Menu

Dark Mode
Toyota Perkuat Peran di Joby Aviation, Dorong Produksi Taksi Udara Lewat Sistem TPS Resmi Dihentikan, Anime Terminator Zero Tak Akan Berlanjut ke Season Berikutnya Kata Jepang yang Dipakai Saat Memesan Minuman Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban 3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

News

Pasangan Suami Istri di Osaka Diduga Jual Beras Impor Sebagai Produk Jepang, Total Penjualan Capai 100 Juta Yen

badge-check


					pict by : japantimes Perbesar

pict by : japantimes

Polisi Prefektur Osaka mengumumkan pada 1 Desember bahwa sepasang suami istri di Prefektur Osaka, yang sebelumnya telah didakwa atas upaya menyelundupkan beras dari Vietnam ke Jepang, kini kembali dilimpahkan ke kejaksaan atas tuduhan menjual beras impor secara curang dengan mengklaimnya sebagai beras produksi Jepang.

Di tengah meningkatnya harga beras domestik akibat kelangkaan, pasangan tersebut — seorang perempuan Vietnam yang menjalankan perusahaan ekspor-impor makanan Frechi di Kota Higashiosaka dan suami Jepangnya — diduga menjual hampir 300 ton beras yang diberi label palsu, menghasilkan lebih dari 100 juta yen (sekitar Rp 10,2 miliar) dalam penjualan.

Pemilik perusahaan, Tran Thi Thu Huyen (37), dan suaminya yang bekerja secara mandiri, Tomoyuki Takeshige (47), sebelumnya ditangkap dan didakwa pada Oktober karena diduga mencoba menyelundupkan sekitar 45 ton beras dari Vietnam dengan menyamarkannya sebagai kacang hijau.

Dalam dakwaan tambahan ini, pasangan tersebut diduga bekerja sama dengan individu yang tidak diidentifikasi di Vietnam untuk menjual sekitar 8 ton beras impor ilegal sebagai beras domestik kepada empat toko makanan yang terkait komunitas Vietnam di Prefektur Aichi, Hyogo, dan Yamanashi, sehingga menipu mereka sebesar 4,98 juta yen (sekitar Rp 510 juta).

Polisi juga menambahkan pelanggaran terhadap undang-undang ketertelusuran beras, karena pasangan itu diduga memalsukan informasi asal-usul beras pada dokumen penjualan.

Sc  : Mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pekerja Tewas Terbakar dalam Tradisi Pembakaran Padang Rumput di Yamaguchi

16 February 2026 - 15:10 WIB

Jepang Minta Data Kewarganegaraan Penghuni Asing Rumah Susun, Alasan Evakuasi dan Ketertiban

16 February 2026 - 14:10 WIB

3 Anak Remaja di Daerah Dotonbori Osaka Jadi Korban Penusukan, 1 Orang Meninggal

16 February 2026 - 11:10 WIB

Bus Kota Kyoto Ubah Sistem Naik-Turun Penumpang Demi Atasi Overcrowding Turis

16 February 2026 - 10:10 WIB

Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci

14 February 2026 - 16:10 WIB

Trending on News