Menu

Dark Mode
Anime Record of Ragnarok Resmi Berlanjut ke Season 4, Trailer Perdana Dirilis Anime Snowball Earth Dipastikan Berlanjut ke Season 2, Trailer Perdana Resmi Dirilis Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang AI di Jepang Kini Bisa “Menerjemahkan” Tangisan Bayi, Bantu Orang Tua Tahu Penyebabnya

News

Laba Honda Turun 24,5%, Prediksi Anjlok 70% Tahun Depan Akibat Tarif Trump dan Penurunan Penjualan di Tiongkok

badge-check


					Laba Honda Turun 24,5%, Prediksi Anjlok 70% Tahun Depan Akibat Tarif Trump dan Penurunan Penjualan di Tiongkok Perbesar

Honda Motor Co. melaporkan penurunan laba sebesar 24,5% untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret, terutama akibat penurunan penjualan kendaraan di Tiongkok dan dampak tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump. Produsen mobil asal Jepang itu memperingatkan bahwa beban tarif ini akan memperburuk kinerja keuangan mereka pada tahun depan.

Dalam laporan yang dirilis Selasa (14/5), Honda mencatatkan laba tahunan sebesar 835,8 miliar yen (sekitar $5,6 miliar), turun dari 1,1 triliun yen pada tahun fiskal sebelumnya. Penjualan tahunan masih naik 6,2%, mencapai hampir 21,69 triliun yen ($147 miliar).

Meski penjualan sepeda motor global mencetak rekor dengan lebih dari 21 juta unit, dan penjualan kendaraan hybrid juga mencatat hasil baik (terutama di pasar AS), Honda tetap terpukul oleh biaya riset dan pengembangan yang tinggi serta melemahnya pasar Tiongkok.

Wakil Presiden Eksekutif Noriya Kaihara mengatakan bahwa tarif Trump diperkirakan akan menghapus 650 miliar yen ($4,4 miliar) dari laba operasional untuk tahun fiskal berikutnya (hingga Maret 2026). Tarif tersebut terutama dikenakan pada kendaraan dari Kanada dan Meksiko, dua negara tempat Honda memiliki pabrik besar. Sebaliknya, ekspor langsung dari Jepang ke AS dianggap tidak signifikan.

Honda memperkirakan penurunan laba drastis sebesar 70% pada tahun fiskal mendatang, dengan laba hanya 250 miliar yen ($1,7 miliar) dan penurunan penjualan menjadi 20,3 triliun yen ($137 miliar), turun 6%.

CEO Honda Toshihiro Mibe menekankan bahwa perusahaan akan berupaya meminimalkan dampak tarif dengan memindahkan produksi ke pabrik di AS dan mengevaluasi ulang rencana investasi global mereka. Ia mengakui bahwa semua keputusan akan diambil dengan “sangat hati-hati”.

Mibe juga menegaskan bahwa Honda tetap berkomitmen untuk meningkatkan produksi kendaraan listrik (EV), meskipun menghadapi tantangan dari kebijakan Trump yang tidak ramah terhadap mobil listrik. Beberapa produsen otomotif lainnya bahkan mulai mengurangi target elektrifikasi karena ketidakpastian regulasi dan pasar.

Sebelumnya, Honda sempat menjajaki kerja sama dengan Nissan dan Mitsubishi Motors untuk membentuk perusahaan induk bersama. Namun, rencana tersebut gagal setelah Nissan menyatakan mundur karena merasa tidak diuntungkan.

Di tengah ketidakpastian geopolitik dan pasar, Honda kini menghadapi tantangan berat dalam mempertahankan daya saing dan profitabilitasnya — sekaligus menjaga komitmen menuju masa depan yang lebih ramah lingkungan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Indonesia dan Jepang Perkuat Diplomasi Budaya, Museum KAA Bandung Akan Dikembangkan Bersama

27 June 2026 - 12:10 WIB

Polisi Jepang Salah Tangkap Warga Nepal karena Tak Mengenali Kartu Izin Tinggal Model Baru

27 June 2026 - 10:10 WIB

Aturan Visa Bisnis Jepang yang Lebih Ketat Bikin Warga China Khawatir Harus Tinggalkan Jepang

26 June 2026 - 18:00 WIB

Hasil Jepang vs Swedia: Daizen Maeda Cetak Gol, Laga Berakhir Imbang 1-1

26 June 2026 - 12:34 WIB

Jepang Akan Perluas Pengawasan Pembelian Apartemen oleh Warga Asing yang Tinggal di Jepang

26 June 2026 - 12:10 WIB

Trending on News