Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan

badge-check


					Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan Perbesar

Pasukan Bela Diri Darat Jepang (Ground Self-Defense Force/GSDF) pada Senin pagi mengangkut peluncur rudal dan sejumlah peralatan lainnya ke garnisun militer di Kumamoto, Pulau Kyushu, sebagai persiapan penempatan rudal jarak jauh di lokasi tersebut.

Penempatan ini diperkirakan akan selesai dalam bulan ini dan menjadi yang pertama kalinya dilakukan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Jepang untuk memperoleh kemampuan serangan balasan (counterstrike capabilities) terhadap target musuh. Kebijakan ini dianggap sebagai titik balik dari kebijakan pertahanan Jepang yang selama ini berorientasi murni pada pertahanan di bawah konstitusi yang menolak perang.

Rudal yang akan ditempatkan merupakan versi peningkatan dari Type 12 land-to-ship guided missile. Versi terbaru ini memiliki jangkauan sekitar 1.000 kilometer, sehingga dari Kyushu dapat menjangkau sebagian wilayah pesisir daratan utama negara lain.

Menurut pemerintah Jepang, rudal semacam ini dapat digunakan jika Jepang menilai bahwa musuh telah memulai serangan, bahkan sebelum Jepang benar-benar mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak. Mereka menilai bahwa kesalahan penilaian dapat berujung pada serangan pendahuluan atau preemptive strike, yang dilarang oleh hukum internasional.

Sejumlah warga di Prefektur Kumamoto juga menyampaikan kritik dan melakukan protes terhadap rencana penempatan rudal tersebut. Mereka menilai Kementerian Pertahanan Jepang belum memberikan penjelasan yang cukup kepada masyarakat.

Para pengkritik juga menyoroti bahwa lokasi penempatan rudal berpotensi menjadi sasaran serangan jika terjadi konflik di masa depan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News