Jepang Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi Manga Shiba Inu Rooms Diadaptasi Jadi Anime, Tayang Musim Panas 2027 Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan Game Attack on Titan 3 Rilis Desember 2026, Hadirkan Cerita Anime dari Awal hingga Akhir Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

News

Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah

badge-check


					Jepang Akan Lepas Cadangan Minyak untuk Cegah Harga BBM Melonjak Akibat Konflik Timur Tengah Perbesar

Pemerintah Jepang berencana mulai melepas cadangan minyak nasional paling cepat pada Senin pekan depan untuk mengantisipasi lonjakan harga bensin dan produk minyak lainnya di tengah konflik di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri Sanae Takaichi kepada wartawan pada Rabu.

Takaichi mengatakan Jepang akan lebih dulu melepas cadangan minyak sektor swasta setara 15 hari konsumsi, kemudian dilanjutkan dengan cadangan minyak milik pemerintah setara satu bulan konsumsi. Langkah ini akan dilakukan tanpa menunggu keputusan bersama dari International Energy Agency (IEA).

Ini akan menjadi pertama kalinya sejak sistem penimbunan minyak dimulai pada 1978 Jepang melepas cadangan minyak pemerintah secara mandiri, bukan melalui koordinasi internasional.

Menurut Takaichi, ketergantungan Jepang terhadap minyak dari Timur Tengah sangat tinggi dibanding negara lain. Ia memperkirakan impor minyak dapat menurun tajam mulai akhir bulan ini atau setelahnya, sehingga diperlukan langkah cepat untuk mencegah gangguan pasokan bensin dan produk minyak lainnya.

Ia juga menyinggung kemungkinan harga bensin rata-rata di Jepang melampaui 200 yen per liter. Pemerintah menargetkan untuk menjaga harga sekitar 170 yen per liter dengan memanfaatkan dana pemerintah.

Data dari kementerian industri menunjukkan bahwa harga bensin sempat turun hingga 154,70 yen per liter pada pertengahan Januari, namun kemudian naik menjadi 161,80 yen per liter pada Senin.

“Kami akan secara fleksibel meninjau langkah-langkah dukungan agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan meskipun situasi di Timur Tengah berlangsung lama,” kata Takaichi.

Jepang saat ini mengimpor lebih dari 90 persen minyaknya dari Timur Tengah, sehingga sangat rentan terhadap gangguan di Selat Hormuz, jalur penting pengiriman minyak dari kawasan Teluk Persia. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada akhir bulan lalu.

Hingga akhir Desember, Jepang memiliki sekitar 470 juta barel cadangan minyak, setara dengan 254 hari konsumsi domestik. Dari jumlah tersebut, 146 hari merupakan cadangan milik pemerintah, 101 hari milik sektor swasta, sementara sisanya disimpan bersama negara-negara produsen minyak.

Sebelumnya, negara-negara anggota IEA juga pernah secara bersama-sama melepas cadangan minyak pada 2022 setelah Rusia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina. Saat itu, Jepang menyumbang sekitar 12,5 persen atau 22,5 juta barel dari total sekitar 180 juta barel yang dilepas secara kolektif.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Jepang, Tak Membayar Biaya Kencan Bisa Disebut Kekerasan Ekonomi

3 November 2026 - 13:10 WIB

Jepang Resmi Bentuk Badan Baru untuk Tangani Bencana dan Kurangi Risiko Kerusakan

3 November 2026 - 10:10 WIB

Istana Kekaisaran Jepang Buka Pusat Wisata Baru, Ada Kafe Pertama dan Dek Observasi di Atap

2 November 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Jepang Berencana Satukan 3 Terminal Jadi Satu Mulai 2030-an

2 November 2026 - 13:10 WIB

1 WNI Dilaporkan Tewas Terseret Ombak Saat Memancing di Pantai Ibaraki, Jepang

2 November 2026 - 11:10 WIB

Trending on News