Menu

Dark Mode
Anime Tempal: Item no Chikara Ungkap Trailer Ketiga dan Dua Pengisi Suara Baru Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan Board Game Naruto Shippuden Battle Resmi Dibuka untuk Crowdfunding Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan Jepang Mulai Diskusikan Buka Pekerjaan Satpam untuk Warga Asing

News

Jumlah Pelajar Bahasa Jepang di Jepang Capai Rekor 294.198 Orang di 2024

badge-check


					Jumlah Pelajar Bahasa Jepang di Jepang Capai Rekor 294.198 Orang di 2024 Perbesar

Jumlah orang yang belajar Bahasa Jepang di Jepang mencapai angka rekor 294.198 tahun lalu, menurut survei terbaru pemerintah, menunjukkan bahwa permintaan terhadap pembelajaran bahasa ini terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk asing.

Sekitar dua per tiga dari total tersebut adalah pelajar asing di institusi pendidikan, dengan warga asal Tiongkok mendominasi jumlah peserta dalam survei — yang menjangkau 2.669 fasilitas pada November 2024.

Jumlah pelajar ini meningkat sebanyak 31.028 orang dari survei tahun 2023, berarti terjadi peningkatan hampir lima kali lipat dibandingkan tingkat pada tahun 1990, menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Jepang.

Jumlah pelajar bahasa Jepang ini juga telah pulih dari penurunan saat pandemi COVID-19.

Belakangan ini, Jepang menerima lebih banyak pekerja asing guna mengatasi kekurangan tenaga kerja domestik, meski pemerintah di bawah PM Sanae Takaichi — yang mulai menjabat Oktober lalu — tengah meninjau ulang kebijakan imigrasi.

Survei mencakup universitas, sekolah bahasa bersertifikasi pemerintah, pemerintah daerah, serta perusahaan swasta yang menawarkan kelas bahasa Jepang.

Namun hasil survei menunjukkan bahwa kelas Bahasa Jepang tidak tersedia bagi warga asing di 38,2% dari total 1.892 wilayah di seluruh Jepang — jika tidak termasuk kelas khusus bagi pelajar.

Selain para pelajar, sisanya adalah warga asing yang tinggal di Jepang untuk bekerja, anggota keluarga pendamping, atau peserta pelatihan keterampilan di bawah program pemerintah.

Berdasarkan negara asal, jumlah pelajar dari Tiongkok mencapai 78.821, diikuti Nepal 45.821, dan Vietnam 33.547.

Meskipun jumlah pelajar meningkat, dari total 50.309 pengajar kelas bahasa Jepang — sebagian besar adalah relawan — hanya 13,6% saja yang bekerja penuh waktu.

Hal ini menunjukkan tantangan besar dalam penyediaan tenaga pendidik profesional.

Beberapa pemerintah daerah menghadapi kesulitan nyata menyediakan pendidikan bahasa Jepang bagi warga asing: ada 170.455 orang tinggal di daerah yang disebut “area kosong” — di mana tidak tersedia kelas bahasa bagi nonpelajar.

Hanya Prefektur Hyōgo di barat Jepang yang dinyatakan tidak memiliki area kosong tersebut di antara 47 prefektur.

Sebaliknya, persentase wilayah tanpa fasilitas pembelajaran cukup tinggi di beberapa prefektur seperti:

  • Okinawa: 80,5%

  • Tottori: 73,7%

  • Hokkaido: 70,7%

Sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bank Sentral Jepang Naikkan Suku Bunga ke Level Tertinggi dalam 31 Tahun

19 September 2026 - 12:10 WIB

Pemprov Tokyo Pertimbangkan Larangan Buang Sampah Sembarangan

19 September 2026 - 10:10 WIB

Topan Dujuan Berpotensi Dekati Tokyo pada Senin, Ganggu Perjalanan Liburan

18 September 2026 - 10:10 WIB

Jepang Mulai Diskusikan Buka Pekerjaan Satpam untuk Warga Asing

18 September 2026 - 06:31 WIB

Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang

16 September 2026 - 13:30 WIB

Trending on News