Menu

Dark Mode
Film Doraemon 2026 Hadirkan Pemutaran 4D untuk Pertama Kalinya Bukan J-Pop! Gundam Hathaway Pakai Lagu Legendaris Guns N’ Roses untuk Ending Sempat Puji Yen Melemah di Tengah Kekhawatiran Pasar, PM Jepang Akhirnya Klarifikasi Pernyataannya Anime Chainsmoker Cat Diumumkan, Tayang Juli Tahun Ini Turis Australia Tewas dalam Kecelakaan Lift Ski di Resor Nagano Jepang

Bahasa Jepang

Mengapa Bahasa Jepang Sulit Dipelajari? Tantangan dan Solusinya

badge-check


					Mengapa Bahasa Jepang Sulit Dipelajari? Tantangan dan Solusinya Perbesar

Belajar bahasa Jepang sering dianggap salah satu bahasa tersulit bagi penutur bahasa Indonesia/Inggris. Namun, kesulitan ini bukan berarti tidak bisa diatasi! Berikut tantangan utama dalam mempelajari bahasa Jepang dan strategi efektif untuk menguasainya.


1. Sistem Penulisan yang Kompleks

Tantangan:

Bahasa Jepang menggunakan 3 sistem penulisan sekaligus:

  • Hiragana & Katakana (masing-masing 46 karakter)
  • Kanji (ribuan karakter dengan multi-makna dan cara baca)

Contoh: Kata “melihat” bisa ditulis sebagai:

  • 見る (kanji)
  • みる (hiragana)

Solusi:

  • Pelajari hiragana & katakana dalam 2-3 minggu (pakai flashcard/app seperti Duolingo).
  • Fokus pada kanji dasar dulu (misalnya daftar JLPT N5).
  • Gunakan mnemonik (cerita kreatif) untuk menghafal kanji.

2. Tata Bahasa yang “Terbalik”

Tantangan:

Struktur kalimat Jepang berbeda dengan bahasa Indonesia/Inggris:

  • Subjek + Objek + Predikat (Contoh: Watashi wa sushi o tabemasu = “Saya sushi makan”).
  • Partikel seperti wagao yang rumit bagi pemula.

Solusi:

  • Pahami pola dasar (contoh: X wa Y desu = “X adalah Y”).
  • Latihan membuat kalimat sederhana setiap hari.
  • Gunakan buku Genki atau Minna no Nihongo untuk tata bahasa bertahap.

3. Level Kesopanan (Keigo) yang Rumit

Tantangan:

Jepang memiliki 3 level kesopanan:

  1. Casual (untuk teman): Taberu (makan).
  2. Polite (umum): Tabemasu.
  3. Honorific (formal): Meshiagaru (makan, sangat sopan).

Solusi:

  • Pelajari bentuk polite (-masu/-desu) dulu sebelum keigo.
  • Tonton drama Jepang untuk memahami konteks penggunaannya.
  • Jangan takut salah – orang Jepang paham jika Anda masih belajar!

4. Pelafalan yang “Asing”

Tantangan:

  • Beberapa bunyi tidak ada dalam bahasa Indonesia (contoh: tsuryofu).
  • Pitch-accent (naik-turun nada) bisa mengubah arti kata:
    • Hashi (橋) = jembatan (nada turun).
    • Hashi (箸) = sumpit (nada naik).

Solusi:

  • Dengarkan native speaker (podcast, anime, musik).
  • Rekam suara sendiri dan bandingkan dengan audio asli.
  • Gunakan aplikasi seperti Pimsleur untuk latihan pelafalan.

5. Kosakata yang Tidak Familiar

Tantangan:

  • Sedikit kemiripan dengan bahasa Inggris/Indonesia (kecuali wasei-eigo seperti パソコン/pasokon = PC).
  • Banyak homofon (kata berbeda, bunyi sama):
    • Kami (神) = dewa.
    • Kami (紙) = kertas.

Solusi:

  • Hafal kosakata + contoh kalimat (bukan hanya arti).
  • Baca manga sederhana (Yotsuba&! atau NHK Easy News).
  • Buat asosiasi gambar untuk kata-kata abstrak.

6. Kurangnya Kesempatan Praktik

Tantangan:

  • Tidak punya partner bicara bahasa Jepang.
  • Takut membuat kesalahan saat berbicara.

Solusi:

  • Cari tandem partner di HelloTalk atau Tandem.
  • Ikut komunitas belajar (contoh: Japan Foundation atau grup Discord).
  • Bicara sendiri di depan cermin atau rekam percakapan.

Kunci utamanya adalah:

  1. Mulai dari dasar (hiragana/katakana → kanji dasar).
  2. Konsisten praktik (minimal 30 menit/hari).
  3. Jangan takut salah – bahkan orang Jepang pun apresiasi usaha pelajar asing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

2 February 2026 - 16:30 WIB

Kosakata Jepang yang Populer di Anime Tapi Jarang Dipakai di Buku

29 January 2026 - 18:30 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Tertimbun Salju di Toyama

28 January 2026 - 19:36 WIB

Kosakata Jepang untuk Menunjukkan Kekaguman Tanpa Berlebihan

27 January 2026 - 16:10 WIB

Kosakata Jepang yang Dipakai Saat Mengomentari Makanan

26 January 2026 - 17:30 WIB

Trending on Bahasa Jepang