Pemerintah Jepang pada Rabu mulai melakukan pekerjaan reklamasi di perairan Okinawa sebagai bagian dari proyek relokasi pangkalan militer Amerika Serikat yang telah tertunda selama bertahun-tahun.
Pekerjaan tersebut dilakukan di Teluk Oura, dekat kawasan Henoko di Kota Nago, lokasi yang direncanakan menjadi tempat baru bagi pangkalan udara Korps Marinir AS, yaitu Marine Corps Air Station Futenma. Pangkalan itu saat ini berada di Kota Ginowan yang padat penduduk.
Rencana pemindahan ini berasal dari kesepakatan Jepang dan Amerika Serikat pada tahun 1996 yang bertujuan mengurangi risiko keselamatan akibat keberadaan pangkalan militer di tengah kawasan perkotaan.
Namun proyek tersebut terus mendapat penolakan dari banyak warga Okinawa dan Gubernur Okinawa, Denny Tamaki. Mereka berpendapat pangkalan tersebut seharusnya dipindahkan ke luar Okinawa, bukan hanya dipindahkan ke lokasi lain di prefektur yang sama.
Selama bertahun-tahun, sebagian warga Okinawa mengeluhkan kebisingan, pencemaran lingkungan, hingga berbagai kasus kriminal yang melibatkan personel militer Amerika Serikat.
Pekerjaan reklamasi di bagian selatan Henoko sendiri telah dimulai sejak 2018 dan sebagian besar sudah selesai. Namun pembangunan di Teluk Oura menghadapi tantangan yang lebih besar karena kondisi dasar laut yang lunak sehingga memerlukan penguatan skala besar sebelum konstruksi dapat dilanjutkan.
Area yang mulai direklamasi pada Rabu ini merupakan bagian yang tidak memerlukan penguatan dasar laut tersebut.
Pemerintah Jepang memperkirakan proyek relokasi akan selesai sekitar tahun 2033. Meski demikian, proses pemindahan seluruh fasilitas kemungkinan masih membutuhkan beberapa tahun tambahan setelah konstruksi selesai.
Okinawa hingga kini menampung sebagian besar fasilitas militer Amerika Serikat di Jepang. Sekitar 50.000 tentara AS ditempatkan di Jepang berdasarkan perjanjian keamanan bilateral yang telah berlaku sejak berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945.
Sc : AA








