Menu

Dark Mode
Jepang Terapkan Sistem “Bue Ticket” untuk Tilang Sepeda, Denda Hingga Rp1 Jutaan Jepang Resmikan Program Daycare Fleksibel untuk Balita, Bisa Dipakai Meski Orang Tua Tidak Bekerja Survei: 60% Warga Asing di Saitama Ingin Tinggal Selamanya, Tapi Banyak Khawatir Diskriminasi Anime Isekai Cheat Skill Resmi Season 2 + Episode Spesial Tayang Maret! Sempat Macet dan Jebak Pengunjung 5 Jam, Lift Tokyo Skytree Kini Beroperasi Lagi Prabowo Temui 13 Bos Perusahaan Jepang di Tokyo, Dorong Investasi Hilirisasi

News

Pembayaran Gaji dengan Dompet Digital Mulai Diterapkan di Jepang, PayPay Jadi Pelopor

badge-check


					Pembayaran Gaji dengan Dompet Digital Mulai Diterapkan di Jepang, PayPay Jadi Pelopor Perbesar

Pembayaran upah digital mulai dilaksanakan di Jepang setelah PayPay, aplikasi pembayaran berbasis kode QR yang populer, menjadi pihak pertama yang lolos penyaringan pemerintah dalam upaya mempromosikan transaksi non-tunai.

Menurut laporan Kyodo pada Sabtu, sepuluh perusahaan di bawah SoftBank Group Corp., termasuk PayPay Corp., mengumumkan bahwa mulai September 2024, mereka akan membayar gaji karyawan melalui PayPay, dengan persetujuan dari para karyawan.

“Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas pilihan pembayaran gaji dan meningkatkan kesejahteraan karyawan, sekaligus mempromosikan ekonomi PayPay di seluruh grup,” kata perusahaan-perusahaan tersebut dalam pernyataan bersama mereka.

Aplikasi PayPay, yang telah memiliki lebih dari 65 juta pengguna terdaftar, menjadi pemain utama dalam transisi ke pembayaran digital.

Kementerian Tenaga Kerja Jepang telah mengizinkan pembayaran upah melalui aplikasi digital sejak April 2023, sebagai bagian dari upaya mempromosikan pembayaran tanpa uang tunai guna merangsang perekonomian. Bagi pekerja yang tidak ingin gajinya dibayarkan secara digital, pembayaran melalui rekening bank tetap menjadi pilihan.

Diversifikasi metode pembayaran gaji ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan karyawan. Operator PayPay mengutip survei pemerintah Jepang tahun 2020 yang menunjukkan sekitar 40 persen pekerja tertarik menerima gaji mereka melalui aplikasi berbasis kode QR.

Namun, sistem pembayaran upah digital ini memiliki batas saldo maksimum 1 juta yen (sekitar Rp 103 juta) di dompet digital, untuk melindungi pengguna. Hal ini dilakukan karena, tidak seperti bank, aplikasi pembayaran tidak diatur oleh asuransi simpanan negara yang melindungi simpanan hingga 10 juta yen (sekitar Rp 1 miliar) jika terjadi kebangkrutan.

Untuk memastikan keamanan, penyedia aplikasi harus melalui proses pemeriksaan pemerintah yang berlangsung selama setidaknya satu tahun untuk menilai apakah mereka mampu mengamankan saldo gaji yang telah dibayarkan, meskipun bisnis mereka gagal.

Saat ini, terdapat tiga operator aplikasi lain yang telah mengajukan permohonan ke Kementerian Tenaga Kerja Jepang untuk mendapatkan izin sebagai pelaksana pembayaran gaji secara digital.

Sc : kyodonews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Terapkan Sistem “Bue Ticket” untuk Tilang Sepeda, Denda Hingga Rp1 Jutaan

2 April 2026 - 09:52 WIB

Jepang Resmikan Program Daycare Fleksibel untuk Balita, Bisa Dipakai Meski Orang Tua Tidak Bekerja

2 April 2026 - 09:52 WIB

Survei: 60% Warga Asing di Saitama Ingin Tinggal Selamanya, Tapi Banyak Khawatir Diskriminasi

1 April 2026 - 14:10 WIB

Sempat Macet dan Jebak Pengunjung 5 Jam, Lift Tokyo Skytree Kini Beroperasi Lagi

1 April 2026 - 10:10 WIB

Prabowo Temui 13 Bos Perusahaan Jepang di Tokyo, Dorong Investasi Hilirisasi

1 April 2026 - 06:54 WIB

Trending on News