Menu

Dark Mode
Yakoh Shinobi Ops Diumumkan! Game Ninja Co-op 4 Pemain dari Shueisha Games & Acquire Siap Meluncur 2027 Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah Leon Balik Lagi? Trailer Baru Resident Evil Requiem Isyaratkan Kembalinya Raccoon City Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

Culture

Oshibori: Seni Menyambut Tamu dengan Handuk Hangat

badge-check


					Oshibori: Seni Menyambut Tamu dengan Handuk Hangat Perbesar

Saat berkunjung ke restoran Jepang atau tempat tertentu di Jepang, mungkin kamu pernah disuguhi sebuah handuk kecil yang hangat atau dingin sebelum menikmati hidangan. Handuk ini disebut oshibori (おしぼり), dan meskipun terlihat sederhana, keberadaannya memiliki nilai budaya dan filosofi yang mendalam dalam tradisi Jepang.

Apa Itu Oshibori?

Oshibori adalah handuk kecil yang diberikan kepada tamu untuk menyeka tangan sebelum makan atau memulai aktivitas lainnya. Biasanya, oshibori dibuat dari kain katun lembut atau bahan sekali pakai, yang direndam dalam air hangat atau dingin. Di musim dingin, oshibori hangat sangat populer untuk memberikan rasa nyaman, sedangkan di musim panas, oshibori dingin membantu menyegarkan tubuh.

Sejarah Oshibori

Tradisi oshibori telah ada sejak periode Edo (1603–1868). Saat itu, para pelancong yang beristirahat di penginapan (ryokan) disambut dengan handuk basah untuk membersihkan tangan dan wajah mereka setelah perjalanan panjang. Tradisi ini berkembang menjadi simbol keramahan dan perhatian kepada tamu.

Filosofi di Balik Oshibori

Pemberian oshibori mencerminkan omotenashi (おもてなし), yaitu konsep pelayanan yang tulus dan penuh perhatian dalam budaya Jepang. Menyediakan oshibori menunjukkan bahwa tuan rumah peduli terhadap kenyamanan dan kebersihan tamunya, sebuah elemen penting dalam interaksi sosial di Jepang.

Etika Menggunakan Oshibori

Meskipun oshibori tampak sederhana, ada beberapa etika yang perlu diketahui:

  1. Gunakan hanya untuk tangan. Jangan gunakan oshibori untuk menyeka wajah atau bagian tubuh lainnya, terutama di tempat formal.
  2. Lipat kembali dengan rapi. Setelah digunakan, lipat oshibori seperti semula dan letakkan di tempatnya.
  3. Jangan dibawa pulang. Oshibori bukanlah barang sekali pakai (kecuali yang berbahan tisu basah).

Modernisasi Oshibori

Saat ini, oshibori tidak hanya digunakan di restoran, tetapi juga di salon, transportasi umum, atau bahkan kantor. Beberapa perusahaan bahkan menyediakan oshibori dengan aroma khusus untuk menambah kenyamanan.

Oshibori di Luar Jepang

Karena popularitas budaya Jepang, tradisi oshibori mulai diadopsi di berbagai negara. Restoran Jepang di luar negeri sering kali menyediakan oshibori sebagai bagian dari pengalaman autentik mereka.

Oshibori bukan sekadar handuk kecil, tetapi sebuah simbol keramahan dan perhatian dalam budaya Jepang. Tradisi ini mengajarkan kita untuk memperhatikan kenyamanan orang lain, bahkan dalam hal-hal kecil. Jadi, ketika kamu menerima oshibori di restoran Jepang, nikmati momen tersebut sebagai bagian dari pengalaman budaya yang kaya dan penuh makna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Budaya Tidak Mengambil Foto Orang Sembarangan di Jepang

13 February 2026 - 13:10 WIB

Budaya Membawa Pulang Sampah Sendiri: Kesadaran Publik ala Jepang

12 February 2026 - 19:00 WIB

Kenapa Rasa Malu Lebih Kuat daripada Hukuman Bagi Orang Jepang

10 February 2026 - 19:10 WIB

Sunyi: Mengapa Lingkungan Perumahan Jepang Terasa Sangat Tenang

6 February 2026 - 18:30 WIB

Patuh Tanpa Pengawasan: Mengapa Orang Jepang Tetap Mengikuti Aturan

5 February 2026 - 18:30 WIB

Trending on Culture