Menu

Dark Mode
El Nino Muncul Lagi, Jepang Waspadai Gelombang Panas Ekstrem dan Dampaknya pada Produksi Beras WNI Asal Indonesia Meninggal Tenggelam di Air Terjun Aichi, Diduga Usai Melompat ke Kolam Air Terjun Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan Bos Perusahaan Pembongkaran di Jepang Ditangkap, Sengaja Mempekerjakan 2 WNI yang Overstay

News

Pemerintah Jepang Bantah Tuduhan Presiden AS Donald Trump Soal Kebijakan Sengaja Menurunkan Nilai Tukar Yen

badge-check


					Pemerintah Jepang Bantah Tuduhan Presiden AS Donald Trump Soal Kebijakan Sengaja Menurunkan Nilai Tukar Yen Perbesar

Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato, membantah tuduhan Presiden AS Donald Trump bahwa Jepang sengaja melemahkan yen. Kato menegaskan bahwa intervensi mata uang yang dilakukan pada 2022 dan 2023 bertujuan untuk mengoreksi depresiasi yen yang berlebihan, bukan sebagai manipulasi. Jepang juga tetap berkomitmen terhadap prinsip-prinsip Kelompok Tujuh (G7) dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi mendukung pernyataan Kato, menegaskan bahwa Jepang tidak menerapkan kebijakan yen lemah. Perdana Menteri Shigeru Ishiba, setelah pertemuan dengan AS, juga berjanji untuk tetap berkoordinasi erat dengan otoritas keuangan AS terkait isu mata uang. Tuduhan Trump memengaruhi pasar valuta asing, dengan yen menguat pada 4 Maret 2025 hingga mencapai 148 yen per dolar AS.

Ketegangan perdagangan antara AS dan Jepang kembali meningkat, seiring dengan kritik Trump terhadap kebijakan ekonomi Jepang, termasuk dugaan manipulasi mata uang. Namun, Kato menegaskan Jepang tetap mematuhi aturan perdagangan internasional dan tidak akan melakukan tindakan yang merusak sistem perdagangan global.

Pernyataan Jepang mencerminkan upaya mempertahankan hubungan baik dengan AS, sambil menegaskan bahwa kebijakan mata uang mereka bertujuan menjaga stabilitas pasar. Ketegangan perdagangan ini berpotensi berdampak negatif pada ekonomi global, sehingga diperlukan dialog dan kerja sama antara kedua negara untuk menyelesaikan perbedaan mereka.

Sc ; mainichi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

El Nino Muncul Lagi, Jepang Waspadai Gelombang Panas Ekstrem dan Dampaknya pada Produksi Beras

13 July 2026 - 10:10 WIB

WNI Asal Indonesia Meninggal Tenggelam di Air Terjun Aichi, Diduga Usai Melompat ke Kolam Air Terjun

13 July 2026 - 07:41 WIB

Bandara Toyama Ganti Nama Jadi “Toyama Takayama Sushi Airport”, Bidik Wisatawan Asing

11 July 2026 - 14:10 WIB

Jepang Resmi Daftarkan “Teh Jepang” sebagai Produk Indikasi Geografis, Lindungi dari Produk Tiruan

11 July 2026 - 13:10 WIB

Bandara Narita Bakal Perluas Landasan Pacu, Pemerintah Jepang Siap Tempuh Akuisisi Lahan

11 July 2026 - 11:10 WIB

Trending on News