Menu

Dark Mode
Bukan Sebagai Penguasa, Apa Fungsi Kaisar Jepang Sekarang Kalau Bukan Ngatur Negara? Mayat Perempuan Ditemukan Tersembunyi di Dalam Dinding Bar di Hokkaido, Operasional Tetap Berjalan Manga Baru Bertema Tukar Tubuh “Kae Dama” Akan Diluncurkan Januari Ini Girl Group Philosophy no Dance Akan Mengakhiri Aktivitas dengan Konser Terakhir pada Juni Bahasa Jepang yang Sering Disalahartikan Orang Indonesia Manga Firefly Wedding Tamat, Akan Hadir Cerita Spinoff Mulai Februari

News

Jepang Setujui Paket Stimulus Ekonomi Rp 3.875 Triliun untuk Tingkatkan Pendapatan Warga

badge-check


					Japanese 10,000 yen banknotes arranged for a photograph in Tokyo, Japan, on Friday, May 10, 2024. The Bank of Japan offered to purchase a smaller amount of government bonds in a regular operation on May 13 than it did on April 24 as it seeks to reduce its presence in the country’s debt market. Photographer: Noriko Hayashi/Bloomberg Perbesar

Japanese 10,000 yen banknotes arranged for a photograph in Tokyo, Japan, on Friday, May 10, 2024. The Bank of Japan offered to purchase a smaller amount of government bonds in a regular operation on May 13 than it did on April 24 as it seeks to reduce its presence in the country’s debt market. Photographer: Noriko Hayashi/Bloomberg

Pemerintah Jepang menyetujui paket stimulus ekonomi senilai 39 triliun yen (Rp 3.875 triliun) pada Jumat, yang berfokus pada inisiatif untuk meningkatkan pendapatan individu.

Rencana besar ini, yang disahkan oleh Kabinet, menjadi inti kebijakan Perdana Menteri Shigeru Ishiba dalam pemerintahan barunya. Paket ini mencakup dukungan untuk inovasi digital, subsidi untuk menekan biaya energi yang meningkat, serta bantuan bagi rumah tangga berpenghasilan rendah.

Pemerintah menggambarkan rencana ini bertujuan untuk menanamkan “kesejahteraan” bagi rakyat Jepang, menggunakan istilah dalam bahasa Inggris.

Meskipun Jepang menunjukkan pertumbuhan lemah dalam beberapa kuartal terakhir, prospek jangka panjang ekonomi dan posisi negara ini di dunia tetap tidak pasti. Paket ini juga mencakup langkah-langkah untuk menangani tingkat kelahiran yang menurun, mendukung perempuan pekerja, serta membantu kelompok lansia.

Salah satu poin utama adalah rencana untuk menaikkan ambang batas gaji bebas pajak tahunan dari 1,03 juta yen (Rp 98 juta) menjadi 1,78 juta yen (Rp 169 juta), meskipun angka pastinya masih dalam tahap pembahasan.

Menurut dokumen dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri, Jepang telah mengatasi berbagai tantangan dalam tiga dekade terakhir, termasuk deflasi, krisis keuangan global, bencana alam, dan pandemi COVID-19.

Pemerintah menekankan bahwa tanda-tanda pertumbuhan mulai terlihat, tetapi Jepang harus menghindari deflasi berkepanjangan dan mendorong kenaikan upah yang berkelanjutan untuk menopang pertumbuhan.

Paket ini juga menjanjikan bantuan untuk usaha kecil dan menengah, ekonomi daerah, sektor pertanian, serta industri kreatif seperti animasi.

Namun, tantangan politik tetap ada. Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dan mitra koalisinya kehilangan mayoritas di majelis rendah Parlemen dalam pemilu bulan lalu. Perdana Menteri Ishiba menghadapi tekanan untuk mendapatkan dukungan dari berbagai partai oposisi. Beberapa analis bahkan memperkirakan masa jabatannya akan berlangsung singkat.

Sc : asahi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bukan Sebagai Penguasa, Apa Fungsi Kaisar Jepang Sekarang Kalau Bukan Ngatur Negara?

14 January 2026 - 20:00 WIB

Mayat Perempuan Ditemukan Tersembunyi di Dalam Dinding Bar di Hokkaido, Operasional Tetap Berjalan

14 January 2026 - 18:10 WIB

Jumlah Penumpang dari Bandara Osaka ke China Anjlok Hampir 50 Persen Saat Libur Tahun Baru

14 January 2026 - 14:10 WIB

Jepang Naikkan Peringatan Perjalanan ke Iran di Tengah Aksi Penindakan Demonstrasi

14 January 2026 - 12:10 WIB

Remaja Berkewarganegaraan Ganda Indonesia–Australia Tewas dalam Kecelakaan Ski di Niseko, Hokkaido

14 January 2026 - 11:10 WIB

Trending on News