Menu

Dark Mode
Film Live-Action Baru Kaiji Resmi Diumumkan, Tayang Januari 2027 Manga Nobunaga Concerto Kembali Setelah Vakum 2 Tahun, Akan Tamat dalam 3 Chapter Lagi Wanita Warga China Dirampok Rp870 Juta di Dekat Stasiun Ikebukuro Tokyo Jepang Pastikan Pasokan Minyak Tetap Aman Meski Selat Hormuz Ditutup Kapten Timnas Jepang Wataru Endo Mundur dari Skuad Timnas karena Cedera dan Umumkan Pensiun Internasional Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

News

Kadokawa Diduga Bayar Rp46 Miliar kepada Peretas Rusia Setelah Serangan Siber

badge-check


					Kadokawa Diduga Bayar Rp46 Miliar kepada Peretas Rusia Setelah Serangan Siber Perbesar

Grup peretas yang diduga memiliki hubungan dengan Rusia mengklaim telah menerima $2,98 juta (sekitar Rp46 miliar) dalam mata uang kripto dari penerbit Jepang Kadokawa Corp. setelah serangan siber besar-besaran pada Juni lalu. Informasi ini terungkap dari investigasi perusahaan keamanan Unknown Technologies Inc., yang menemukan catatan transaksi online senilai jumlah tersebut di bulan yang sama.

Peretas, yang mengaku bagian dari geng ransomware BlackSuit, menyatakan telah mencuri dan mengenkripsi data pribadi dan keuangan sebesar 1,5 terabyte, termasuk informasi milik seluruh karyawan Dwango Co., anak perusahaan Kadokawa yang mengelola platform video niconico.

Serangan Siber dan Negosiasi Tuntutan

Serangan terjadi pada 8 Juni, menargetkan pusat data Kadokawa. Dalam email ke beberapa eksekutif, kelompok peretas mencoba menekan manajemen, mengklaim bahwa pembayaran $2,98 juta harus dilakukan dalam waktu 48 jam untuk mencegah kebocoran data lebih lanjut. Pada 13 Juni, COO Dwango, Shigetaka Kurita, berinteraksi langsung dengan peretas, menegosiasikan jumlah tuntutan awal sebesar $8,25 juta menjadi $3 juta, karena keterbatasan aturan kepatuhan perusahaan yang ketat setelah skandal suap Olimpiade Tokyo.

Reaksi Kadokawa dan Perdebatan

Kadokawa belum memberikan konfirmasi resmi terkait pembayaran tersebut, dengan alasan penyelidikan polisi yang masih berlangsung. Di sisi lain, kelompok peretas sebelumnya mengklaim tidak menerima uang, namun investigasi menemukan 44 Bitcoin—senilai sekitar $2,98 juta saat itu—telah ditransfer ke akun kripto pada tanggal yang sama.

“Negosiasi seperti ini seharusnya tidak dilakukan sembarangan, mengingat banyak peretas yang tidak mematuhi janjinya,” ujar seorang pejabat dari Unknown Technologies.

Kasus ini menimbulkan perdebatan di Jepang mengenai apakah pembayaran kepada peretas dapat dianggap sebagai langkah yang tepat dalam menghadapi ancaman siber besar-besaran.

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Film Live-Action Baru Kaiji Resmi Diumumkan, Tayang Januari 2027

12 June 2026 - 19:10 WIB

Wanita Warga China Dirampok Rp870 Juta di Dekat Stasiun Ikebukuro Tokyo

12 June 2026 - 13:10 WIB

Jepang Pastikan Pasokan Minyak Tetap Aman Meski Selat Hormuz Ditutup

12 June 2026 - 12:10 WIB

Kapten Timnas Jepang Wataru Endo Mundur dari Skuad Timnas karena Cedera dan Umumkan Pensiun Internasional

12 June 2026 - 10:10 WIB

Tiga Bank Raksasa Jepang Akan Luncurkan Stablecoin Bersama untuk Investasi Saham

11 June 2026 - 15:10 WIB

Trending on News