Menu

Dark Mode
SCANDAL Umumkan Akan Bubar pada 2027 Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori Boruto: Two Blue Vortex Libur Terbit Bulan Ini, Chapter Baru Kembali September 71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

News

Jepang Kebut Kereta Ramah Lingkungan, Beralih ke Energi Terbarukan

badge-check


					Trams powered by electricity generated from renewable energy sources run in Utsunomiya, Tochigi Prefecture.  Image: Kyodo Perbesar

Trams powered by electricity generated from renewable energy sources run in Utsunomiya, Tochigi Prefecture. Image: Kyodo

Kereta di Jepang semakin banyak dijalankan dengan energi terbarukan, seiring para operator berupaya mendukung target nasional untuk mencapai netral karbon pada tahun 2050 guna melawan pemanasan global.

Saat ini, sekitar 75 persen energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kereta masih berasal dari pembangkit listrik tenaga termal. Kementerian Transportasi Jepang menargetkan memangkas emisi karbon dioksida dari sektor ini hingga separuh pada akhir 2030-an, dari 11,77 juta ton yang tercatat pada tahun fiskal 2013.

Di Prefektur Tochigi, sebelah utara Tokyo, trem ramah lingkungan milik Utsunomiya Light Rail Co melintas di jalur sepanjang 14 kilometer menggunakan listrik dari biomassa pabrik pembakaran sampah lokal serta panel surya yang dipasang di rumah-rumah warga. Meski kebutuhan listriknya relatif kecil karena jalurnya pendek, pejabat kota Utsunomiya, Atsushi Sugiura, menyebut pengurangan total CO2 bisa mencapai sekitar 9.000 ton per tahun jika juga memperhitungkan emisi yang berkurang dari warga yang beralih menggunakan trem daripada mobil pribadi.

Contoh lain adalah Jalur Setagaya di Tokyo sepanjang 5 kilometer, yang sejak 2019 menjadi layanan kereta pertama di Jepang yang sepenuhnya beroperasi dengan energi terbarukan, memanfaatkan tenaga air dan panas bumi.

Tokyu Corp, operator Jalur Setagaya dan delapan jalur lainnya di Tokyo serta Prefektur Kanagawa, berhasil mencapai target menjalankan seluruh layanannya dengan energi terbarukan pada 2022. Perusahaan membeli listrik bersertifikat non-fosil sehingga dapat mengurangi emisi CO2 sekitar 160.000 ton per tahun.

Meski demikian, penggunaan energi hijau masih menjadi tantangan karena biayanya yang mahal bagi bisnis dengan konsumsi listrik besar, ditambah dengan kebutuhan untuk menjaga pasokan tetap stabil. “Meskipun kami harus menanggung biaya tambahan untuk membeli energi non-fosil, hal ini sangat efektif dalam mempublikasikan upaya dekarbonisasi kami,” ujar Tatsuya Yamashita, pejabat Tokyu. Ia menambahkan bahwa perusahaan juga berencana memperluas penggunaan listrik non-fosil di luar layanan kereta.

Operator besar lainnya seperti Hankyu Corp dan Hanshin Electric Railway Co, yang melayani wilayah Kansai dengan pusat di Osaka, serta Keikyu Corp, yang menghubungkan Bandara Haneda Tokyo dengan Yokohama, juga mulai menggunakan listrik bersertifikat yang dihasilkan dari sumber non-fosil.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Biaya Visa Jepang Naik, Warga Asing yang Kesulitan Finansial Tertentu Bisa Dapat Keringanan

25 August 2026 - 13:31 WIB

Turis Asing Diserang Beruang Saat Berjalan di Dekat Danau Towada, Aomori

24 August 2026 - 13:10 WIB

71,7% Warga Jepang Khawatir Kondisi Keuangan Negara Memburuk Usai Pajak Makanan Dipangkas

24 August 2026 - 10:10 WIB

Warga Asing di Kumamoto Kesulitan Dapat Informasi Gempa, Hanya 3 dari 19 Kota Punya Layanan Khusus

24 August 2026 - 07:07 WIB

Menyamar Jadi Orang Asing, Pria Jepang Mencoba Merampok Sebuah Konbini di Gunma Berhasil Ditangkap Polisi

22 August 2026 - 13:28 WIB

Trending on News