Produsen makanan ringan ternama Jepang, Calbee Inc., mulai menjual kerupuk udang Kappa Ebisen dengan kemasan hitam putih di Tokyo pekan ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap ketidakpastian pasokan nafta, bahan baku turunan minyak bumi yang terdampak oleh konflik di Timur Tengah.
Di sebuah supermarket pada hari Senin, kemasan Kappa Ebisen berwarna hitam putih dengan tulisan “kemasan hemat minyak” terlihat dipajang berdampingan dengan produk makanan ringan lain yang masih menggunakan kemasan berwarna-warni.
Seorang pekerja kantoran yang mengambil produk tersebut mengatakan bahwa kemasan baru itu langsung menarik perhatiannya. Ia juga berharap kemasan tersebut bisa menjadi bahan obrolan bersama anak-anaknya mengenai berbagai isu sosial yang sedang terjadi.
Calbee mulai memperkenalkan kemasan monokrom untuk 14 produk utamanya sejak akhir Mei. Produk yang menggunakan kemasan baru tersebut tidak hanya Kappa Ebisen, tetapi juga beberapa varian keripik kentang dan sereal andalan perusahaan.
Nafta merupakan bahan baku penting yang digunakan dalam pembuatan plastik serta sebagai pelarut tinta cetak. Karena itu, kekhawatiran terhadap pasokan nafta akibat situasi di Timur Tengah mulai berdampak pada berbagai industri di Jepang, termasuk industri makanan.
Meskipun pemerintah Jepang menyatakan pasokan saat ini masih mencukupi, sejumlah perusahaan mulai mengambil langkah antisipasi untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan tersebut.
Produsen makanan dan permen Jepang, Fujiya Co., juga mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan mengurangi jumlah warna pada kemasan beberapa produknya mulai awal Juli.
Perusahaan mengatakan kenaikan harga nafta telah mendorong biaya tinta cetak menjadi lebih mahal.
Produk yang akan menggunakan desain kemasan baru antara lain biskuit cokelat Country Ma’am dan pastry renyah Fujiya Home Pie.
Sc : KN








