Menu

Dark Mode
PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040 Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC

News

Jepang Targetkan Teknologi Fotosintesis Buatan untuk Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar pada 2040

badge-check


					Jepang Targetkan Teknologi Fotosintesis Buatan untuk Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar pada 2040 Perbesar

Pemerintah Jepang menyusun peta jalan baru untuk mengembangkan teknologi fotosintesis buatan sebagai bagian dari upaya menuju net zero emisi gas rumah kaca pada 2050. Teknologi ini meniru proses fotosintesis alami dengan mengubah karbon dioksida, air, dan cahaya matahari menjadi bahan bakar serta bahan baku industri.

Fotosintesis buatan mencakup dua tahap penting: pemecahan air dan CO2 menggunakan listrik, serta pemicu reaksi kimia dengan cahaya. Namun, teknologi ini masih dalam tahap penelitian dan belum terbukti pada skala besar.

Menurut rencana yang disusun awal September, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menargetkan proses pemecahan air dan CO2 bisa tercapai pada 2030, dengan hasil akhirnya digunakan untuk bahan bakar penerbangan maupun bahan kimia industri.

“Fotosintesis buatan adalah pilar dalam membangun masyarakat bebas karbon. Teknologi ini akan melahirkan industri baru, memperkuat daya saing internasional Jepang, sekaligus membuka peluang ekspor teknologi,” kata Menteri Lingkungan Hidup Keiichiro Asao.

Pemerintah menargetkan produksi massal bahan kimia berbasis fotosintesis buatan pada 2040, sembari meningkatkan efisiensi dan menekan biaya agar bisa diadopsi secara luas. Untuk tahun fiskal berikutnya, kementerian mengajukan anggaran sekitar 800 juta yen (Rp 84 miliar) guna mendukung riset ini.

Meski ambisius, tantangan terbesar tetap pada rendahnya efisiensi konversi dan biaya tinggi. Jepang kini dituntut membuktikan bahwa kendala tersebut bisa diatasi agar teknologi ini layak diterapkan secara global.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040

19 February 2026 - 09:36 WIB

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Trending on News