Menu

Dark Mode
Budaya Diam di Kereta Saat di Jepang: Etika Tak Tertulis yang Dipatuhi Bersama Strategi Atur Waktu Check-in & Check-out Hotel Jepang Biar Liburan Lebih Efisien Kampanye Pemilu Jepang Dimulai, Takaichi Cari Mandat Baru di Tengah Isu Pajak dan Stabilitas Politik Film Live-Action Kedua Mr. Osomatsu Resmi Dijadwalkan Ulang Tayang 12 Juni Anime Nippon Sangoku Resmi Tayang April, Angkat Jepang Masa Depan dalam Era Tiga Kerajaan Wisatawan China Beralih Liburan ke Korea Selatan, Jepang Sebagai Destinasi Terancam Tergeser Saat Libur Imlek

News

Jumlah Kelahiran di Jepang 2024 Diperkirakan di Bawah 700.000 untuk Pertama Kalinya

badge-check


					Jumlah Kelahiran di Jepang 2024 Diperkirakan di Bawah 700.000 untuk Pertama Kalinya Perbesar

Angka kelahiran di Jepang pada tahun 2024 diperkirakan jatuh di bawah 700.000, setelah data pemerintah menunjukkan bahwa jumlah kelahiran dalam 11 bulan pertama tahun ini turun 5,1 persen menjadi 661.577.

Tren Menurun yang Mengkhawatirkan

Penurunan ini menyoroti tren di Jepang di mana semakin banyak orang yang memilih untuk tidak menikah atau menunda pernikahan, sebagian besar karena kekhawatiran tentang biaya hidup yang semakin tinggi dan tantangan dalam membesarkan anak. Efek berkepanjangan dari pandemi COVID-19 juga diperkirakan berdampak pada angka kelahiran ini.

Data Awal dan Proyeksi

Data awal dari Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan mencakup kelahiran dari warga asing, tetapi angka tahunan penuh diperkirakan akan mengecualikan bayi yang lahir dari warga negara asing.

Angka kelahiran di Jepang telah mengalami tren penurunan sejak beberapa tahun terakhir:

  • Di bawah 900.000 pada 2019
  • Di bawah 800.000 pada 2022
  • Rekor terendah 727.277 pada 2023 sejak data pertama kali tersedia pada tahun 1899

Jika penurunan 3,8 persen dari tahun 2023 berlanjut, angka kelahiran 2024 akan berada di bawah 700.000. Dari Januari hingga Agustus 2024, penurunan mencapai 5,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tantangan untuk Masa Depan Jepang

Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial sebelumnya memperkirakan angka kelahiran 2024 akan mencapai 755.000 dan memprediksi kelahiran turun di bawah 700.000 pada tahun 2038. Namun, tren ini terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan.

Penurunan angka kelahiran ini juga memperburuk masalah kekurangan tenaga kerja, yang mengancam keberlanjutan sistem jaminan sosial seperti layanan kesehatan dan pensiun.

Upaya Pemerintah untuk Meningkatkan Angka Kelahiran

Pemerintah Jepang memandang dekade hingga awal 2030-an sebagai “kesempatan terakhir” untuk mengatasi krisis angka kelahiran. Beberapa langkah yang dilakukan meliputi:

  • Memperluas tunjangan anak
  • Memberikan insentif untuk cuti orang tua

Namun, tantangan besar masih menunggu, terutama jika tren ini terus berlanjut tanpa perubahan besar dalam kebijakan atau budaya masyarakat Jepang.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kampanye Pemilu Jepang Dimulai, Takaichi Cari Mandat Baru di Tengah Isu Pajak dan Stabilitas Politik

28 January 2026 - 15:52 WIB

Wisatawan China Beralih Liburan ke Korea Selatan, Jepang Sebagai Destinasi Terancam Tergeser Saat Libur Imlek

28 January 2026 - 12:10 WIB

Kampanye Pemilu Februari Dikhawatirkan Ganggu Ujian Masuk Sekolah dan Universitas di Jepang

28 January 2026 - 11:10 WIB

2 Panda Jepang Pulang ke China, Ratusan Penggemar Panda di Jepang Sampaikan Perpisahan

28 January 2026 - 10:10 WIB

Survei Jepang: Lebih dari Separuh Anak Muda Usia 20 Tahun Aktif Mencari Pasangan

27 January 2026 - 20:43 WIB

Trending on News