Menu

Dark Mode
PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040 Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC

News

Jumlah Pendaftar Uji Sertifikasi Montir di Jepang Turun ke Rekor Terendah, Picu Kekhawatiran Kekurangan Tenaga

badge-check


					Jumlah Pendaftar Uji Sertifikasi Montir di Jepang Turun ke Rekor Terendah, Picu Kekhawatiran Kekurangan Tenaga Perbesar

Jumlah pendaftar uji sertifikasi montir mobil di Jepang anjlok ke angka terendah, yakni 35.504 orang pada tahun fiskal 2024, turun 51 persen dibandingkan puncaknya pada tahun fiskal 2004. Data ini diumumkan Asosiasi Promosi Layanan Otomotif Jepang (Japan Automobile Service Promotion Association) pada Minggu, memicu kekhawatiran akan kekurangan tenaga montir yang bisa berdampak pada keselamatan kendaraan.

Asosiasi yang mengelola ujian negara tersebut menyebut hampir separuh bisnis otomotif di Jepang sudah mengalami kekurangan montir. Kondisi ini bahkan memaksa sebagian bengkel membatasi jumlah kendaraan yang bisa mereka layani untuk pemeriksaan maupun perbaikan.

Para pelaku industri menilai kondisi kerja menjadi alasan utama sulitnya menarik tenaga baru. Seorang dealer menyebut pekerjaan ini kotor, berat secara fisik, dan gajinya rendah. Rata-rata gaji tahunan montir dilaporkan hanya sekitar 4,26 juta yen (sekitar Rp 460 juta).

Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang memperingatkan bahwa turunnya jumlah pendaftar bisa menggerus pasokan tenaga terampil yang sangat penting bagi keselamatan. Jika hal ini berlanjut, dikhawatirkan akan terjadi penundaan layanan hingga potensi adanya kerusakan yang terlewat terdeteksi, sehingga membahayakan masyarakat.

Sebagai solusi, pemerintah dan industri sedang mempertimbangkan beberapa langkah, mulai dari merekrut pekerja asal Asia Tenggara hingga memperluas penggunaan otomatisasi. Beberapa perusahaan juga beralih ke sistem digital untuk administrasi dan diagnostik agar bisa tetap beroperasi meski jumlah montir semakin berkurang, sambil menjaga standar keselamatan.

Sc ; JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PM Sanae Takaichi Targetkan Penangguhan Pajak Konsumsi Makanan Selama Dua Tahun

19 February 2026 - 11:10 WIB

Jenazah Diduga Tiga Korban Helikopter Wisata Jatuh di Gunung Aso Ditemukan

19 February 2026 - 10:10 WIB

Krisis Demografi Hantam Kampus Swasta Jepang, 30% Terancam Krisis Keuangan pada 2040

19 February 2026 - 09:36 WIB

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Trending on News