Menu

Dark Mode
Pemilik Toko Pijat Tokyo Diadukan ke Jaksa Atas Dugaan Eksploitasi Anak Thailand Shohei Ohtani Raih AP Male Athlete of the Year untuk Keempat Kalinya, Samai Rekor Legenda Dunia Developer Game Asal Jepang KLab Disuntik Dana Uni Emirat Arab Penjualan AC Melejit Akibat Musim Panas Ekstrem Tahun Ini, Industri Elektronik Jepang Catat Rekor Tertinggi Kedua Viral Video Siswa SMA Kyoto Ketahuan Mencuri Saat Studi Tur di Bali, Pihak Sekolah Minta Maaf KBRI Tokyo Pastikan WNI di Hokkaido, Aomori, dan Iwate Selamat Pascagempa 7,5 di Jepang

News

Kadokawa Diduga Bayar Rp46 Miliar kepada Peretas Rusia Setelah Serangan Siber

badge-check


					Kadokawa Diduga Bayar Rp46 Miliar kepada Peretas Rusia Setelah Serangan Siber Perbesar

Grup peretas yang diduga memiliki hubungan dengan Rusia mengklaim telah menerima $2,98 juta (sekitar Rp46 miliar) dalam mata uang kripto dari penerbit Jepang Kadokawa Corp. setelah serangan siber besar-besaran pada Juni lalu. Informasi ini terungkap dari investigasi perusahaan keamanan Unknown Technologies Inc., yang menemukan catatan transaksi online senilai jumlah tersebut di bulan yang sama.

Peretas, yang mengaku bagian dari geng ransomware BlackSuit, menyatakan telah mencuri dan mengenkripsi data pribadi dan keuangan sebesar 1,5 terabyte, termasuk informasi milik seluruh karyawan Dwango Co., anak perusahaan Kadokawa yang mengelola platform video niconico.

Serangan Siber dan Negosiasi Tuntutan

Serangan terjadi pada 8 Juni, menargetkan pusat data Kadokawa. Dalam email ke beberapa eksekutif, kelompok peretas mencoba menekan manajemen, mengklaim bahwa pembayaran $2,98 juta harus dilakukan dalam waktu 48 jam untuk mencegah kebocoran data lebih lanjut. Pada 13 Juni, COO Dwango, Shigetaka Kurita, berinteraksi langsung dengan peretas, menegosiasikan jumlah tuntutan awal sebesar $8,25 juta menjadi $3 juta, karena keterbatasan aturan kepatuhan perusahaan yang ketat setelah skandal suap Olimpiade Tokyo.

Reaksi Kadokawa dan Perdebatan

Kadokawa belum memberikan konfirmasi resmi terkait pembayaran tersebut, dengan alasan penyelidikan polisi yang masih berlangsung. Di sisi lain, kelompok peretas sebelumnya mengklaim tidak menerima uang, namun investigasi menemukan 44 Bitcoin—senilai sekitar $2,98 juta saat itu—telah ditransfer ke akun kripto pada tanggal yang sama.

“Negosiasi seperti ini seharusnya tidak dilakukan sembarangan, mengingat banyak peretas yang tidak mematuhi janjinya,” ujar seorang pejabat dari Unknown Technologies.

Kasus ini menimbulkan perdebatan di Jepang mengenai apakah pembayaran kepada peretas dapat dianggap sebagai langkah yang tepat dalam menghadapi ancaman siber besar-besaran.

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemilik Toko Pijat Tokyo Diadukan ke Jaksa Atas Dugaan Eksploitasi Anak Thailand

10 December 2025 - 19:00 WIB

Shohei Ohtani Raih AP Male Athlete of the Year untuk Keempat Kalinya, Samai Rekor Legenda Dunia

10 December 2025 - 18:30 WIB

Penjualan AC Melejit Akibat Musim Panas Ekstrem Tahun Ini, Industri Elektronik Jepang Catat Rekor Tertinggi Kedua

10 December 2025 - 15:10 WIB

Viral Video Siswa SMA Kyoto Ketahuan Mencuri Saat Studi Tur di Bali, Pihak Sekolah Minta Maaf

10 December 2025 - 14:10 WIB

KBRI Tokyo Pastikan WNI di Hokkaido, Aomori, dan Iwate Selamat Pascagempa 7,5 di Jepang

10 December 2025 - 13:10 WIB

Trending on News