Menu

Dark Mode
Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi Seiyuu Ran Mōri Wakana Yamazaki Hiatus karena Perawatan Medis, Perannya Sementara Digantikan Akemi Okamura Film Kamen Rider Agito 55th Anniversary Tambah 8 Pemain Baru, Aktor Legendaris Ikut Turun Gunung Kartu Pokémon Langka Pecahkan Rekor Dunia, Terjual Rp260 Miliar Lebih di Lelang Amerika

News

Limbah Popok Dewasa Bekas Jadi Tantangan Baru Jepang: Produsen Temukan Cara Daur Ulang Ramah Lingkungan

badge-check


					Limbah Popok Dewasa Bekas Jadi Tantangan Baru Jepang: Produsen Temukan Cara Daur Ulang Ramah Lingkungan Perbesar

Menghadapi meningkatnya jumlah popok dewasa bekas, sejumlah produsen besar di Jepang kini berlomba mencari cara inovatif untuk mendaur ulang limbah tersebut — mengubah sampah menjadi sumber daya baru demi mengurangi pembakaran dan emisi karbon.

Langkah ini sejalan dengan pedoman Kementerian Lingkungan Jepang (Environment Ministry) yang diterbitkan pada tahun 2020, yang mendorong perusahaan swasta dan pemerintah daerah untuk mengembangkan solusi daur ulang popok bekas.

Seiring menurunnya angka kelahiran di Jepang, produksi popok bayi terus menurun. Sebaliknya, permintaan popok dewasa diprediksi terus meningkat seiring bertambahnya populasi lansia. Menurut data kementerian, proporsi popok bekas dalam total sampah rumah tangga diperkirakan naik dari sekitar 5 persen pada tahun fiskal 2020 menjadi 7 persen pada tahun fiskal 2030.

Selama ini, popok bekas biasanya dibakar bersama sampah umum. Namun, kadar air yang tinggi membuat proses pembakaran sulit dan mengurangi efisiensi energi. Padahal, popok mengandung bahan seperti pulp berkualitas tinggi, resin, dan zat penyerap yang masih bisa dimanfaatkan kembali.

Melalui proses yang disebut “horizontal recycling”, pulp dari popok bekas dapat diekstraksi dan digunakan ulang sebagai bahan baku untuk membuat produk baru — bahkan memungkinkan produksi popok baru dari popok lama.

Awal bulan ini, Kao Corp. menandatangani kerja sama dengan kota kecil Kamikatsu di Prefektur Tokushima, Jepang barat, untuk melakukan uji coba produksi sumber energi alternatif pengganti bahan bakar fosil dari popok bekas yang dikumpulkan di wilayah tersebut.

Sebelumnya, Kao telah menjalankan proyek serupa di kota Saijo, Prefektur Ehime, sejak tahun 2021. Menurut perwakilan perusahaan, keunggulan sistem ini adalah popok dapat diproses di lokasi dan volumenya berkurang hingga satu per dua puluh dari ukuran semula.

“Kami ingin mengeksplorasi potensi bisnis dari proyek ini, meski masih ada tantangan dari sisi biaya,” ujar pejabat Kao tersebut.

Tak hanya Kao, Unicharm Corp. juga telah meluncurkan popok hasil daur ulang yang dibuat dari pulp bekas yang disterilkan, bekerja sama dengan dua kota di Prefektur Kagoshima. Sementara itu, Daio Paper Corp. turut bergabung dalam proyek daur ulang popok bersama tiga pemerintah daerah di Prefektur Fukuoka.

Upaya bersama antara sektor publik dan swasta ini menunjukkan keseriusan Jepang dalam menangani limbah popok dewasa, yang jumlahnya terus meningkat seiring penuaan penduduk — sembari membuka peluang baru dalam ekonomi sirkular yang ramah lingkungan.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jumlah Bunuh Diri di Jepang Turun di Bawah 20 Ribu pada 2025, Namun Kasus di Kalangan Pelajar Masih Tinggi

18 February 2026 - 15:10 WIB

Ketemu Jodoh di Dating App Makin Umum di Jepang, Tapi Kasus “Ngaku Jomblo Padahal Sudah Nikah” Ikut Meningkat

18 February 2026 - 15:10 WIB

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News