Menu

Dark Mode
Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei Film Live-Action Gundam Mulai Produksi, Netflix Tambah Deretan Aktor Baru Animal Crossing Rayakan 25 Tahun, Nintendo Rilis Ilustrasi Spesial Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

News

Jumlah Kelahiran di Jepang 2024 Diperkirakan di Bawah 700.000 untuk Pertama Kalinya

badge-check


					Jumlah Kelahiran di Jepang 2024 Diperkirakan di Bawah 700.000 untuk Pertama Kalinya Perbesar

Angka kelahiran di Jepang pada tahun 2024 diperkirakan jatuh di bawah 700.000, setelah data pemerintah menunjukkan bahwa jumlah kelahiran dalam 11 bulan pertama tahun ini turun 5,1 persen menjadi 661.577.

Tren Menurun yang Mengkhawatirkan

Penurunan ini menyoroti tren di Jepang di mana semakin banyak orang yang memilih untuk tidak menikah atau menunda pernikahan, sebagian besar karena kekhawatiran tentang biaya hidup yang semakin tinggi dan tantangan dalam membesarkan anak. Efek berkepanjangan dari pandemi COVID-19 juga diperkirakan berdampak pada angka kelahiran ini.

Data Awal dan Proyeksi

Data awal dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mencakup kelahiran dari warga asing, tetapi angka tahunan penuh diperkirakan akan mengecualikan bayi yang lahir dari warga negara asing.

Angka kelahiran di Jepang telah mengalami tren penurunan sejak beberapa tahun terakhir:

  • Di bawah 900.000 pada 2019
  • Di bawah 800.000 pada 2022
  • Rekor terendah 727.277 pada 2023 sejak data pertama kali tersedia pada tahun 1899

Jika penurunan 3,8 persen dari tahun 2023 berlanjut, angka kelahiran 2024 akan berada di bawah 700.000. Dari Januari hingga Agustus 2024, penurunan mencapai 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tantangan untuk Masa Depan Jepang

Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial sebelumnya memperkirakan angka kelahiran 2024 akan mencapai 755.000 dan memprediksi kelahiran turun di bawah 700.000 pada tahun 2038. Namun, tren ini terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan.

Penurunan angka kelahiran ini juga memperburuk masalah kekurangan tenaga kerja, yang mengancam keberlanjutan sistem jaminan sosial seperti layanan kesehatan dan pensiun.

Upaya Pemerintah untuk Meningkatkan Angka Kelahiran

Pemerintah Jepang memandang dekade hingga awal 2030-an sebagai “kesempatan terakhir” untuk mengatasi krisis angka kelahiran. Beberapa langkah yang dilakukan meliputi:

  • Memperluas tunjangan anak
  • Memberikan insentif untuk cuti orang tua

Namun, tantangan besar masih menunggu, terutama jika tren ini terus berlanjut tanpa perubahan besar dalam kebijakan atau budaya masyarakat Jepang.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Aturan Verifikasi Usia Lebih Ketat di Media Sosial untuk Lindungi Anak

23 April 2026 - 13:10 WIB

Dua Kebakaran Hutan Terjadi Bersamaan di Iwate, Ribuan Warga Diminta Mengungsi

23 April 2026 - 11:10 WIB

Prefektur Ibaraki Siapkan Imbalan bagi Pelapor Pekerja Asing Ilegal Mulai 11 Mei

23 April 2026 - 08:59 WIB

Pekerja Wahana Hiburan di Tokyo Tewas Usai Terjebak Saat Inspeksi

22 April 2026 - 12:53 WIB

Jepang Longgarkan Aturan Ekspor Senjata, Bidik Kerja Sama Pertahanan Global

22 April 2026 - 12:10 WIB

Trending on News