Menu

Dark Mode
Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka Gangguan Sistem, Pembayaran Kartu Kredit Sempat Lumpuh di Berbagai Toko di Jepang Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂ Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026 Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

News

Jepang Rencanakan Kenaikan Rekor Upah Minimum Nasional ¥63 per Jam Mulai Oktober 2025

badge-check


					Jepang Rencanakan Kenaikan Rekor Upah Minimum Nasional ¥63 per Jam Mulai Oktober 2025 Perbesar

Pada 4 Agustus, subkomite dari Dewan Upah Minimum Pusat menyerahkan laporan kepada Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Fukuoka Takamaro yang merekomendasikan kenaikan upah minimum nasional rata-rata sebesar ¥63 pada tahun fiskal 2025. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding kenaikan ¥43 pada 2023 dan ¥51 pada 2024, sekaligus menjadi kenaikan terbesar sejak metode penetapan upah per jam diberlakukan pada 2002. Jika disetujui, upah minimum rata-rata nasional akan naik dari ¥1.055 menjadi ¥1.118 per jam.

Pedoman subkomite membagi prefektur menjadi tiga kategori berdasarkan kondisi ekonomi. Kenaikan ¥63 per jam ditetapkan untuk enam prefektur Kategori A (termasuk Tokyo dan Osaka) serta 28 prefektur Kategori B (termasuk Hokkaidō, Hiroshima, dan Fukuoka). Sementara itu, 13 prefektur Kategori C (termasuk Akita dan Okinawa) justru mendapat kenaikan ¥64 — untuk pertama kalinya kategori ini mendapat kenaikan tertinggi. Tujuannya adalah mengurangi kesenjangan ekonomi sekaligus mengatasi kekurangan tenaga kerja yang parah di wilayah tersebut. Dewan di tiap prefektur akan memutuskan jumlah pastinya sesuai pedoman, dan upah minimum baru akan berlaku mulai sekitar Oktober 2025.

Dengan kenaikan ini, upah minimum di Tokyo akan mencapai ¥1.226 per jam, dan ¥1.225 di Kanagawa — pertama kalinya melampaui ¥1.200. Di prefektur Saitama, Chiba, Aichi, Osaka, Kyoto, dan Hyōgo, yang berada di tiga kawasan metropolitan utama Jepang, upah minimum akan melebihi ¥1.100. Sementara itu, sejumlah prefektur di Tōhoku, Kyūshū, dan Shikoku akan tetap berada di kisaran ¥1.000–¥1.050.

Pemerintah Jepang menargetkan upah minimum rata-rata nasional mencapai ¥1.500 pada dekade 2020-an, yang memerlukan kenaikan sekitar 7,3% setiap tahun. Namun, mencapai kesepakatan antara pihak pekerja dan pengusaha untuk kenaikan besar tidaklah mudah. Dalam pembahasan terbaru, untuk pertama kalinya dalam 44 tahun, diperlukan tujuh kali pertemuan dewan sebelum kesepakatan tercapai — dan hasilnya pun masih di bawah target pemerintah.

Perdana Menteri Ishiba Shigeru menyatakan ingin memberikan dukungan khusus kepada pengusaha apabila kenaikan upah minimum melampaui target yang ditetapkan pemerintah.

Sc : nippon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Gelombang Panas Landa Jepang, Suhu Tembus 38 Derajat di Prefektur Shizuoka

16 July 2026 - 17:10 WIB

Jepang Siap Operasikan Kereta Bertenaga Hidrogen Pertama pada 2027, Tanpa Emisi CO₂

16 July 2026 - 13:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 9 Orang yang Diduga Kelola Sistem Taruhan Kasino Online Ilegal Senilai Rp36 Triliun

16 July 2026 - 12:10 WIB

Wisatawan China ke Jepang Anjlok 56%, Kunjungan Turis Asing Ikut Turun di Paruh Pertama 2026

16 July 2026 - 10:10 WIB

Kasus Ganja di Jepang Pecahkan Rekor, Mayoritas Pelaku Berusia di Bawah 30 Tahun

15 July 2026 - 17:10 WIB

Trending on News