Menu

Dark Mode
Resident Evil 2, 3, dan 4 Remake Akan Hadir di Switch 2 Oktober Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027 Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan Zelda: Ocarina of Time Remake untuk Switch 2 Rilis November 2026

News

Pemerintah Jepang Pertimbangkan Penggunaan Identitas Palsu untuk Menangani Kejahatan “Yami Baito”

badge-check


					Pemerintah Jepang Pertimbangkan Penggunaan Identitas Palsu untuk Menangani Kejahatan “Yami Baito” Perbesar

Pemerintah Jepang sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan penyidik membuat kartu identitas palsu guna menyusup ke kelompok kejahatan yang merekrut kaki tangan melalui media sosial untuk pekerjaan ilegal dengan bayaran tinggi, yang dikenal sebagai yami baito, menurut pernyataan Kepala Sekretaris Kabinet Yoshimasa Hayashi pada Jumat.

“Pemerintah sedang mempertimbangkan langkah-langkah investigasi baru, termasuk penyelidikan dengan identitas penyamaran,” kata Hayashi dalam konferensi pers. “Demi memastikan masyarakat dapat hidup dengan aman dan menjadikan Jepang negara teraman di dunia, penting untuk segera mengambil langkah yang dapat dilakukan.”

Kelompok yami baito sering merekrut kaki tangan amatir melalui platform seperti X (sebelumnya Twitter) atau media sosial lainnya. Mereka biasanya meminta calon pelaku mengirim foto kartu identitas pribadi, seperti SIM, sebelum bergabung. Setelah memiliki ID tersebut, kelompok ini dapat memaksa pelaku baru untuk melaksanakan tugas kriminal, misalnya dengan mengancam keselamatan anggota keluarga mereka.

Langkah baru ini akan memungkinkan penyidik mendaftar pada pekerjaan ilegal menggunakan identitas palsu untuk menghubungi pihak yang merekrut.

Saat ini, hukum di Jepang tidak mengizinkan penggunaan identitas palsu untuk tujuan investigasi. Namun, hukum pidana juga menyatakan bahwa tindakan yang dilakukan sesuai dengan hukum atau dalam rangka menjalankan tugas resmi tidak dapat dihukum. Badan Kepolisian Nasional sedang mempertimbangkan untuk menyusun pedoman yang mengatur penggunaan ID palsu dalam investigasi.

Saat ini, operasi penyamaran hanya diizinkan untuk kejahatan yang terkait dengan narkoba dan senjata api. Namun, di banyak negara Barat seperti Amerika Serikat, Prancis, dan Jerman, operasi penyamaran dilakukan dalam berbagai jenis investigasi polisi, menurut Kementerian Kehakiman Jepang.

Pada Kamis, panel yang dibentuk oleh Partai Demokrat Liberal (LDP) juga mengusulkan langkah serupa untuk menangani yami baito.

“Pastikan kita melindungi nyawa dan aset masyarakat,” kata Sanae Takaichi, anggota senior LDP sekaligus ketua panel tersebut, dalam pertemuan itu.

Serangkaian perampokan yang terkait dengan yami baito telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, terutama di wilayah Kanto. Dalam setiap kasus, beberapa tersangka masuk ke rumah, menahan penghuni, dan mencuri uang atau barang berharga — metode yang menurut polisi menunjukkan adanya pendekatan terkoordinasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Pertimbangkan Buka Lapangan Kerja Satpam bagi Pekerja Asing Mulai 2027

12 September 2026 - 12:10 WIB

Lebih dari 30% Anak Muda Jepang Tak Ingin Punya Anak, Tertinggi dalam 20 Tahun

12 September 2026 - 10:10 WIB

China Naikkan Biaya Visa untuk Warga Jepang hingga 7 Kali Lipat

12 September 2026 - 07:00 WIB

JSDF Kerahkan Personel dan 3 Helikopter untuk Bantu Padamkan Karhutla di Kalimantan

11 September 2026 - 13:35 WIB

Godzilla Minus Zero Rilis November, Jadi Film Jepang Pertama yang “Filmed for IMAX

10 September 2026 - 12:10 WIB

Trending on News