Menu

Dark Mode
Restoran Tradisional di Kyoto Raih 3 Bintang Michelin Pertama dalam 6 Tahun Kepanikan di Kereta JR Jepang, 3 Orang Sekeluarga Dilarikan ke Rumah Sakit Timnas Indonesia Masuk Grup F di Piala Asia 2027, Hadapi Jepang hingga Qatar Prefektur Ibaraki Jepang Mulai Kasih Imbalan Uang untuk Pelapor Pekerja Asing Ilegal Meru Nukumi Gabung Serial Live-Action Baru GTO, Jadi Guru Pendamping Kelas Onizuka Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja

Teknologi

Jepang Wajibkan Fitur Anti Salah Injak Gas untuk Mobil Baru Mulai 2028

badge-check


					Jepang Wajibkan Fitur Anti Salah Injak Gas untuk Mobil Baru Mulai 2028 Perbesar

Kecelakaan akibat pengemudi lanjut usia yang keliru menginjak pedal gas alih-alih rem masih sering terjadi di Jepang. Terbaru, pada 13 Juni di Hokkaido, seorang wanita berusia 90-an tahun menabrak mobil lain, naik trotoar, lalu menabrak tembok Starbucks setelah salah menginjak pedal. Untungnya, tidak ada korban luka.

Pemerintah daerah di Jepang sudah memperketat perpanjangan SIM untuk lansia dengan tes kognitif, serta mendorong penyerahan SIM secara sukarela dengan imbalan diskon taksi dan transportasi umum. Namun, menurut data PBB, 1 dari 10 pengemudi di Jepang kini berusia di atas 75 tahun, sehingga langkah ini belum cukup membendung risiko.

Sebagai upaya baru, Kementerian Transportasi Jepang pada 17 Juni mengumumkan bahwa mulai 1 September 2028, semua mobil penumpang bertransmisi otomatis yang diproduksi di Jepang wajib memiliki fitur “acceleration pedal misapplication prevention system” atau sistem pencegah salah injak pedal gas. Mobil impor akan diwajibkan memiliki fitur ini mulai 1 September 2029.

Fitur ini membuat mobil tidak akan bisa melaju tiba-tiba, kecuali pengemudi melakukan tindakan tertentu yang membuktikan ia sadar, seperti baru saja menginjak rem, menyalakan lampu sein, atau menanjak. Toyota sudah punya fitur serupa yang bisa diaktifkan pada mobilnya.

Meski demikian, masalah keselamatan lansia di jalan bukan hanya soal salah injak pedal. Pada 11 Juni, seorang kakek berusia 99 tahun menabrak pengendara lain saat melaju 20 km/jam melawan arah di terowongan jalan tol. Meski sudah lolos tes perpanjangan SIM, ia tetap membahayakan orang lain.

Ahli psikiatri dan psikolog klinis Hideki Wada mengatakan penyebabnya bukan sekadar usia, melainkan efek samping obat-obatan yang dikonsumsi lansia. Hal ini jarang disorot karena stasiun TV banyak disponsori perusahaan farmasi.

Para pakar menilai, evaluasi obat yang dikonsumsi lansia seharusnya dilibatkan dalam penilaian kemampuan mengemudi, bukan hanya tes kognitif. Namun, selama masalah ini belum tertangani secara menyeluruh, risiko tetap ada dan perlu diatasi dengan perpaduan kebijakan, teknologi, dan edukasi.

Sc : JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Restoran Tradisional di Kyoto Raih 3 Bintang Michelin Pertama dalam 6 Tahun

12 May 2026 - 12:10 WIB

Kepanikan di Kereta JR Jepang, 3 Orang Sekeluarga Dilarikan ke Rumah Sakit

12 May 2026 - 10:10 WIB

Timnas Indonesia Masuk Grup F di Piala Asia 2027, Hadapi Jepang hingga Qatar

12 May 2026 - 05:50 WIB

Prefektur Ibaraki Jepang Mulai Kasih Imbalan Uang untuk Pelapor Pekerja Asing Ilegal

12 May 2026 - 05:46 WIB

Miyazaki Perkuat Kerja Sama dengan Indonesia untuk Perekrutan Tenaga Kerja

11 May 2026 - 12:10 WIB

Trending on News