Menu

Dark Mode
Netflix Rilis Video Baru Cosmic Princess Kaguya!, Tayang 22 Januari Survei: Anak Muda Jepang Makin Positif soal Pacaran dan Pernikahan Kebakaran Hutan Terjadi di Gunma, Pemerintah Minta Bantuan Pasukan Bela Diri Novel Isekai Full Clearing Another World under a Goddess with Zero Believers Dapat Adaptasi Anime TV Ungkapan Jepang Khas Chat & Internet yang Sering Dipakai Nōkanshi: Profesi Sunyi yang Menjaga Martabat di Akhir Hayat di Jepang

News

Lebih dari 70% Anak Jepang Punya Teman Online

badge-check


					Lebih dari 70% Anak Jepang Punya Teman Online Perbesar

Bertemu teman lewat game atau media sosial kini terasa sama wajarnya dengan bermain di taman bermain.

Dulu, membuat teman baru biasanya berarti menghampiri anak lain di taman, di sekolah, atau di halaman bermain lalu bertanya, “Mau main bareng?” Sekarang, meski situasi seperti itu masih ada, semakin banyak anak yang justru bertemu teman lewat game online, media sosial, dan komunitas daring.

Menurut survei terhadap lebih dari 1.600 siswa SD dan SMP di Jepang yang dilakukan oleh portal internet anak-anak Nifty Kids, lebih dari 70 persen responden mengatakan mereka memiliki setidaknya satu teman online. Angka ini terus meningkat setiap tahun, menunjukkan bahwa internet kini sudah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari anak-anak. Bagi banyak anak, mengobrol online atau bermain game bersama terasa sama alaminya dengan mengajak teman main ke rumah sepulang sekolah.

Temuan menarik lainnya adalah bahwa banyak dari teman online ini berusia lebih tua. Sekitar 40 persen anak mengatakan mereka sering berinteraksi dengan orang yang berusia satu hingga tiga tahun lebih tua dari mereka, bahkan ada juga yang selisih usianya lebih jauh. Hobi yang sama, game favorit, atau minat tertentu membuat anak-anak mudah terhubung lintas usia, sesuatu yang dulu jarang terjadi dalam pergaulan anak-anak yang sepenuhnya offline.

Namun tentu saja, hal ini juga membawa risiko. Survei tersebut menunjukkan angka yang cukup mengejutkan: 81,9 persen anak mengaku pernah membagikan informasi pribadi kepada teman online mereka. Informasi yang paling sering dibagikan adalah usia, jenis kelamin, dan tanggal lahir, masing-masing sebesar 87,6 persen, 81,4 persen, dan 71,9 persen. Setelah itu disusul dengan wilayah tempat tinggal secara umum dan nama depan. Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru, namun tetap menegaskan pentingnya peran orang tua untuk lebih memperhatikan penggunaan internet anak-anak.

Meski begitu, anak-anak saat ini juga terlihat cukup berhati-hati. Hampir 90 persen anak yang memiliki teman online mengatakan mereka belum pernah bertemu langsung di dunia nyata. Ketika ditanya apakah mereka ingin bertemu, jawaban yang paling sering muncul adalah “tidak ingin” atau “ingin, tapi takut.” Ada pula yang mengatakan baru akan mempertimbangkannya saat sudah lebih besar atau setelah benar-benar mengenal orang tersebut.

Bagi sebagian anak, teman online adalah orang yang bisa diajak bicara dengan bebas, berbagi minat, dan menjadi tempat curhat tanpa tekanan sosial seperti di dunia nyata, namun tetap dengan jarak yang aman. Di sisi lain, ada juga anak yang tetap bersikap waspada dan beranggapan bahwa teman online tidak sepenuhnya bisa dipercaya.

Meski hubungan pertemanan kini berubah, esensinya tetap sama. Anak-anak masih menikmati berbagi kesenangan, bermain bersama, dan menemukan minat baru. Bedanya, sekarang ada sinyal Wi-Fi yang ikut menyertainya.

Sc : PRtimes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Survei: Anak Muda Jepang Makin Positif soal Pacaran dan Pernikahan

12 January 2026 - 11:10 WIB

Kebakaran Hutan Terjadi di Gunma, Pemerintah Minta Bantuan Pasukan Bela Diri

12 January 2026 - 10:10 WIB

Ancaman China Dominasi Kekhawatiran Keamanan Publik Jepang

10 January 2026 - 18:10 WIB

Jepang Siapkan Aturan Royalti Musik Latar untuk Kafe dan Gym

10 January 2026 - 18:10 WIB

Hampir 1 dari 10 Anak Muda di Jepang Kini Berasal dari Warga Asing

10 January 2026 - 18:10 WIB

Trending on News