Menu

Dark Mode
Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan Kadokawa Rilis Manga Baru “Tsukuru Niwa” Karya Mikanuji di Comic Newtype

News

Jepang Targetkan Teknologi Fotosintesis Buatan untuk Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar pada 2040

badge-check


					Jepang Targetkan Teknologi Fotosintesis Buatan untuk Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar pada 2040 Perbesar

Pemerintah Jepang menyusun peta jalan baru untuk mengembangkan teknologi fotosintesis buatan sebagai bagian dari upaya menuju net zero emisi gas rumah kaca pada 2050. Teknologi ini meniru proses fotosintesis alami dengan mengubah karbon dioksida, air, dan cahaya matahari menjadi bahan bakar serta bahan baku industri.

Fotosintesis buatan mencakup dua tahap penting: pemecahan air dan CO2 menggunakan listrik, serta pemicu reaksi kimia dengan cahaya. Namun, teknologi ini masih dalam tahap penelitian dan belum terbukti pada skala besar.

Menurut rencana yang disusun awal September, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menargetkan proses pemecahan air dan CO2 bisa tercapai pada 2030, dengan hasil akhirnya digunakan untuk bahan bakar penerbangan maupun bahan kimia industri.

“Fotosintesis buatan adalah pilar dalam membangun masyarakat bebas karbon. Teknologi ini akan melahirkan industri baru, memperkuat daya saing internasional Jepang, sekaligus membuka peluang ekspor teknologi,” kata Menteri Lingkungan Hidup Keiichiro Asao.

Pemerintah menargetkan produksi massal bahan kimia berbasis fotosintesis buatan pada 2040, sembari meningkatkan efisiensi dan menekan biaya agar bisa diadopsi secara luas. Untuk tahun fiskal berikutnya, kementerian mengajukan anggaran sekitar 800 juta yen (Rp 84 miliar) guna mendukung riset ini.

Meski ambisius, tantangan terbesar tetap pada rendahnya efisiensi konversi dan biaya tinggi. Jepang kini dituntut membuktikan bahwa kendala tersebut bisa diatasi agar teknologi ini layak diterapkan secara global.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Season 2 Saga of Tanya the Evil Siap Tayang Tahun 2026, Rilis Teaser Baru

29 November 2025 - 17:10 WIB

Mulai April 2026, Orang Tua yang Cerai di Jepang Wajib Bayar Nafkah Anak ¥20.000 per Bulan

29 November 2025 - 16:10 WIB

Manga “SHION” Dapat Adaptasi Anime Mulai 1 Desember

29 November 2025 - 14:10 WIB

Pengadilan Tinggi Tokyo Putuskan Larangan Nikah Sesama Jenis Masih Sesuai Konstitusi Jepang

29 November 2025 - 12:10 WIB

Jumlah Petani Jepang Anjlok 25% dalam Lima Tahun, Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan

29 November 2025 - 10:10 WIB

Trending on News