Menu

Dark Mode
Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market? Film Live-Action BLUE LOCK Rilis Trailer Baru, Tayang 7 Agustus Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

News

Jepang Targetkan Teknologi Fotosintesis Buatan untuk Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar pada 2040

badge-check


					Jepang Targetkan Teknologi Fotosintesis Buatan untuk Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar pada 2040 Perbesar

Pemerintah Jepang menyusun peta jalan baru untuk mengembangkan teknologi fotosintesis buatan sebagai bagian dari upaya menuju net zero emisi gas rumah kaca pada 2050. Teknologi ini meniru proses fotosintesis alami dengan mengubah karbon dioksida, air, dan cahaya matahari menjadi bahan bakar serta bahan baku industri.

Fotosintesis buatan mencakup dua tahap penting: pemecahan air dan CO2 menggunakan listrik, serta pemicu reaksi kimia dengan cahaya. Namun, teknologi ini masih dalam tahap penelitian dan belum terbukti pada skala besar.

Menurut rencana yang disusun awal September, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menargetkan proses pemecahan air dan CO2 bisa tercapai pada 2030, dengan hasil akhirnya digunakan untuk bahan bakar penerbangan maupun bahan kimia industri.

“Fotosintesis buatan adalah pilar dalam membangun masyarakat bebas karbon. Teknologi ini akan melahirkan industri baru, memperkuat daya saing internasional Jepang, sekaligus membuka peluang ekspor teknologi,” kata Menteri Lingkungan Hidup Keiichiro Asao.

Pemerintah menargetkan produksi massal bahan kimia berbasis fotosintesis buatan pada 2040, sembari meningkatkan efisiensi dan menekan biaya agar bisa diadopsi secara luas. Untuk tahun fiskal berikutnya, kementerian mengajukan anggaran sekitar 800 juta yen (Rp 84 miliar) guna mendukung riset ini.

Meski ambisius, tantangan terbesar tetap pada rendahnya efisiensi konversi dan biaya tinggi. Jepang kini dituntut membuktikan bahwa kendala tersebut bisa diatasi agar teknologi ini layak diterapkan secara global.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Jepang Mulai Jual Senjata ke Luar Negeri, Indonesia Bakal Jadi Target Market?

24 April 2026 - 07:17 WIB

Kereta Shinkansen Tertunda 3 Menit, Petugas Ketiduran di Ruang Istirahat

23 April 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News