Menu

Dark Mode
Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang Sony Resmi Tinggalkan Pasar Blu-ray Recorder, Streaming Jadi Penentu Zaman Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang Kosakata Jepang untuk Proses Check-out

News

Kasus Mycoplasma Pneumonia dan Influenza Meningkat di Jepang: Kombinasi Gejala yang Membebani

badge-check


					Kasus Mycoplasma Pneumonia dan Influenza Meningkat di Jepang: Kombinasi Gejala yang Membebani Perbesar

Musim influenza di Jepang sedang mencapai puncaknya, bersamaan dengan lonjakan pasien mycoplasma pneumonia yang ditandai oleh batuk berkepanjangan. Beberapa orang kini menghadapi kedua penyakit ini secara bersamaan, dengan gejala demam tinggi dan batuk parah.

Kasus Serius yang Muncul

Seorang siswa SMA di Tokyo mengembangkan demam tinggi hingga 38 derajat Celsius pada awal Desember. Meskipun sudah mengonsumsi obat penurun demam, gejala tidak kunjung membaik setelah empat hari. Setelah batuknya semakin parah, ia menjalani rontgen dada yang menunjukkan pneumonia, didiagnosis sebagai kemungkinan infeksi mycoplasma pneumonia. Suhu tubuhnya baru menurun setelah sembilan hari menjalani pengobatan antibiotik dan perawatan intensif.

Menurut Daisuke Ito, direktur Himawari Iin di Tokyo, “Kami menangani tiga hingga empat pasien setiap hari dengan terapi IV untuk mycoplasma pneumonia, situasi ini belum pernah terjadi sebelumnya.” Pada saat yang sama, kasus influenza meningkat dengan sekitar 20 pasien terdiagnosis positif setiap hari.

Gejala Influenza vs. Mycoplasma Pneumonia

  • Influenza: Demam tinggi, sakit tenggorokan, batuk, pilek, sakit kepala, serta nyeri sendi yang signifikan.
  • Mycoplasma Pneumonia: Batuk parah sebagai gejala utama, tetapi demam sering kali ringan atau tidak ada sama sekali.

Jika keduanya terjadi bersamaan, gejalanya lebih berat, meliputi demam tinggi, batuk intens, dan sesak napas.

Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Penyakit ini menyebar terutama melalui droplet. Berikut langkah pencegahannya:

  • Hindari kontak dekat dengan orang lain.
  • Cuci tangan secara menyeluruh dan bersihkan permukaan yang sering disentuh seperti gagang pintu.
  • Tidur cukup, minum banyak air, dan konsumsi makanan bergizi.
  • Hindari berbagi alat makan atau makan bersama dari piring besar.
  • Berkumur dengan air atau teh hijau untuk membantu mengurangi risiko infeksi.

Karena mycoplasma pneumonia sering kali tanpa demam, gejala seperti batuk terus-menerus, terutama saat tidur atau berbicara, perlu diwaspadai. Jika gejala menetap meskipun sudah mengonsumsi obat bebas, segera periksakan diri ke dokter.

Dengan langkah pencegahan yang tepat, risiko terkena kedua penyakit ini bisa diminimalkan, terutama di tengah lonjakan kasus yang sedang terjadi.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ribuan Kupon Beras di Kota Beppu Jepang Hilang, Diduga Tak Sengaja Terbuang

11 February 2026 - 12:10 WIB

Utang Jepang Tembus Rekor 1.342 Triliun Yen, Janji Belanja Besar Perdana Menteri Takaichi Jadi Sorotan

11 February 2026 - 10:10 WIB

Cosplay Detective Conan Dilarang di Sejumlah Event China

10 February 2026 - 19:10 WIB

Gaji Riil Pekerja Jepang Terus Turun Sepanjang 2025, Inflasi Jadi Ujian Awal Pemerintahan Sanae Takaichi

10 February 2026 - 17:10 WIB

Cat Rambut hingga Sneakers: Perusahaan Jepang Mulai Longgarkan Aturan Penampilan Demi Bertahan di Era Kekurangan Tenaga Kerja

10 February 2026 - 12:10 WIB

Trending on News