Menu ✖

Dark Mode
Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027 Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka Film Anime Gundam Seed FREEDOM ZERO Tayang Januari 2027 di Jepang, Trailer Terbaru Dirilis Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

News

Jepang untuk Pertama Kalinya Beri Dukungan Pengisian Bahan Bakar Pesawat Militer Korea Selatan, Sinyal Menguatnya Kerja Sama Pertahanan

badge-check


					Jepang untuk Pertama Kalinya Beri Dukungan Pengisian Bahan Bakar Pesawat Militer Korea Selatan, Sinyal Menguatnya Kerja Sama Pertahanan Perbesar

Angkatan Udara Bela Diri Jepang (Japan Air Self-Defense Force/JASDF) pada hari Rabu mengumumkan bahwa untuk pertama kalinya Jepang akan memberikan dukungan pengisian bahan bakar kepada pesawat militer Korea Selatan. Langkah ini dilakukan seiring rencana tim aerobatik Angkatan Udara Korea Selatan melakukan singgah di pangkalan Jepang di Okinawa dalam beberapa pekan ke depan.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya untuk menunjukkan penguatan hubungan pertahanan antara Jepang dan Korea Selatan, dua sekutu utama Amerika Serikat. Hal ini terjadi setelah pertukaran pertahanan bilateral kedua negara sempat terhenti dalam beberapa bulan terakhir, menyusul penerbangan latihan Angkatan Udara Korea Selatan di dekat pulau-pulau sengketa.

Di sisi lain, Tokyo dan Seoul tengah mengatur pertemuan antara Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Korea Selatan Ahn Gyu Back, yang kemungkinan akan digelar pada 30 Januari di Pangkalan Angkatan Laut Bela Diri Jepang (JMSDF) di Yokosuka, selatan Tokyo. Informasi ini disampaikan oleh sumber yang mengetahui rencana tersebut.

Menurut JASDF, misi pengisian bahan bakar ini akan melibatkan Black Eagles, tim aerobatik milik Angkatan Udara Korea Selatan. Tim tersebut dijadwalkan singgah di Pangkalan Udara Naha, Okinawa, pada 28 Januari, saat dalam perjalanan menuju Arab Saudi untuk menghadiri pameran pertahanan internasional.

Selain itu, operasi pengisian bahan bakar kedua juga direncanakan di Pangkalan Naha ketika tim Black Eagles kembali ke Korea Selatan pada akhir Februari.

Sebelumnya, dukungan pengisian bahan bakar untuk Black Eagles sebenarnya sudah direncanakan pada November lalu, namun dibatalkan secara mendadak setelah Jepang melayangkan protes. Protes tersebut muncul usai diketahui bahwa sebagian pesawat tim Black Eagles terbang di dekat sepasang pulau yang dikuasai Korea Selatan namun diklaim Jepang, yang dikenal sebagai Takeshima di Jepang dan Dokdo di Korea Selatan.

Sebagai dampak dari ketegangan tersebut, Korea Selatan memutuskan untuk tidak mengirimkan band militernya ke festival musik Pasukan Bela Diri Jepang di Tokyo. Selain itu, rencana latihan pencarian dan penyelamatan maritim bersama antara kedua negara juga dibatalkan.

Namun, saat Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung bertemu pekan lalu di wilayah barat Jepang, kedua pemimpin menegaskan kembali kemitraan strategis antara Jepang dan Korea Selatan, serta menyoroti pentingnya kerja sama keamanan trilateral dengan Amerika Serikat.

Dalam rencana pertemuan Koizumi dan Ahn yang diperkirakan berlangsung akhir bulan ini, keduanya juga diperkirakan akan menegaskan kembali kerja sama tiga pihak di tengah meningkatnya aktivitas militer China di Laut China Timur dan Laut China Selatan.

Kedua menteri pertahanan tersebut juga kemungkinan akan mengunjungi Pangkalan Angkatan Laut Amerika Serikat di Yokosuka, yang menjadi markas Armada ke-7 Angkatan Laut AS, armada Amerika terbesar yang ditempatkan secara permanen di luar negeri.

Menurut JASDF, pesawat militer Korea Selatan yang akan menerima pengisian bahan bakar terdiri dari sembilan jet latih T-50B dan satu pesawat angkut C-130J. Sementara itu, satu pesawat latih T-4 dari tim aerobatik Jepang, Blue Impulse, juga akan bergabung di Naha, dan para pejabat dari kedua angkatan udara akan bertukar pandangan mengenai penerbangan pertunjukan.

Saat ini, Jepang dan Korea Selatan belum memiliki perjanjian khusus terkait pertukaran perlengkapan pertahanan dan dukungan logistik, yang dikenal sebagai acquisition and cross-servicing agreement (ACSA).

Oleh karena itu, dukungan pengisian bahan bakar ini akan dilakukan berdasarkan Undang-Undang Pasukan Bela Diri Jepang, yang memungkinkan pemberian bahan bakar secara gratis kepada pesawat asing yang mendarat di pangkalan Pasukan Bela Diri Jepang, selama tidak ada cara lain untuk memperoleh logistik tersebut.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Anime Macross Frontier Akan Rilis Blu-ray Deluxe Edition pada 2027

9 October 2026 - 18:10 WIB

Mobil Berdiplomatik Rusia Tabrakan di Depan Kementerian Luar Negeri Jepang, Empat Orang Terluka

9 October 2026 - 15:10 WIB

Sambut Hari Godzilla, Stasiun Hibiya Tokyo Akan Putar Lagu Tema Godzilla Sebelum Kereta Berangkat

8 October 2026 - 14:10 WIB

Data Paspor Ratusan Pelanggan H.I.S. Diduga Bocor, Dua Perusahaan Jepang Umumkan Kebocoran Data

8 October 2026 - 11:10 WIB

Kasus WNI di Yamanashi Jepang Yang Tusuk Rekan Kerja Divonis 2 Tahun Penjara dengan Masa Percobaan

8 October 2026 - 10:10 WIB

Trending on News