Menu

Dark Mode
Bukan Sebagai Penguasa, Apa Fungsi Kaisar Jepang Sekarang Kalau Bukan Ngatur Negara? Mayat Perempuan Ditemukan Tersembunyi di Dalam Dinding Bar di Hokkaido, Operasional Tetap Berjalan Manga Baru Bertema Tukar Tubuh “Kae Dama” Akan Diluncurkan Januari Ini Girl Group Philosophy no Dance Akan Mengakhiri Aktivitas dengan Konser Terakhir pada Juni Bahasa Jepang yang Sering Disalahartikan Orang Indonesia Manga Firefly Wedding Tamat, Akan Hadir Cerita Spinoff Mulai Februari

Makanan

Koya-dofu: Tahu Kering Tradisional dari Jepang

badge-check


					Koya-dofu: Tahu Kering Tradisional dari Jepang Perbesar

Koya-dofu (高野豆腐) adalah sejenis tahu kering yang berasal dari daerah pegunungan di Jepang, khususnya dari Koya, Prefektur Wakayama. Makanan ini dikenal karena teksturnya yang unik dan kemampuannya untuk menyerap rasa, menjadikannya bahan yang sangat fleksibel dalam berbagai hidangan.

Koya-dofu pertama kali dibuat oleh para biksu di Koya-san, pusat agama Buddha Shingon, sekitar abad ke-8. Para biksu memerlukan makanan yang dapat bertahan lama dan bergizi, sehingga mereka menciptakan koya-dofu sebagai alternatif yang praktis. Sejak saat itu, koya-dofu telah menjadi bagian penting dari masakan vegetarian Jepang, terutama selama bulan puasa dan acara keagamaan.

Proses Pembuatan

Pembuatan koya-dofu melibatkan beberapa langkah:

  1. Penggilingan Kedelai: Kedelai yang telah direndam digiling untuk membuat susu kedelai.
  2. Koagulasi: Susu kedelai dicampur dengan koagulan, biasanya magnesium klorida, untuk membentuk tahu.
  3. Pengeringan: Tahu yang dihasilkan kemudian dipotong dan dikeringkan dengan cara yang unik. Keringnya udara dingin pegunungan memberikan tekstur yang khas dan rasa yang lezat.
  4. Penyimpanan: Koya-dofu yang sudah kering dapat disimpan dalam waktu lama, membuatnya menjadi bahan makanan yang sangat praktis.

Ciri Khas dan Tekstur

Koya-dofu memiliki warna putih atau krem dan tekstur yang kenyal dan ringan. Ketika direbus atau direndam, koya-dofu akan menyerap cairan dan rasa dari bahan-bahan lain, menjadikannya sangat cocok untuk berbagai hidangan.

Cara Penyajian

Koya-dofu dapat disiapkan dalam berbagai cara, antara lain:

  • Sup: Koya-dofu sering digunakan dalam sup miso, memberikan rasa yang kaya dan konsistensi yang lembut.
  • Salad: Setelah direndam, koya-dofu dapat ditambahkan ke salad, memberikan tekstur yang menarik dan protein tambahan.
  • Masakan Tumis: Koya-dofu juga bisa dipotong kecil dan ditumis dengan sayuran dan saus, menciptakan hidangan yang lezat dan sehat.
  • Hidangan Miso: Koya-dofu biasanya dimasak dengan miso dan bahan lain, menghasilkan kombinasi rasa yang kaya.

Kesehatan dan Nutrisi

Koya-dofu kaya akan protein, serat, dan mineral, menjadikannya pilihan yang sehat dan bergizi. Dengan rendah kalori dan tanpa kolesterol, koya-dofu menjadi pilihan ideal untuk diet vegetarian dan vegan.

Mengapa Mencoba Koya-dofu?

Bagi penggemar kuliner yang ingin menjelajahi keunikan masakan Jepang, koya-dofu adalah pilihan yang menarik. Dengan kemampuannya menyerap rasa dan nutrisi yang baik, koya-dofu adalah bahan makanan yang dapat memperkaya pengalaman kuliner Anda.

Koya-dofu adalah salah satu delicacy Jepang yang sering diabaikan, tetapi memiliki banyak potensi dalam dunia kuliner. Dengan sejarah yang kaya, proses pembuatan yang unik, dan berbagai cara penyajian, koya-dofu menjadi bahan yang patut dicoba bagi siapa pun yang ingin menjelajahi kekayaan masakan Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Di Balik Tren Matcha Jepang Meledak di Pasar Global, Produk Tiruan dari China Banyak Bermunculan

6 January 2026 - 14:30 WIB

Nikuman dan Anman: Roti Kukus Favorit Saat Dingin Mulai Datang

22 December 2025 - 16:10 WIB

Hitsumabushi Asli Nagoya: Cara Makan Unagi Bertahap yang Unik dan Penuh Filosofi

18 December 2025 - 17:30 WIB

Karasumi: Telur Ikan yang Diasinkan dan Dijemur Jadi Delikates Tradisional Jepang

17 December 2025 - 09:41 WIB

Yatai: Kultur Street Food Kaki Lima Musiman yang Hangat di Jepang

19 November 2025 - 20:00 WIB

Trending on Culture