Menu ✖

Dark Mode
Jepang Uji Coba Robot Tempat Sampah Keliling di Stasiun Shinjuku Populasi Hokkaido Turun di Bawah 5 Juta Jiwa, Penurunan Terbesar di Jepang Kunjungan Wisatawan Asing ke Jepang Turun 5 Persen, Turis China Terus Berkurang Kebakaran Power Bank Picu Sedikitnya 36 Gangguan Perjalanan Kereta di Jepang dalam 10 Tahun Data CAPCOM ID Bocor, Informasi 11,7 Juta Pengguna di Seluruh Dunia Terdampak Tertarik Gabung? Akademi Ninja di Ibaraki Jepang Buka Pelatihan untuk Pemula

News

Jepang Berencana Tambahkan Sektor Penerbangan dalam Program Pekerja Asing Mulai 2027

badge-check


					Neil Reasol Bantoto was in the first class of mechanics trained in the Philippines by Onodera User Run in partnership with Japan Airlines and All Nippon Airways. (Photo by Koji Nozawa)

Perbesar

Neil Reasol Bantoto was in the first class of mechanics trained in the Philippines by Onodera User Run in partnership with Japan Airlines and All Nippon Airways. (Photo by Koji Nozawa)

Pemerintah Jepang pada Rabu mengusulkan penambahan sektor penerbangan ke dalam program pelatihan dan ketenagakerjaan bagi pekerja asing yang dijadwalkan mulai April 2027. Langkah ini dilakukan ketika Jepang berupaya memenuhi kebutuhan tenaga kerja di berbagai industri yang mengalami kekurangan pekerja.

Usulan tersebut disampaikan kepada panel ahli. Jika disetujui, jumlah sektor yang tercakup dalam program akan menjadi 18 sektor, termasuk bidang kaigo, pertanian, dan akomodasi. Pemerintah Jepang berharap dapat menyetujui kerangka program tersebut dalam rapat kabinet pada Desember.

Program Employment for Skill Development akan menggantikan program pemagangan teknis bagi warga asing yang selama ini menuai kontroversi. Dalam program baru ini, pekerja asing pada prinsipnya didorong untuk beralih ke status Specified Skilled Worker (SSW) setelah bekerja selama tiga tahun, sehingga mereka dapat bekerja di Jepang untuk jangka waktu lebih lama.

Menurut Immigration Services Agency, dari 4.900 kuota SSW kategori 1 yang tersedia untuk sektor penerbangan, sebanyak 300 posisi akan dialokasikan untuk peserta program baru tersebut. Pekerjaan yang dapat dilakukan antara lain layanan ground handling di bandara, termasuk memuat kargo.

Panel ahli juga membahas sektor layanan makanan, yang sejak April secara efektif menghentikan penerimaan baru melalui program SSW kategori 1 karena jumlah pekerja asingnya mendekati batas 50.000 orang. Penghentian tersebut membuat sejumlah bisnis harus meninjau kembali rencana perekrutan pekerja asing dan menimbulkan kekhawatiran mengenai kekurangan tenaga kerja.

Pemerintah mengatakan tidak melihat “perubahan besar dalam kondisi ekonomi” yang dapat menjadi alasan untuk menaikkan batas tersebut. Karena itu, kuota SSW kategori 1 untuk sektor layanan makanan akan tetap 50.000 pekerja hingga akhir tahun fiskal 2028. Pembatasan diberlakukan setelah jumlah pekerja asing berstatus SSW kategori 1 di sektor tersebut mencapai sekitar 46.000 orang pada akhir Februari.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Populasi Hokkaido Turun di Bawah 5 Juta Jiwa, Penurunan Terbesar di Jepang

23 October 2026 - 18:10 WIB

Kunjungan Wisatawan Asing ke Jepang Turun 5 Persen, Turis China Terus Berkurang

23 October 2026 - 13:10 WIB

Kebakaran Power Bank Picu Sedikitnya 36 Gangguan Perjalanan Kereta di Jepang dalam 10 Tahun

23 October 2026 - 10:10 WIB

Tertarik Gabung? Akademi Ninja di Ibaraki Jepang Buka Pelatihan untuk Pemula

23 October 2026 - 06:33 WIB

Jepang Alokasikan Sekitar 4 Miliar Yen dari Lotre Akhir Tahun untuk Pemulihan Kumamoto

22 October 2026 - 12:10 WIB

Trending on News