Menu

Dark Mode
Pria WNI Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyusup ke Rumah Kosong untuk Mencuri Buron 7 Tahun, Pria Jepang Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Wanita di Roppongi Gempa M6,2 Guncang Hokkaido, Jepang, Tanpa Peringatan Tsunami Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya Light Novel Arafō Kenja no Isekai Seikatsu Nikki Resmi Dapat Adaptasi Anime Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional

News

Pembayaran Gaji dengan Dompet Digital Mulai Diterapkan di Jepang, PayPay Jadi Pelopor

badge-check


					Pembayaran Gaji dengan Dompet Digital Mulai Diterapkan di Jepang, PayPay Jadi Pelopor Perbesar

Pembayaran upah digital mulai dilaksanakan di Jepang setelah PayPay, aplikasi pembayaran berbasis kode QR yang populer, menjadi pihak pertama yang lolos penyaringan pemerintah dalam upaya mempromosikan transaksi non-tunai.

Menurut laporan Kyodo pada Sabtu, sepuluh perusahaan di bawah SoftBank Group Corp., termasuk PayPay Corp., mengumumkan bahwa mulai September 2024, mereka akan membayar gaji karyawan melalui PayPay, dengan persetujuan dari para karyawan.

“Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas pilihan pembayaran gaji dan meningkatkan kesejahteraan karyawan, sekaligus mempromosikan ekonomi PayPay di seluruh grup,” kata perusahaan-perusahaan tersebut dalam pernyataan bersama mereka.

Aplikasi PayPay, yang telah memiliki lebih dari 65 juta pengguna terdaftar, menjadi pemain utama dalam transisi ke pembayaran digital.

Kementerian Tenaga Kerja Jepang telah mengizinkan pembayaran upah melalui aplikasi digital sejak April 2023, sebagai bagian dari upaya mempromosikan pembayaran tanpa uang tunai guna merangsang perekonomian. Bagi pekerja yang tidak ingin gajinya dibayarkan secara digital, pembayaran melalui rekening bank tetap menjadi pilihan.

Diversifikasi metode pembayaran gaji ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan karyawan. Operator PayPay mengutip survei pemerintah Jepang tahun 2020 yang menunjukkan sekitar 40 persen pekerja tertarik menerima gaji mereka melalui aplikasi berbasis kode QR.

Namun, sistem pembayaran upah digital ini memiliki batas saldo maksimum 1 juta yen (sekitar Rp 103 juta) di dompet digital, untuk melindungi pengguna. Hal ini dilakukan karena, tidak seperti bank, aplikasi pembayaran tidak diatur oleh asuransi simpanan negara yang melindungi simpanan hingga 10 juta yen (sekitar Rp 1 miliar) jika terjadi kebangkrutan.

Untuk memastikan keamanan, penyedia aplikasi harus melalui proses pemeriksaan pemerintah yang berlangsung selama setidaknya satu tahun untuk menilai apakah mereka mampu mengamankan saldo gaji yang telah dibayarkan, meskipun bisnis mereka gagal.

Saat ini, terdapat tiga operator aplikasi lain yang telah mengajukan permohonan ke Kementerian Tenaga Kerja Jepang untuk mendapatkan izin sebagai pelaksana pembayaran gaji secara digital.

Sc : kyodonews

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pria WNI Ditangkap di Jepang karena Diduga Menyusup ke Rumah Kosong untuk Mencuri

27 April 2026 - 10:10 WIB

Buron 7 Tahun, Pria Jepang Ditangkap atas Kasus Pembunuhan Wanita di Roppongi

27 April 2026 - 10:10 WIB

Gempa M6,2 Guncang Hokkaido, Jepang, Tanpa Peringatan Tsunami

27 April 2026 - 06:55 WIB

Harga Japan Rail Pass Naik Lagi Mulai Oktober 2026, Ini Rinciannya

24 April 2026 - 17:10 WIB

Robot AI Tenis Meja Buatan Sony Mampu Saingi Kemampuan Atlet Profesional

24 April 2026 - 10:10 WIB

Trending on Teknologi