Di lingkungan kerja Jepang, dua ungkapan yang sering terdengar adalah お疲れ様 (Otsukaresama) dan ご苦労様 (Gokurousama). Kedua frasa ini memiliki makna yang mirip, yaitu untuk menghargai usaha seseorang, tetapi penggunaannya berbeda tergantung pada hubungan hierarki dan konteks. Artikel ini akan membahas perbedaan dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan masing-masing ungkapan.
Makna dan Penggunaan ‘Otsukaresama’
Otsukaresama berasal dari kata 疲れ (tsukare) yang berarti “kelelahan” atau “letih”, dan digunakan untuk mengakui kerja keras seseorang. Ungkapan ini secara harfiah dapat diartikan sebagai “Anda pasti lelah (setelah bekerja keras),” tetapi lebih sering digunakan sebagai bentuk penghormatan atau salam di tempat kerja.
Kapan Menggunakan ‘Otsukaresama’?
- Saat Bertemu atau Berpisah di Tempat Kerja
- Digunakan untuk menyapa rekan kerja saat bertemu di kantor atau saat pulang kerja.
- Contoh:
- お疲れ様です! (Otsukaresama desu!) – “Terima kasih atas kerja keras Anda!”
- お疲れ様でした! (Otsukaresama deshita!) – “Kerja keras Anda hari ini luar biasa!”
- Untuk Menghargai Usaha Rekan Kerja
- Ketika seseorang menyelesaikan tugas atau proyek, kita bisa mengucapkan Otsukaresama sebagai bentuk penghargaan.
- Digunakan baik di antara kolega maupun kepada atasan dalam situasi santai.
- Dalam Acara atau Kegiatan Kerja
- Setelah rapat, seminar, atau acara kerja lainnya, peserta bisa saling mengucapkan Otsukaresama desu sebagai tanda bahwa mereka menghargai kontribusi satu sama lain.
Makna dan Penggunaan ‘Gokurousama’
Gokurousama memiliki arti serupa dengan Otsukaresama, tetapi lebih sering digunakan oleh atasan kepada bawahan. Kata 苦労 (kurou) berarti “kerja keras” atau “usaha yang melelahkan,” sehingga Gokurousama dapat diartikan sebagai “Terima kasih atas kerja keras Anda.”
Kapan Menggunakan ‘Gokurousama’?
- Ketika Atasan Menghargai Usaha Bawahan
- Biasanya digunakan oleh orang yang memiliki posisi lebih tinggi untuk mengucapkan terima kasih kepada bawahannya setelah mereka menyelesaikan tugas tertentu.
- Contoh:
- ご苦労様でした! (Gokurousama deshita!) – “Terima kasih atas kerja kerasmu!”
- Setelah Proyek atau Pekerjaan Tertentu Selesai
- Atasan bisa menggunakan Gokurousama deshita setelah karyawan menyelesaikan suatu pekerjaan yang signifikan.
Perbedaan Utama antara ‘Otsukaresama’ dan ‘Gokurousama’
| Aspek | Otsukaresama | Gokurousama |
|---|---|---|
| Digunakan oleh | Rekan kerja, bawahan kepada atasan, atau dalam suasana netral | Atasan kepada bawahan |
| Konteks | Salam di tempat kerja, penghargaan atas usaha | Mengapresiasi kerja bawahan |
| Formalitas | Netral, bisa digunakan dengan siapa saja | Lebih formal dan hanya dari atasan ke bawahan |
Kesalahan yang Perlu Dihindari
- Jangan gunakan ‘Gokurousama’ kepada atasan
- Menggunakan Gokurousama kepada atasan dianggap tidak sopan karena mengandung kesan bahwa kita menganggap mereka lebih rendah dalam hierarki.
- Sebagai gantinya, gunakan Otsukaresama desu yang lebih netral.
- Gunakan ‘Otsukaresama’ dalam situasi yang lebih umum
- Jika ragu antara Otsukaresama atau Gokurousama, lebih aman menggunakan Otsukaresama, karena bisa digunakan dalam berbagai situasi tanpa risiko terdengar tidak sopan.
Baik Otsukaresama maupun Gokurousama adalah ungkapan penting dalam budaya kerja Jepang yang menunjukkan penghargaan atas kerja keras seseorang. Otsukaresama lebih fleksibel dan dapat digunakan kepada siapa saja, sementara Gokurousama digunakan secara khusus oleh atasan kepada bawahan. Dengan memahami perbedaan ini, kita dapat menggunakan bahasa Jepang dengan lebih sopan dan sesuai konteks dalam lingkungan kerja.










