Menu

Dark Mode
Kosakata Jepang yang Sering Didengar dari Pengumuman Stasiun Manga Legendaris Shoujo “Red River” Dapat Adaptasi Anime, Tayang Musim Panas Tahun Ini Dead or Alive 6 Dapat Versi Baru! “Last Round” Rilis Juni, Support PS5, Xbox Series, & PC Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

News

Kelompok Hacker Rusia Klaim Retas Asahi Group Jepang, Curi 27 GB Data Internal

badge-check


					Kelompok Hacker Rusia Klaim Retas Asahi Group Jepang, Curi 27 GB Data Internal Perbesar

Sebuah kelompok peretas mengaku bertanggung jawab atas serangan siber minggu lalu terhadap raksasa minuman Jepang Asahi Group Holdings Ltd., dan menyatakan telah mencuri data karyawan serta dokumen internal perusahaan, menurut sumber keamanan siber pada Rabu (8/10).

Kelompok ransomware Qilin, yang diyakini berbasis di Rusia, mengunggah pernyataan di dark web, mengklaim telah mencuri sekitar 9.300 file atau sekitar 27 gigabita data, menurut sumber tersebut.

“Kami menemukan informasi di internet yang tampaknya merupakan data milik perusahaan kami dari serangan baru-baru ini,”
kata Asahi Group dalam pernyataan resminya.
“Detail dan cakupan data yang dicuri saat ini masih diselidiki.”

Perusahaan menambahkan,

“Jika hasil penyelidikan menunjukkan adanya kebocoran informasi, kami akan segera memberi tahu pihak-pihak yang terdampak. Serangan ini memengaruhi sistem di Jepang, namun belum ditemukan dampak pada sistem di luar negeri.”

Asahi Group menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai pencurian data, termasuk apakah mereka telah berkomunikasi dengan kelompok peretas tersebut.


🧯 Produksi Pabrik Sempat Terhenti

Asahi sebelumnya melaporkan serangan ransomware pada 29 September, yang menyebabkan gagalnya sistem internal, memaksa perusahaan menghentikan produksi di banyak pabrik dalam negeri dan menunda peluncuran beberapa produk baru.

Ransomware adalah jenis perangkat lunak berbahaya yang mengenkripsi data sehingga tidak dapat diakses hingga korban membayar tebusan.
Kelompok Qilin diketahui telah melancarkan serangan siber ke berbagai negara sejak 2022, menurut sejumlah sumber keamanan siber internasional.


🕵️‍♀️ Tekanan Ganda dari Hacker

Menurut Yukimi Sota dari Proofpoint Jepang, anak perusahaan keamanan siber asal AS, kelompok hacker biasanya menggunakan strategi dua langkah untuk memaksa korban membayar tebusan.

“Kemungkinan besar, para peretas gagal memeras uang dari Asahi melalui negosiasi langsung,
sehingga mereka mencoba memberi tekanan tambahan dengan menyebarkan dokumen-dokumen yang dicuri,”
ujar Sota.

Asahi Group pada Senin lalu menyatakan operasi pabrik bir domestiknya sudah mulai berjalan kembali,
namun hingga Rabu belum diketahui kapan sistem perusahaan akan pulih sepenuhnya, karena pengiriman bir dan produk lainnya masih terganggu.

Sc ; KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News