Menu

Dark Mode
Manga Balas Dendam Smiling Nemesis Resmi Tamat Maret Ini, Tinggal Satu Chapter Lagi Drummer LUNA SEA, Shinya, Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun Setelah Berjuang Melawan Kanker 23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran Jepang Perluas Barang Bekas: Targetkan Pasar Rp460 Triliun demi Bumi Lebih Sehat Pokémon FireRed & LeafGreen Resmi Hadir di Nintendo Switch pada Pokémon Day 2026

News

Osaka Expo 2025 Hadapi Tantangan Menjelang Pembukaan

badge-check


					Osaka Expo 2025 Hadapi Tantangan Menjelang Pembukaan Perbesar

Dengan satu bulan tersisa sebelum World Exposition 2025 di Osaka dibuka pada 13 April, proyeksi dampak ekonomi ¥2,92 triliun (sekitar $20 miliar) tampaknya mulai goyah. Penjualan tiket yang lambat dan keterlambatan pembangunan paviliun menjadi kendala utama menjelang perhelatan besar ini.

Pihak penyelenggara menargetkan 28,2 juta pengunjung selama periode 13 April – 13 Oktober 2025, dengan perkiraan 14 juta tiket terjual sebelum acara dimulai. Namun, hingga 5 Maret 2025, baru 8,07 juta tiket yang terjual sejak penjualan dibuka pada November 2023, jauh di bawah target.

Kritik muncul terhadap sistem reservasi tiket yang terlalu rumit, yang mengharuskan pengunjung memesan tiket secara online untuk tanggal dan waktu tertentu guna mengurangi antrean. Akibat respons negatif ini, panitia menyediakan opsi tiket langsung di lokasi sebagai solusi alternatif.

Keterlambatan Pembangunan Paviliun

Paviliun Tipe A, yang dianggap sebagai daya tarik utama, juga menghadapi keterlambatan signifikan. Dari 47 negara yang membangun paviliun mandiri, hanya delapan negara yang telah menyelesaikan pembangunan dan mendapatkan sertifikasi dari panitia, yaitu:

  • Irlandia, Filipina, Korea Selatan, Australia, Bulgaria, Belanda, Malaysia, dan Hungaria.

Banyak negara mengalami kendala karena lonjakan harga material, desain kompleks, serta kekurangan tenaga kerja. Semua negara yang membangun Paviliun Tipe A baru memulai konstruksi pada Desember 2024, dan beberapa negara akhirnya memilih menggunakan Paviliun Tipe X, yang lebih sederhana dan disediakan oleh panitia.

Pihak penyelenggara sebelumnya meminta semua paviliun selesai pada pertengahan Januari, tetapi hingga kini tidak ada satu pun negara yang telah menyelesaikan tahap interior untuk pameran.

Total biaya konstruksi situs expo di pulau buatan Yumeshima, Teluk Osaka, kini hampir dua kali lipat dari perkiraan awal, mencapai ¥235 miliar. Biaya ini dibagi rata oleh:

  • Pemerintah pusat Jepang
  • Pemerintah prefektur dan kota Osaka
  • Sektor swasta

Namun, antusiasme masyarakat Jepang juga terbilang rendah. Dalam survei Desember lalu oleh pemerintah Osaka, hanya sepertiga responden yang menyatakan minat untuk datang ke expo, di bawah target 50% yang dicanangkan penyelenggara.

Osaka Expo 2025 adalah World Exposition ketiga yang diadakan di Jepang, setelah Osaka Expo 1970 dan Aichi Expo 2005. Kali ini, 158 negara dan 7 organisasi internasional telah berkomitmen untuk berpartisipasi.

Namun, dengan masalah tiket, pembangunan paviliun yang tertunda, dan biaya yang membengkak, banyak pihak mulai meragukan apakah expo ini akan mencapai dampak ekonomi yang diharapkan atau justru menjadi proyek yang kurang sukses dibandingkan expo sebelumnya.

Sc : mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang

23 February 2026 - 14:10 WIB

Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran

23 February 2026 - 11:10 WIB

Jepang Perluas Barang Bekas: Targetkan Pasar Rp460 Triliun demi Bumi Lebih Sehat

23 February 2026 - 10:10 WIB

Mulai 2026, Turis Resmi Dilarang Ikut JLPT di Jepang

21 February 2026 - 10:10 WIB

Nonton YouTube Sekarang Bisa Langsung Belanja! Google Gandeng Rakuten di Jepang

20 February 2026 - 18:10 WIB

Trending on News