Menu

Dark Mode
Demo Attack on Titan 3 di Tokyo Game Show 2026 Dua Orang Dikonfirmasi Tewas di Prefektur Chiba Usai Hujan Lebat Akibat Angin Topan Dujuan Topan Dujuan Mendekati Jepang Timur, Ganggu Transportasi dan Batalkan Acara di Tengah Libur Silver Week ANA Perkenalkan Pesawat Bertema Hijau Kedua untuk Rayakan 30 Tahun Pokémon Perusahaan Bus Hiroshima Rekrut Dua Warga Indonesia untuk Atasi Kekurangan Sopir Anime Tempal: Item no Chikara Ungkap Trailer Ketiga dan Dua Pengisi Suara Baru

Teknologi

Jepang Kembangkan AI untuk Bantu Pegawai Call Center Hadapi Pelanggan Kasar

badge-check


					Jepang Kembangkan AI untuk Bantu Pegawai Call Center Hadapi Pelanggan Kasar Perbesar

Perusahaan teknologi Jepang, NTT Communications Corp. dan SoftBank Corp., sedang mengembangkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pekerja call center dalam menghadapi pelanggan yang bersikap kasar.

NTT Communications telah menciptakan sistem pendukung call center yang mampu memantau interaksi antara pelanggan dan operator, serta menampilkan contoh tanggapan yang sesuai di layar operator. Dalam sebuah demonstrasi yang dibuka untuk media, prototipe sistem ini memberikan saran tanggapan kepada operator terkait keluhan pelanggan tentang kontrak telekomunikasi. Setelah operator merespons sesuai dengan saran tersebut, sistem memberikan tag “Tidak ada masalah” pada tanggapan tersebut.

Perusahaan ini menyatakan bahwa sistem ini dapat mengurangi beban psikologis para pekerja, karena banyak operator yang merasa sulit untuk tetap tenang ketika menghadapi keluhan dengan kata-kata kasar. Selain itu, sistem ini juga diharapkan dapat meredakan kemarahan pelanggan dengan memberikan respons yang cepat.

Di sisi lain, SoftBank juga sedang mengembangkan sistem AI yang dapat melembutkan nada suara pelanggan saat operator merespons panggilan mereka. SoftBank berencana untuk meluncurkan sistem ini sebagai produk komersial pada tahun fiskal 2025.

Pengembangan ini muncul sebagai respons terhadap fenomena yang dikenal dengan istilah “kasu-hara,” yaitu perilaku kasar oleh pelanggan yang telah menjadi isu sosial di Jepang dalam beberapa tahun terakhir. Jepang, yang dikenal dengan budaya keramahannya, kini menghadapi tantangan dalam menangani perilaku pelanggan yang kasar.

Beberapa korban dari perilaku kasar ini bahkan sampai harus meninggalkan pekerjaannya atau mengalami gangguan mental akibat pelecehan verbal hingga dipaksa meminta maaf dengan cara berlutut. Hal ini mendorong banyak perusahaan di sektor ritel dan restoran untuk menyusun pedoman khusus dalam menghadapi perilaku tidak pantas dari pelanggan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi