Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Pemerintah Jepang Akan Hapus Pajak Tambahan Bensin Akhir Tahun, Tantangan Baru bagi PM Sanae Takaichi

badge-check


					Pemerintah Jepang Akan Hapus Pajak Tambahan Bensin Akhir Tahun, Tantangan Baru bagi PM Sanae Takaichi Perbesar

Pemerintah dan oposisi Jepang sepakat pada Jumat untuk mengakhiri penerapan tarif pajak bensin tambahan pada akhir tahun, namun belum mencapai kesepakatan soal cara menutup kekurangan pendapatan pajak akibat kebijakan tersebut — menunjukkan tantangan besar yang kini dihadapi pemerintahan minoritas Perdana Menteri Sanae Takaichi.

Partai Liberal Democratic Party (LDP) yang dipimpin Takaichi sepakat untuk menghapus tarif tambahan sebesar 25,10 yen (sekitar Rp2.600) per liter, yang selama ini dikenakan di atas tarif dasar pajak 28,70 yen. Pajak tambahan tersebut telah diberlakukan selama hampir 50 tahun untuk membiayai proyek-proyek publik. Penghapusan akan berlaku mulai 31 Desember 2025, setelah tekanan kuat dari partai-partai oposisi.

Takaichi, yang baru menjabat minggu lalu, berjanji akan mengambil langkah-langkah untuk meringankan beban biaya hidup masyarakat yang terus meningkat. Namun, LDP — yang baru saja membentuk koalisi dengan Japan Innovation Party (JIP) bulan ini — masih membutuhkan dukungan oposisi untuk meloloskan anggaran tambahan bagi paket kebijakan ekonominya.

Penghapusan pajak tambahan tersebut, termasuk untuk bahan bakar diesel, diperkirakan akan mengurangi pendapatan pajak pemerintah pusat dan daerah sekitar 1,5 triliun yen (sekitar Rp165 triliun) per tahun.

Sebagai langkah sementara sebelum penghapusan resmi diberlakukan, pemerintah berencana menurunkan harga bensin secara bertahap melalui subsidi yang akan dimulai pada 13 November, menurut pernyataan beberapa anggota parlemen.

Negosiasi antarpartai akan berlanjut untuk mencari cara menutupi hilangnya pendapatan pajak — termasuk kemungkinan mengurangi insentif pajak bagi perusahaan.

Sebenarnya, pada Desember tahun lalu, LDP bersama Komeito dan Democratic Party for the People (DPP) sudah sepakat untuk menghapus pajak bensin tambahan. Namun, pembahasan terhenti karena belum ada titik temu soal sumber pendapatan pengganti.

Isu ini kembali mencuat setelah LDP mengalami kekalahan besar dalam pemilu Majelis Tinggi pada Juli lalu, yang membuat oposisi memperkuat posisi mereka di parlemen.

Partai Komeito, yang sebelumnya berkoalisi dengan LDP, meninggalkan blok pemerintahan bulan ini setelah Takaichi terpilih menggantikan Shigeru Ishiba sebagai presiden LDP. Setelah itu, LDP membentuk koalisi baru dengan JIP (Nippon Ishin) untuk mempertahankan pengaruhnya di parlemen.

Sc ;JT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News