Menu

Dark Mode
Bahasa Jepang Kasual vs Formal dalam Situasi Nyata Perbedaan Risiko Traveling Musim Dingin di Tokyo vs Hokkaido Anime Firefly Wedding Umumkan Tayang Oktober di Fuji TV Pria Ditangkap di Tokyo Usai Duel Maut, Jepang Terapkan Hukum Anti-Duel dari Era 1889 Anime The Ramparts of Ice Umumkan Tanggal Tayang Global di Netflix Warga Jepang Protes Atas Diamnya Sikap Pemerintah Jepang Terhadap Invasi AS ke Venezuela

Culture

Minta Maaf ala Jepang: Saat ‘Sumimasen’ Bukan Berarti Kamu Bersalah

badge-check


					Minta Maaf ala Jepang: Saat ‘Sumimasen’ Bukan Berarti Kamu Bersalah Perbesar

Di Jepang, permintaan maaf bukan sekadar soal benar atau salah—tapi adalah seni menjaga harmoni.
Pernah dengar orang Jepang berkata “sumimasen” atau “gomen nasai” meskipun bukan mereka yang salah?
Fenomena ini bukan tanpa alasan. Di balik kata-kata maaf yang sering diucapkan, tersembunyi filosofi budaya yang dalam dan unik.


🙇 1. Maaf sebagai Bentuk Kesopanan, Bukan Pengakuan Salah

Di banyak budaya, meminta maaf bisa berarti mengakui kesalahan. Tapi di Jepang, kata “sumimasen” atau “shitsurei shimashita” bisa digunakan dalam konteks:

Makanya, kamu bisa dengar orang Jepang minta maaf… bahkan saat kamulah yang menabrak mereka. 😅


🤝 2. Prioritas Harmoni Sosial (Wa 和)

Budaya Jepang sangat menjunjung tinggi konsep “wa”—harmoni sosial.
Daripada memperdebatkan siapa yang salah, lebih baik salah satu (atau bahkan kedua belah pihak) menunjukkan rasa maaf agar situasi tetap damai.

Ini bukan soal kalah-menang, tapi soal memelihara hubungan.


😌 3. Maaf = Ungkapan Empati

Permintaan maaf juga digunakan sebagai cara menunjukkan empati, seperti:

  • “Maaf sudah membuat kamu repot.”

  • “Maaf karena kamu harus menunggu.”

  • “Maaf atas apa yang terjadi, walau saya tidak terlibat langsung.”

Jadi, kata maaf menjadi sarana menunjukkan bahwa kamu peduli pada perasaan orang lain.


🧠 4. Budaya Menghindari Konfrontasi

Orang Jepang cenderung menghindari konflik atau konfrontasi langsung.
Dengan cepat mengatakan “maaf”, mereka bisa:

  • Meredam situasi yang berpotensi panas.

  • Menutup percakapan yang canggung.

  • Menjaga wajah kedua belah pihak.


💬 5. Beragam Ungkapan Maaf dengan Nuansa Berbeda

Tidak semua kata maaf bernuansa sama. Contohnya:

  • Sumimasen (すみません) – maaf yang ringan, bisa juga berarti “permisi” atau “terima kasih”.

  • Gomen nasai (ごめんなさい) – maaf pribadi, lebih akrab.

  • Moushiwake arimasen (申し訳ありません) – maaf formal dan sangat dalam.

  • Shitsurei shimashita (失礼しました) – maaf karena bersikap tidak sopan.

Penggunaan kata tergantung pada situasi, hubungan, dan tingkat kesalahan.


Meminta maaf di Jepang adalah bagian penting dari etika sosial, bukan karena rasa bersalah semata, tapi demi menjaga keseimbangan antarindividu.

Kalau kamu sedang di Jepang dan seseorang tiba-tiba minta maaf, jangan buru-buru bingung—bisa jadi itu cara mereka berkata: “Aku peduli padamu.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bahasa Jepang Kasual vs Formal dalam Situasi Nyata

12 January 2026 - 18:30 WIB

Ungkapan Jepang Khas Chat & Internet yang Sering Dipakai

10 January 2026 - 19:30 WIB

Nōkanshi: Profesi Sunyi yang Menjaga Martabat di Akhir Hayat di Jepang

10 January 2026 - 18:30 WIB

Kata Jepang yang Sering Dipakai Saat Bingung

9 January 2026 - 15:30 WIB

Mengapa Orang Jepang Melepas Sepatu Bahkan di Sekolah dan Kantor

9 January 2026 - 11:30 WIB

Trending on Culture