Menu

Dark Mode
Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday Nintendo & Illumination Siapkan Film Animasi Misterius Baru, Tayang 2028! Berserk of Gluttony Season 2 Resmi Diumumkan! Fate & Roxy Kembali Beraksi Robot Legendaris Honda P2 Raih Penghargaan Dunia, Pelopor Gerakan Robot Mirip Manusia

News

Pemerintah Jepang Bantah Tuduhan Presiden AS Donald Trump Soal Kebijakan Sengaja Menurunkan Nilai Tukar Yen

badge-check


					Pemerintah Jepang Bantah Tuduhan Presiden AS Donald Trump Soal Kebijakan Sengaja Menurunkan Nilai Tukar Yen Perbesar

Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, membantah tuduhan Presiden AS Donald Trump bahwa Jepang sengaja melemahkan yen. Kato menegaskan bahwa intervensi mata uang yang dilakukan pada 2022 dan 2023 bertujuan untuk mengoreksi depresiasi yen yang berlebihan, bukan sebagai manipulasi. Jepang juga tetap berkomitmen terhadap prinsip-prinsip Kelompok Tujuh (G7) dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi mendukung pernyataan Kato, menegaskan bahwa Jepang tidak menerapkan kebijakan yen lemah. Perdana Menteri Shigeru Ishiba, setelah pertemuan dengan AS, juga berjanji untuk tetap berkoordinasi erat dengan otoritas keuangan AS terkait isu mata uang. Tuduhan Trump memengaruhi pasar valuta asing, dengan yen menguat pada 4 Maret 2025 hingga mencapai 148 yen per dolar AS.

Ketegangan perdagangan antara AS dan Jepang kembali meningkat, seiring dengan kritik Trump terhadap kebijakan ekonomi Jepang, termasuk dugaan manipulasi mata uang. Namun, Kato menegaskan Jepang tetap mematuhi aturan perdagangan internasional dan tidak akan melakukan tindakan yang merusak sistem perdagangan global.

Pernyataan Jepang mencerminkan upaya mempertahankan hubungan baik dengan AS, sambil menegaskan bahwa kebijakan mata uang mereka bertujuan menjaga stabilitas pasar. Ketegangan perdagangan ini berpotensi berdampak negatif pada ekonomi global, sehingga diperlukan dialog dan kerja sama antara kedua negara untuk menyelesaikan perbedaan mereka.

Sc ; mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Krisis Minyak Global Ancam Bisnis Jepang, Hampir 44% Perusahaan Bisa Tumbang dalam 6 Bulan

29 April 2026 - 15:10 WIB

Jepang Siapkan “Kelas Wajib” untuk WNA Salah Satu Proses Seleksi Izin Tinggal

29 April 2026 - 14:12 WIB

PM Jepang Janji Dorong Kenaikan Gaji Berkelanjutan dalam Event Mayday

29 April 2026 - 13:36 WIB

Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 1.400 Petugas Dikerahkan dan Ribuan Warga Dievakuasi

28 April 2026 - 18:10 WIB

Startup Jepang Ajukan Obat Baru untuk Penyakit Ginjal Kronis pada Kucing

28 April 2026 - 11:10 WIB

Trending on News