Menu

Dark Mode
Jumlah Lansia Berusia 100 Tahun ke Atas di Jepang Capai Rekor 107.677 Orang Anime The Fable Musim Kedua akan Tayang Januari 2027, Teaser Trailer Dirilis Harga Tanah Rata-Rata di Jepang Naik untuk Tahun Kelima Berturut-Turut, Didukung Permintaan Perumahan dan Pariwisata Layanan Taksi Tanpa Sopir Pertama di Jepang Ditargetkan Berjalan di Tahun 2027 Anime Mobile Suit Gundam RG XARX-ZERO Akan Tayang di Jepang dan Amerika Utara pada April 2027 Viral! Ada Papan Peringatan yang Ditujukan Khusus ke Wisatawan Indonesia di Tateyama Kurobe

Teknologi

Keren! Tim Peneliti dari Kyoto Berhasil Menemukan Cara Mendeteksi Kanker Pankreas dengan Kecerdasan Buatan


					Keren! Tim Peneliti dari Kyoto Berhasil Menemukan Cara Mendeteksi Kanker Pankreas dengan Kecerdasan Buatan Perbesar

Para peneliti di Jepang telah mengembangkan metode baru yang sangat akurat untuk mendeteksi tanda-tanda awal kanker pankreas menggunakan kecerdasan buatan (AI). Kanker ini terkenal sulit dideteksi pada tahap awal dan tidak ada pengobatan yang efektif setelah berkembang, sehingga sering kali berujung fatal.

Tim dari Universitas Kyoto dan perusahaan peralatan medis Arkray Inc. di Kyoto berhasil menciptakan model identifikasi tumor menggunakan pembelajaran mesin otomatis. Menurut Akihisa Fukuda, seorang profesor gastroenterologi di Universitas Kyoto, metode ini memungkinkan deteksi dini kanker pankreas tanpa menyebabkan kerusakan berarti pada tubuh.

Langkah selanjutnya adalah menguji metode ini dalam skala yang lebih luas untuk mendapatkan persetujuan pemerintah, agar teknik ini bisa digunakan di klinik.

Setiap tahun, sekitar 44.000 orang di Jepang didiagnosis menderita kanker pankreas, menjadikannya penyebab kematian akibat kanker keempat pada pria dan ketiga pada wanita. Tingkat kelangsungan hidup meningkat secara signifikan jika tumor terdeteksi pada tahap awal, namun kebanyakan pasien baru terdiagnosis pada tahap lanjut, di mana kanker sudah tidak menunjukkan gejala awal.

Hingga kini, belum ada metode diagnostik yang efektif untuk mendeteksi kanker pankreas pada tahap awal. Tim ini menggunakan microRNA, potongan kecil RNA yang mengatur fungsi genetik, untuk dikombinasikan dengan penanda tumor tradisional dalam menciptakan model diagnostik. Dari lebih dari 2.500 microRNA yang ditemukan dalam darah, 100 jenis yang paling umum dipilih untuk model ini.

Data dikumpulkan dari 93 individu sehat dan 92 pasien kanker pankreas di 17 pusat medis, termasuk Rumah Sakit Universitas Kyoto. Data ini kemudian diproses oleh sistem AI untuk mengembangkan model deteksi kanker yang lebih akurat. Ketika diuji pada 240 pasien tambahan, model ini berhasil mendeteksi hingga 83% kasus kanker pankreas pada tahap 1, dibandingkan dengan hanya 29% menggunakan penanda tumor saja.

Hasil ini menunjukkan bahwa metode AI ini sangat efektif untuk mendeteksi kanker pada tahap paling awal, yang biasanya sulit ditemukan. Pada tahap yang lebih lanjut, tingkat keberhasilan metode ini berkisar antara 93% hingga 97%, dengan tingkat keberhasilan keseluruhan mencapai 90%.

Arkray berencana meluncurkan prototipe metode ini ke pasar untuk penelitian dalam satu hingga dua tahun mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Fujitsu Mulai Jual Global Chip AI Buatan Jepang “Monaka” Mulai November

15 September 2026 - 15:10 WIB

ANA Mulai Gunakan Robot Telepresence untuk Bantu Penumpang di Bandara Regional Jepang

7 September 2026 - 13:36 WIB

Honda Kembangkan Tangan Robot Canggih, Siap Gantikan Pekerjaan di Pabrik?

6 August 2026 - 12:30 WIB

Jepang Kembangkan Kembang Api Ramah Lingkungan, Sisa Ledakannya Bisa Larut dalam Sehari

3 August 2026 - 15:10 WIB

KDDI Luncurkan Aplikasi AI dengan Jawaban Bersumber dari Media Resmi Jepang

29 July 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi