Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi pada Selasa mengatakan telah memerintahkan pasukan Jepang untuk mengakhiri operasi pemadaman kebakaran hutan di Indonesia. Misi tersebut menjadi operasi pertama Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk pemadaman kebakaran di luar negeri.
Sebuah kapal angkut SDF yang membawa tiga helikopter CH-47 dikirim ke Indonesia setelah kebakaran hutan melanda sejumlah wilayah. Operasi bantuan bencana tersebut dimulai pada 16 September.
Pemerintah Indonesia telah menyampaikan kepada Jepang bahwa operasi SDF membantu mencegah penyebaran kebakaran hutan. Indonesia juga menyatakan pemerintah setempat kini dapat menangani penanganan kebakaran tersebut secara mandiri.
Menurut Koizumi, hingga Senin, tiga helikopter Jepang telah melakukan lebih dari 40 kali penerbangan untuk pemadaman dari udara dengan menjatuhkan sekitar 220 ton air ke area yang terdampak kebakaran.
“Kementerian Pertahanan dan SDF ingin terus memperdalam kerja sama pertahanan dengan Indonesia, berdasarkan kepercayaan yang telah dibangun” melalui operasi tersebut, kata Koizumi dalam konferensi pers.
Kapal angkut Kunisaki, kapal kelas Osumi berbobot 8.900 ton, berangkat dari pangkalan Pasukan Bela Diri Maritim Jepang di Kure, Prefektur Hiroshima, pada 30 Agustus dan tiba di Pelabuhan Kijing, Kalimantan Barat, pada 10 September.
Misi tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan yang ditandatangani Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin pada Mei. Kesepakatan itu bertujuan memperluas kerja sama pertahanan kedua negara, termasuk dalam latihan bersama dan operasi bantuan bencana.
Sc : KN








