Menu

Dark Mode
Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei Film Live-Action Gundam Mulai Produksi, Netflix Tambah Deretan Aktor Baru Animal Crossing Rayakan 25 Tahun, Nintendo Rilis Ilustrasi Spesial Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

News

Jepang Keluarkan Peringatan Khusus, Risiko Gempa Besar M8+ Meningkat Setelah Gempa Kuat

badge-check


					Jepang Keluarkan Peringatan Khusus, Risiko Gempa Besar M8+ Meningkat Setelah Gempa Kuat Perbesar

Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan khusus terkait potensi gempa besar setelah gempa kuat mengguncang wilayah timur laut pada Senin sore.

Menurut Japan Meteorological Agency, risiko terjadinya gempa berkekuatan magnitudo 8,0 atau lebih kini “lebih tinggi dari kondisi normal”, meski belum ada prediksi pasti kapan atau di mana gempa tersebut akan terjadi.

Peringatan ini muncul beberapa jam setelah gempa bermagnitudo 7,7 terjadi di lepas pantai Prefektur Iwate Prefecture pada pukul 16.53 waktu setempat. Guncangan terasa hingga Tokyo, meskipun jaraknya ratusan kilometer dari pusat gempa.

Sekitar 40 menit setelah gempa, tsunami setinggi 80 cm terpantau di pelabuhan Kuji. Sebelumnya, peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk wilayah pesisir Pasifik di Hokkaido, Aomori Prefecture, Iwate Prefecture, hingga Fukushima Prefecture, sebelum akhirnya diturunkan dan dicabut pada tengah malam.

Lebih dari 182.000 warga sempat diminta mengungsi secara sukarela sebagai langkah antisipasi. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan besar atau korban serius.

Pemerintah Jepang juga telah membentuk tim tanggap krisis. Perdana Menteri Sanae Takaichi mengimbau warga di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi jika diperlukan.

Para ahli mengingatkan bahwa gempa susulan masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama dalam 2–3 hari setelah gempa utama, dan bisa saja lebih kuat.

Jepang sendiri merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena berada di kawasan Ring of Fire. Negara ini mengalami sekitar 1.500 gempa setiap tahun, atau sekitar 18% dari total gempa dunia.

Trauma gempa besar 2011 yang memicu tsunami dan menewaskan sekitar 18.500 orang masih membekas. Selain itu, pemerintah juga terus mewaspadai potensi “megaquake” di wilayah Nankai Trough, yang dalam skenario terburuk bisa menyebabkan ratusan ribu korban jiwa dan kerugian besar.

Meski peluang gempa besar tetap tergolong rendah, pemerintah mengimbau masyarakat untuk kembali mengecek kesiapan darurat mereka, mulai dari jalur evakuasi hingga perlengkapan darurat.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

22 April 2026 - 12:53 WIB

Jepang Longgarkan Aturan Ekspor Senjata, Bidik Kerja Sama Pertahanan Global

22 April 2026 - 12:10 WIB

Trending on News