Jepang masih menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Indonesia, baik untuk menikmati budaya, menjelajahi kota, hingga merasakan pengalaman musiman seperti musim dingin dan sakura. Dalam beberapa tahun terakhir, minat berkunjung ke Jepang terus meningkat, didukung kemudahan akses serta semakin beragamnya pilihan wisata.
Seiring tren tersebut, preferensi wisatawan juga mulai berubah. Banyak wisatawan kini menginginkan perjalanan yang lebih praktis, terarah, namun tetap nyaman. Di sisi lain, kebutuhan akan perjalanan yang lebih personal dan fleksibel juga semakin diminati, terutama oleh keluarga, pasangan, maupun perusahaan.
Perusahaan travel AWS Tour mencatat adanya peningkatan minat terhadap dua jenis layanan utama, yaitu Open Trip dan Private Trip.
Perwakilan AWS Tour, Furqon, menyebut bahwa terjadi pergeseran tren di kalangan wisatawan. Open Trip masih menjadi pilihan utama, terutama bagi yang baru pertama kali ke Jepang karena lebih praktis dan hemat biaya. Namun, permintaan Private Trip juga meningkat signifikan karena menawarkan fleksibilitas dan kenyamanan lebih.
Layanan Open Trip umumnya mencakup destinasi populer seperti Tokyo, Kyoto, dan Osaka, termasuk rute klasik “Golden Route”. Paket ini biasanya sudah mencakup tiket pesawat, akomodasi, transportasi, pemandu wisata, hingga pengurusan eVisa, sehingga memudahkan wisatawan tanpa perlu mengatur perjalanan sendiri.
Sementara itu, Private Trip menawarkan pengalaman yang lebih eksklusif. Wisatawan dapat menentukan sendiri rute perjalanan, durasi, hingga aktivitas yang diinginkan. Didukung kendaraan pribadi dan pemandu berbahasa Indonesia, layanan ini memungkinkan perjalanan yang lebih santai dan sesuai kebutuhan masing-masing.
Tren ini menunjukkan bahwa wisata ke Jepang kini tidak hanya soal destinasi, tetapi juga pengalaman perjalanan yang semakin disesuaikan dengan gaya dan kebutuhan wisatawan.
Sc : OZ








