Menu

Dark Mode
Resident Evil Requiem Tembus 6 Juta Penjualan, Jadi Game Tercepat di Seri Resident Evil Kenshi Yonezu Raih Penghargaan di Tokyo Anime Award Festival Berkat Lagu Tema Anime Manga “Hirayasumi” Akan Diadaptasi Jadi Anime, Tayang 2027 Tolak Ikuti Seruan Trump, Jepang Tak Akan Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz Sakura Mulai Mekar di Kofu, Gifu, dan Kochi, Lebih Cepat dari Biasanya Anime “Welcome to Demon School! Iruma-kun” Season 4 Rilis April, Ungkap Opening Baru

News

Kasus Pertama di Kanagawa: Penjualan Poster Anime Hasil AI Dikenai Pelanggaran Hak Cipta

badge-check


					Kasus Pertama di Kanagawa: Penjualan Poster Anime Hasil AI Dikenai Pelanggaran Hak Cipta Perbesar

Pada 23 Januari, polisi di Prefektur Kanagawa menyerahkan dokumen kasus kepada jaksa terkait dua pria yang diduga melanggar hak cipta dengan menjual poster anime hasil modifikasi AI, termasuk karakter dari serial populer seperti “Neon Genesis Evangelion” dan “Yu-Gi-Oh!”.

Kedua tersangka adalah:

  1. Pria 36 tahun dari Asahi Ward, Yokohama
  2. Pria 40 tahun dari Hikone, Prefektur Shiga

Mereka didakwa melanggar hak cipta perusahaan produksi karena memodifikasi poster karakter anime menggunakan software AI generatif gratis dan menjualnya secara online antara Oktober 2023 hingga Maret 2024. Selain itu, mereka juga diketahui memiliki data digital poster tersebut dengan tujuan penjualan.

Salah satu karakter yang dimodifikasi adalah Asuka Langley Soryu (dikenal sebagai Shikinami Asuka Langley dalam seri film “Rebuild of Evangelion”). Para tersangka menggunakan teknologi AI untuk mengubah penampilan karakter, dengan fokus pada bagian tubuh tertentu.

Keuntungan dari Penjualan Ilegal

  • Pria Yokohama: Mendapatkan sekitar 10 juta yen (sekitar Rp960 juta) dari penjualan antara Oktober 2023 hingga Maret 2024.
  • Pria Hikone: Menghasilkan sekitar 5,7 juta yen (sekitar Rp547 juta) dari Juli 2023 hingga April 2024.

Kedua tersangka mengakui perbuatan mereka.

Ini menjadi kasus pertama di Prefektur Kanagawa yang melibatkan dakwaan kriminal atas pelanggaran hak cipta menggunakan teknologi AI.Kasus ini menyoroti tantangan hukum baru yang muncul akibat penggunaan teknologi AI dalam memodifikasi dan menjual karya yang melanggar hak cipta. Pemerintah Jepang kemungkinan akan memperketat regulasi untuk mencegah penyalahgunaan AI di masa depan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tolak Ikuti Seruan Trump, Jepang Tak Akan Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz

17 March 2026 - 10:10 WIB

Sakura Mulai Mekar di Kofu, Gifu, dan Kochi, Lebih Cepat dari Biasanya

17 March 2026 - 10:10 WIB

Pemerintah Jepang Pertimbangkan Penggunaan Nama Lahir di Dokumen Resmi Setelah Menikah

16 March 2026 - 15:10 WIB

Lebih dari 60% Anak Muda di Bawah 30 Tahun di Jepang Tidak Ingin Punya Anak

16 March 2026 - 11:10 WIB

Polisi Jepang Tangkap 7 Orang Termasuk Anggota Yakuza Terkait Perampokan Rp44 Miliar di Tokyo

16 March 2026 - 10:10 WIB

Trending on News