Menu

Dark Mode
Kagurabachi Resmi Jadi Anime, Tayang April 2027 + World Tour Global! Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium Kebun Binatang Surabaya Pinjamkan Komodo ke Jepang, Akan Tukar dengan Satwa Mamalia Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

News

Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan

badge-check


					Jepang Kirim Peralatan Rudal Jarak Jauh ke Kumamoto, Tandai Perubahan Kebijakan Pertahanan Perbesar

Pasukan Bela Diri Darat Jepang (Ground Self-Defense Force/GSDF) pada Senin pagi mengangkut peluncur rudal dan sejumlah peralatan lainnya ke garnisun militer di Kumamoto, Pulau Kyushu, sebagai persiapan penempatan rudal jarak jauh di lokasi tersebut.

Penempatan ini diperkirakan akan selesai dalam bulan ini dan menjadi yang pertama kalinya dilakukan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Jepang untuk memperoleh kemampuan serangan balasan (counterstrike capabilities) terhadap target musuh. Kebijakan ini dianggap sebagai titik balik dari kebijakan pertahanan Jepang yang selama ini berorientasi murni pada pertahanan di bawah konstitusi yang menolak perang.

Rudal yang akan ditempatkan merupakan versi peningkatan dari Type 12 land-to-ship guided missile. Versi terbaru ini memiliki jangkauan sekitar 1.000 kilometer, sehingga dari Kyushu dapat menjangkau sebagian wilayah pesisir daratan utama negara lain.

Menurut pemerintah Jepang, rudal semacam ini dapat digunakan jika Jepang menilai bahwa musuh telah memulai serangan, bahkan sebelum Jepang benar-benar mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Namun, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran dari sejumlah pihak. Mereka menilai bahwa kesalahan penilaian dapat berujung pada serangan pendahuluan atau preemptive strike, yang dilarang oleh hukum internasional.

Sejumlah warga di Prefektur Kumamoto juga menyampaikan kritik dan melakukan protes terhadap rencana penempatan rudal tersebut. Mereka menilai Kementerian Pertahanan Jepang belum memberikan penjelasan yang cukup kepada masyarakat.

Para pengkritik juga menyoroti bahwa lokasi penempatan rudal berpotensi menjadi sasaran serangan jika terjadi konflik di masa depan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kebebasan Pers Jepang Naik, Kini Ungguli AS dalam Ranking Global

1 May 2026 - 12:10 WIB

Pegawai Kebun Binatang Jepang Ditangkap, Istri Diduga Dibakar di Krematorium

1 May 2026 - 10:10 WIB

Kebun Binatang Surabaya Pinjamkan Komodo ke Jepang, Akan Tukar dengan Satwa Mamalia

1 May 2026 - 06:34 WIB

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

29 April 2026 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

29 April 2026 - 14:12 WIB

Trending on News