Menu

Dark Mode
Tiga Bank Raksasa Jepang Bakal Dapat Akses AI Canggih “Claude Mythos” dari AS Kaisar Naruhito Kunjungi Belanda dan Belgia Juni Ini Game Baru Patlabor Akan Rilis Musim Panas Ini untuk PS5 dan PC Gara-Gara Krisis Minyak Timur Tengah, Perusahaan Cemilan Jepang Mulai Cetak Kemasan Hitam Putih Manga Romance “L♡DK Pink” Resmi Hadir dalam Bahasa Inggris di K MANGA Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Jepang, Gagal Lolos ke Piala Dunia U-17 2027

News

Jepang Hadapi Masalah Baru Akibat Lonjakan Turis: Salah Satu Kuil Suci Rusak Oleh Kelakuan Turis

badge-check


					Å@äøéöÇ™í§ÇÁÇÍÇΩÇÊǧǻç≠ê’Ç™å©Ç¬Ç©Ç¡ÇΩñæé°ê_ã{ÇÃíπãèÅÅÇPÇPì˙åflå„ÅAìåãûìsèaíJãÊ Perbesar

Å@äøéöÇ™í§ÇÁÇÍÇΩÇÊǧǻç≠ê’Ç™å©Ç¬Ç©Ç¡ÇΩñæé°ê_ã{ÇÃíπãèÅÅÇPÇPì˙åflå„ÅAìåãûìsèaíJãÊ

Seorang warga Amerika yang ditangkap karena merusak kuil suci di Tokyo menjadi contoh terbaru dari perjuangan Jepang dalam menangani perilaku buruk wisatawan di tengah lonjakan pariwisata.

Jepang mencatatkan hampir 27 juta kunjungan wisatawan hingga September, dengan pengeluaran mereka menyumbang 5,86 triliun yen ke perekonomian. Namun, insiden vandalisme, mabuk di tempat umum, dan “overtourism” di situs-situs populer telah memicu perdebatan tentang bagaimana menangani banjir wisatawan dan mereka yang melanggar aturan.

Kepolisian Metropolitan Tokyo mengonfirmasi penangkapan seorang pria Amerika berusia 65 tahun pada hari Rabu, yang diduga mengukir huruf alfabet ke dalam tiang gerbang torii di Kuil Meiji Jingu pada hari Selasa.

Menurut layanan berita Jiji, pria tersebut tiba di Jepang bersama keluarganya pada hari Senin untuk berwisata. Rekaman kamera pengawas membawa polisi menangkapnya di hotelnya, dengan dugaan bahwa ia menggunakan kuku jari untuk menggores lima huruf yang mewakili nama keluarga ke dalam tiang kayu.

Staf Kedutaan Besar AS mengunjungi pria tersebut dan memberikan bantuan konsuler, namun mereka menolak memberikan detail lebih lanjut karena masalah privasi.

Kasus ini mengikuti dua insiden tahun ini di mana grafiti ditemukan di tiang di Kuil Yasukuni di Tokyo, yang terkait dengan masa perang Jepang. Polisi telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk tiga warga negara China sebagai tersangka, menurut surat kabar Asahi.

Pada bulan Oktober, seorang influencer fitness asal Chile memicu kemarahan publik setelah memposting video dirinya melakukan pull-up di atas gerbang torii di Jepang. Ia kemudian menghapus video tersebut dan mengunggah permintaan maaf.

Melonjaknya jumlah turis telah memaksa pihak berwenang untuk mengambil langkah drastis untuk mengurangi keramaian dan sampah. Pada bulan Mei, sebuah kota kecil di dekat Gunung Fuji memasang penghalang untuk menutupi pemandangan gunung suci Jepang yang menjadi viral di media sosial. Petugas taman gunung musim panas ini juga memberlakukan biaya jalur dan batasan masuk untuk pertama kalinya guna mengurangi penggunaan berlebihan.

Pada bulan Oktober, distrik Shibuya di Tokyo menutupi patung anjing ikonik Hachiko dan menerapkan larangan minum di jalanan untuk mencegah keramaian dan kenakalan selama Halloween.

Sc : japantoday

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tiga Bank Raksasa Jepang Bakal Dapat Akses AI Canggih “Claude Mythos” dari AS

14 May 2026 - 12:10 WIB

Kaisar Naruhito Kunjungi Belanda dan Belgia Juni Ini

14 May 2026 - 10:10 WIB

Gara-Gara Krisis Minyak Timur Tengah, Perusahaan Cemilan Jepang Mulai Cetak Kemasan Hitam Putih

14 May 2026 - 07:17 WIB

Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Jepang, Gagal Lolos ke Piala Dunia U-17 2027

13 May 2026 - 16:10 WIB

Perusahaan Konstruksi di Jepang Ajarkan Dialek Oita ke Karyawan Asing agar Lebih Mudah Berbaur

13 May 2026 - 12:53 WIB

Trending on News