Menu

Dark Mode
JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026 Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi Populasi Rusa di Taman Nara Pecahkan Rekor, Wisatawan Diminta Jangan Sembarangan Memberi Makan

News

Jepang Mulai Reklamasi Laut Okinawa untuk Relokasi Pangkalan Militer AS yang Kontroversial

badge-check


					Jepang Mulai Reklamasi Laut Okinawa untuk Relokasi Pangkalan Militer AS yang Kontroversial Perbesar

Pemerintah Jepang pada Rabu mulai melakukan pekerjaan reklamasi di perairan Okinawa sebagai bagian dari proyek relokasi pangkalan militer Amerika Serikat yang telah tertunda selama bertahun-tahun.

Pekerjaan tersebut dilakukan di Teluk Oura, dekat kawasan Henoko di Kota Nago, lokasi yang direncanakan menjadi tempat baru bagi pangkalan udara Korps Marinir AS, yaitu Marine Corps Air Station Futenma. Pangkalan itu saat ini berada di Kota Ginowan yang padat penduduk.

Rencana pemindahan ini berasal dari kesepakatan Jepang dan Amerika Serikat pada tahun 1996 yang bertujuan mengurangi risiko keselamatan akibat keberadaan pangkalan militer di tengah kawasan perkotaan.

Namun proyek tersebut terus mendapat penolakan dari banyak warga Okinawa dan Gubernur Okinawa, Denny Tamaki. Mereka berpendapat pangkalan tersebut seharusnya dipindahkan ke luar Okinawa, bukan hanya dipindahkan ke lokasi lain di prefektur yang sama.

Selama bertahun-tahun, sebagian warga Okinawa mengeluhkan kebisingan, pencemaran lingkungan, hingga berbagai kasus kriminal yang melibatkan personel militer Amerika Serikat.

Pekerjaan reklamasi di bagian selatan Henoko sendiri telah dimulai sejak 2018 dan sebagian besar sudah selesai. Namun pembangunan di Teluk Oura menghadapi tantangan yang lebih besar karena kondisi dasar laut yang lunak sehingga memerlukan penguatan skala besar sebelum konstruksi dapat dilanjutkan.

Area yang mulai direklamasi pada Rabu ini merupakan bagian yang tidak memerlukan penguatan dasar laut tersebut.

Pemerintah Jepang memperkirakan proyek relokasi akan selesai sekitar tahun 2033. Meski demikian, proses pemindahan seluruh fasilitas kemungkinan masih membutuhkan beberapa tahun tambahan setelah konstruksi selesai.

Okinawa hingga kini menampung sebagian besar fasilitas militer Amerika Serikat di Jepang. Sekitar 50.000 tentara AS ditempatkan di Jepang berdasarkan perjanjian keamanan bilateral yang telah berlaku sejak berakhirnya Perang Dunia II pada tahun 1945.

Sc : AA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

JR East Perkenalkan Kereta Inspeksi Shinkansen Baru, Bisa Melaju 320 Km/Jam

20 July 2026 - 14:10 WIB

Pohon Tumbang Saat Turnamen Sepak Bola Anak di Jepang, 7 Orang Terluka

20 July 2026 - 10:50 WIB

Fajar/Fikri Sabet Gelar Juara Usai Kalahkan Ganda Putra No.1 Dunia di Japan Open 2026

20 July 2026 - 10:48 WIB

Dua Warga Vietnam Jadi Sopir Bus Asing Pertama di Shikoku, Jepang

20 July 2026 - 10:43 WIB

Distrik di Tokyo Pasang Kamera AI Pengenal Wajah untuk Cari Anak dan Lansia Hilang, Picu Kekhawatiran Privasi

18 July 2026 - 12:10 WIB

Trending on News