Menu

Dark Mode
Yakoh Shinobi Ops Diumumkan! Game Ninja Co-op 4 Pemain dari Shueisha Games & Acquire Siap Meluncur 2027 Kagoshima Kucurkan Rp3,5 Triliun untuk Dongkrak Pariwisata, Wisatawan Asing Jadi Kunci Nekat Curi Kloset dari Gudang, Pria 76 Tahun di Aichi Pakai Sendiri di Rumah Leon Balik Lagi? Trailer Baru Resident Evil Requiem Isyaratkan Kembalinya Raccoon City Kyoto Siapkan Tarif Bus Lebih Murah untuk Warga Lokal, Wisatawan Bakal Bayar Lebih Mahal Biaya Ujian JLPT Naik Mulai Juli 2026, Ini Rinciannya

Teknologi

Peneliti Jepang Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan yang Dapat Terurai di Air Laut

badge-check


					Peneliti Jepang Ciptakan Plastik Ramah Lingkungan yang Dapat Terurai di Air Laut Perbesar

Tim peneliti Jepang telah mengembangkan jenis plastik baru yang dapat terurai di air laut, bertujuan mengurangi pencemaran lingkungan dan akumulasi plastik di lautan. Penemuan ini dilaporkan dalam jurnal akademik AS Science pada edisi Jumat.

Plastik Supramolekular: Ramah Lingkungan dengan Kekuatan Serupa Plastik Konvensional

Plastik inovatif ini, yang disebut “supramolecular” plastic, memiliki kekuatan tarik yang setara dan dapat diolah seperti plastik berbahan dasar minyak bumi. Penemuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Institut Riset Nasional Jepang Riken dan Universitas Tokyo.

Menurut Takuzo Aida, direktur kelompok di Pusat Ilmu Materi Emergen Riken, plastik ini terbuat dari monomer yang biasa digunakan dalam bahan tambahan makanan dan bahan organik. Proses pembuatannya melibatkan pencampuran bahan-bahan tersebut dalam air hingga membentuk dua lapisan. Salah satu lapisan kemudian didehidrasi untuk menghasilkan zat ramah lingkungan tersebut.

Terurai Cepat di Air Laut

Plastik ini dapat terurai dengan cepat saat terkena air laut karena larut menjadi monomer asalnya dan kemudian terurai lebih lanjut oleh bakteri di laut atau tanah.

Aplikasi dan Manfaat Masa Depan

Selain ramah lingkungan, plastik ini dapat didaur ulang, tidak mudah terbakar, dan diharapkan bisa digunakan dalam komponen mesin presisi serta perekat arsitektural. Potensi aplikasinya bisa semakin luas jika plastik ini dikembangkan menjadi tahan air.

Saat ini, plastik konvensional yang banyak digunakan untuk kemasan dan keperluan lainnya diyakini terus menumpuk di lautan dunia karena tidak terurai secara alami setelah dibuang. Penemuan ini menjadi langkah penting dalam mengatasi masalah pencemaran plastik global.

Sc : kyodo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Gunakan Sistem AI untuk Deteksi Dini Beruang di Permukiman

12 February 2026 - 15:10 WIB

Hanya Sekitar 20 Persen Pengguna Internet di Jepang Pernah Memakai AI, Kesenjangan Penggunaan Mulai Terlihat

12 February 2026 - 10:30 WIB

Sony Resmi Tinggalkan Pasar Blu-ray Recorder, Streaming Jadi Penentu Zaman

11 February 2026 - 11:10 WIB

SkyDrive Siap Masuk Persaingan Mobil Terbang Global, Targetkan Operasi Komersial pada 2028

9 February 2026 - 13:10 WIB

Pengiriman PlayStation 5 Tembus 92,1 Juta Unit

9 February 2026 - 12:30 WIB

Trending on Teknologi