Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Jepang Targetkan Teknologi Fotosintesis Buatan untuk Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar pada 2040

badge-check


					Jepang Targetkan Teknologi Fotosintesis Buatan untuk Ubah CO2 Jadi Bahan Bakar pada 2040 Perbesar

Pemerintah Jepang menyusun peta jalan baru untuk mengembangkan teknologi fotosintesis buatan sebagai bagian dari upaya menuju net zero emisi gas rumah kaca pada 2050. Teknologi ini meniru proses fotosintesis alami dengan mengubah karbon dioksida, air, dan cahaya matahari menjadi bahan bakar serta bahan baku industri.

Fotosintesis buatan mencakup dua tahap penting: pemecahan air dan CO2 menggunakan listrik, serta pemicu reaksi kimia dengan cahaya. Namun, teknologi ini masih dalam tahap penelitian dan belum terbukti pada skala besar.

Menurut rencana yang disusun awal September, Kementerian Lingkungan Hidup Jepang menargetkan proses pemecahan air dan CO2 bisa tercapai pada 2030, dengan hasil akhirnya digunakan untuk bahan bakar penerbangan maupun bahan kimia industri.

“Fotosintesis buatan adalah pilar dalam membangun masyarakat bebas karbon. Teknologi ini akan melahirkan industri baru, memperkuat daya saing internasional Jepang, sekaligus membuka peluang ekspor teknologi,” kata Menteri Lingkungan Hidup Keiichiro Asao.

Pemerintah menargetkan produksi massal bahan kimia berbasis fotosintesis buatan pada 2040, sembari meningkatkan efisiensi dan menekan biaya agar bisa diadopsi secara luas. Untuk tahun fiskal berikutnya, kementerian mengajukan anggaran sekitar 800 juta yen (Rp 84 miliar) guna mendukung riset ini.

Meski ambisius, tantangan terbesar tetap pada rendahnya efisiensi konversi dan biaya tinggi. Jepang kini dituntut membuktikan bahwa kendala tersebut bisa diatasi agar teknologi ini layak diterapkan secara global.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News