Menu

Dark Mode
Manga One-Shot Perdana Kreator Gintama “Dandelion” Dapat Adaptasi Anime, Tayang April di Netflix PM Jepang Sanae Takaichi Tegaskan Tolak Perubahan Aturan Suksesi Kekaisaran Jepang Batasi Power Bank di Pesawat Maksimal Dua per Penumpang, Dilarang Digunakan Saat Terbang Kagoshima Subsidi Penuh Tiket Shinkansen untuk Turis Asing, Tuai Kritik Publik Film Anime Perdana Chiikawa Tayang 24 Juli, Angkat Arc “Pulau Putri Duyung” Drama Live-Action Solitary Gourmet Umumkan Season 11, Tayang April 2026

Culture

Kenapa Lampu Lalu Lintas di Jepang Disebut Biru, Bukan Hijau?

badge-check


					Kenapa Lampu Lalu Lintas di Jepang Disebut Biru, Bukan Hijau? Perbesar

Kalau kamu pernah berada di Jepang, ada hal unik yang mungkin bikin bingung: lampu lalu lintas warna “hijau” justru disebut “aoi” (青い) yang artinya biru. Padahal jelas-jelas warnanya hijau. Kok bisa begitu?


1. Warna dalam Bahasa Jepang Kuno

Dalam bahasa Jepang kuno, hanya ada empat kategori warna utama: putih (shiro), hitam (kuro), merah (aka), dan biru (ao).
Segala sesuatu yang bukan putih, hitam, atau merah sering masuk kategori “biru” (ao). Karena itu, dulu warna hijau pun dianggap bagian dari “biru”.

Contohnya, sampai sekarang orang Jepang masih menyebut:

Jadi, penggunaan kata “ao” untuk warna hijau punya akar sejarah panjang.


2. Standar Internasional vs. Kebiasaan Jepang

Saat lampu lalu lintas diperkenalkan di Jepang pada tahun 1930-an, warnanya mengikuti standar internasional: merah, kuning, hijau.
Namun, masyarakat Jepang tetap menyebut lampu “hijau” itu sebagai aoi shingō (青信号) = lampu biru karena sudah terbiasa dengan istilah “ao” untuk menyebut warna hijau.


3. Trik Warna “Hijau-Biru”

Agar sesuai dengan standar internasional tapi tetap bisa disebut “biru” oleh orang Jepang, pemerintah Jepang akhirnya memilih warna lampu yang hijau kebiruan. Jadi, secara teknis lampunya masih hijau, tapi dengan nuansa biru yang kuat, sehingga cocok dengan sebutan aoi.


4. Budaya Bahasa yang Masih Bertahan

Hingga sekarang, orang Jepang tetap memakai istilah aoi shingō untuk menyebut lampu hijau.
Bagi orang asing, ini bisa terdengar aneh, tapi bagi orang Jepang, itu wajar saja. Sama seperti mereka masih menyebut daun hijau sebagai aoba (daun biru).


Lampu hijau di Jepang disebut biru bukan karena salah lihat, melainkan karena sejarah linguistik dan budaya warna Jepang. Dulu, “ao” mencakup biru sekaligus hijau, dan kebiasaan itu bertahan sampai kini.

Jadi, kalau kamu mendengar orang Jepang bilang “aoi shingō da!” (Lampunya biru!), jangan bingung. Mereka sebenarnya sedang bilang, “Silakan jalan, lampunya hijau!” 🚦

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Mengapa Orang Jepang Jarang Menolak Secara Langsung

18 February 2026 - 09:00 WIB

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture