Menu

Dark Mode
Gundam Wing Bakal Dapat Proyek Visual Baru Film Prekuel Gundam SEED FREEDOM ZERO Akan Tayang di Bioskop Jepang Sayonara! Patung Gundam Rx-0 Unicorn di Odaiba Bakal Dibongkar Akhir Agustus Konsumsi Beras Orang Jepang Menurun Gara-Gara Harga Beras Mahal Jepang Mulai Batasi Visa SSW Kerja Restoran untuk Orang Asing Pemerintah Jepang Minta Warga Jangan Panic Buying Kantong Sampah

News

Jepang Resmikan Program Daycare Fleksibel untuk Balita, Bisa Dipakai Meski Orang Tua Tidak Bekerja

badge-check


					Jepang Resmikan Program Daycare Fleksibel untuk Balita, Bisa Dipakai Meski Orang Tua Tidak Bekerja Perbesar

Jepang mulai menerapkan sistem publik pada hari Rabu yang memungkinkan anak-anak untuk menggunakan layanan penitipan anak hingga 10 jam per bulan, tanpa memandang status pekerjaan orang tua. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk mengurangi beban pengasuhan anak di tengah terus menurunnya angka kelahiran.

Program ini ditujukan untuk anak usia 6 bulan hingga di bawah 3 tahun yang sebelumnya tidak memenuhi syarat untuk masuk fasilitas penitipan anak resmi jika orang tuanya tidak bekerja. Menurut lembaga pemerintah, sekitar 60 persen anak dalam kelompok usia ini tidak terdaftar di fasilitas tersebut pada tahun fiskal 2023.

Program ini dapat digunakan oleh keluarga dengan orang tua yang tinggal di rumah maupun yang sedang mengambil cuti mengasuh anak. Setiap fasilitas dapat menetapkan biaya sendiri, dengan kisaran sekitar 300 yen (sekitar 1,89 dolar AS) per jam. Penggunaan dibatasi maksimal 10 jam per bulan per anak.

Anak-anak akan dititipkan di pusat penitipan anak dan taman kanak-kanak resmi. Anak dengan disabilitas juga dapat mengikuti program ini.

Orang tua yang ingin menggunakan layanan ini dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah daerah setempat atau melalui situs resmi program. Setelah menemukan fasilitas yang sesuai, mereka perlu mengajukan permintaan penggunaan.

Children and Families Agency menyatakan bahwa program ini diharapkan dapat mendukung perkembangan anak dengan memberi kesempatan untuk berinteraksi dengan orang di luar keluarga. Selain itu, program ini juga bertujuan mengurangi beban pengasuhan serta mencegah isolasi sosial pada orang tua.

Program ini sebelumnya telah diuji coba di beberapa daerah sejak tahun fiskal 2024. Hingga Desember 2025, sebanyak 231 pemerintah daerah telah mengadopsinya.

Namun, terdapat kekhawatiran terkait kekurangan tenaga kerja di lapangan, termasuk tenaga pengasuh anak, yang dapat meningkatkan beban kerja.

Sebagai langkah transisi hingga tahun fiskal 2027, pemerintah memberikan kelonggaran bagi daerah yang kesulitan menyediakan fasilitas dan tenaga kerja. Dalam masa ini, batas penggunaan dapat ditetapkan antara 3 hingga 10 jam per bulan.

Sebanyak 36 pemerintah daerah di 18 prefektur berencana menetapkan batas penggunaan di bawah 10 jam pada tahun fiskal 2026.

Pemerintah juga memberikan subsidi operasional kepada fasilitas yang menjalankan program ini. Pada tahun fiskal 2026, subsidi sebesar 1.700 yen per jam diberikan untuk anak di bawah usia 1 tahun, dan 1.400 yen per jam untuk anak usia 1 hingga 2 tahun.

Tambahan insentif juga akan diberikan jika fasilitas menerima anak dengan disabilitas atau menyediakan layanan konsultasi bagi orang tua yang memiliki kekhawatiran terkait pengasuhan anak.

Pendanaan program ini akan berasal dari dana publik dan kontribusi dukungan pengasuhan anak, yang akan dipungut sebagai tambahan pada premi asuransi kesehatan publik mulai tahun fiskal 2026.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Konsumsi Beras Orang Jepang Menurun Gara-Gara Harga Beras Mahal

18 May 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Batasi Visa SSW Kerja Restoran untuk Orang Asing

18 May 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Jepang Minta Warga Jangan Panic Buying Kantong Sampah

18 May 2026 - 07:57 WIB

Bandara Noto di Prefektur Ishikawa Jepang Bakal Pakai Nama Pokémon

15 May 2026 - 15:10 WIB

Kapal Tanker Jepang Berhasil Lewati Selat Hormuz Tanpa Bayar “Toll” ke Iran

15 May 2026 - 15:10 WIB

Trending on News