Menu

Dark Mode
Game Baru Sword Art Online: Echoes of Aincrad Umumkan Jadwal Rilis dan Detail Edisi Manga Kemono Jihen Akan Diadaptasi Jadi Pertunjukan Teater, Angkat Arc Tokyo Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua

News

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

badge-check


					Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban Perbesar

Kementerian pertanahan Jepang meminta pemerintah daerah di seluruh negeri untuk mulai mengumpulkan informasi mengenai kewarganegaraan dan status tinggal penyewa asing yang menempati rumah susun publik. Kebijakan ini bertujuan memastikan aturan lingkungan setempat dapat dipahami dengan baik serta instruksi evakuasi dapat disampaikan secara efektif saat terjadi bencana.

Permintaan tersebut disampaikan oleh Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism sebagai bagian dari kebijakan nasional terkait warga asing yang disusun pemerintah pusat pada Januari lalu. Meski beberapa pemerintah daerah telah lebih dulu mengumpulkan data serupa, kementerian kini mendorong penerapannya secara nasional.

Berdasarkan pemberitahuan tertanggal 10 Februari, pemerintah daerah diminta mengonfirmasi data yang diperlukan melalui salinan sertifikat domisili atau dokumen sejenis yang diajukan warga asing saat mendaftar menempati rumah susun publik.

Pemberitahuan tersebut juga menekankan bahwa kontak darurat yang ideal adalah pihak yang dapat berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Jepang. Bagi penyewa asing yang tidak mampu menyediakan kontak tersebut secara mandiri, pemerintah daerah diminta untuk mengarahkan mereka ke organisasi pendukung perumahan.

Karena pengumpulan data kewarganegaraan memerlukan penyesuaian terhadap peraturan atau tata tertib daerah, waktu pelaksanaan kebijakan ini diperkirakan akan berbeda-beda di setiap munisipalitas. Kementerian juga mendorong pemerintah daerah untuk mempertimbangkan pengumpulan data kewarganegaraan penyewa asing yang sudah tinggal di rumah susun publik, sejauh hal tersebut memungkinkan.

Langkah ini merupakan bagian dari paket kebijakan yang disusun pada Januari oleh pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang bertujuan memperketat aturan terkait warga asing sekaligus mendorong kohesi sosial. Pemerintah menyebut kebijakan tersebut diperlukan untuk merespons keresahan publik terkait aktivitas ilegal serta dugaan penyalahgunaan sistem kesejahteraan dan layanan sosial lainnya.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kasus Ganja di Jepang Capai Rekor Tertinggi 2025, Mayoritas Pelaku Anak Muda

3 April 2026 - 12:10 WIB

Ekspansi Bandara Narita Terancam Molor, Pemerintah Pertimbangkan Pengadaan Lahan Secara Paksa

3 April 2026 - 10:10 WIB

Harga Tiket Pesawat ANA, JAL Rute Internasional dari Jepang Diperkirakan Naik hingga 100% Akibat Lonjakan Harga BBM

3 April 2026 - 07:10 WIB

Jepang Uji Daur Ulang Popok Bekas Jadi Produk Baru, Solusi untuk Limbah dan Populasi Menua

2 April 2026 - 18:10 WIB

Warga Asing Makin Banyak, Kitakyushu Tunjuk Koordinator Multikultural untuk Perkuat Interaksi Warga Lokal dengan Asing

2 April 2026 - 13:10 WIB

Trending on News