Menu

Dark Mode
Jepang Siapkan Aturan Imigrasi Baru: Maskapai Wajib Tolak Penumpang Tanpa Izin Mulai 2028 Kebakaran Rumah di Timur Tokyo, Tiga Jenazah Ditemukan, Dua Anak Masih Hilang 20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara Manga Balas Dendam Smiling Nemesis Resmi Tamat Maret Ini, Tinggal Satu Chapter Lagi Drummer LUNA SEA, Shinya, Meninggal Dunia di Usia 56 Tahun Setelah Berjuang Melawan Kanker 23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang

News

Penipuan Romansa dan Investasi di Jepang Capai Rekor Tertinggi pada 2024

badge-check


					Penipuan Romansa dan Investasi di Jepang Capai Rekor Tertinggi pada 2024 Perbesar

Jumlah uang yang hilang akibat penipuan romansa dan investasi di media sosial di Jepang mencapai rekor tertinggi pada tahun 2024, dengan jumlah kasus lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data kepolisian yang dirilis pada Kamis.

Para penipu berhasil menggelapkan sekitar 126,8 triliun yen (sekitar Rp13,3 triliun), meningkat 81,3 triliun yen (sekitar Rp8,5 triliun) dari tahun 2023, menurut angka awal yang dirilis oleh Badan Kepolisian Nasional Jepang.

Kasus penipuan investasi melonjak menjadi 6.380, naik 4.109 kasus, sementara penipuan romansa meningkat menjadi 3.784, bertambah 2.209 kasus dibandingkan tahun sebelumnya.

Kasus penipuan khusus, termasuk kejahatan yang melibatkan penipu yang menyamar sebagai penyelidik polisi, mencatat rekor tertinggi dengan kerugian sebesar 72,2 triliun yen (sekitar Rp7,6 triliun), naik 59,4 persen.

Jumlah kasus penipuan khusus meningkat 10,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 20.987 kasus. Dalam sekitar 80 persen kejadian, para korban dihubungi melalui telepon, dengan sebagian besar panggilan berasal dari luar negeri.

Akun bank online digunakan dalam semua kasus penipuan yang terkait dengan media sosial serta sebagian besar kasus penipuan khusus, karena memungkinkan transfer dana dalam jumlah besar dibandingkan ATM. Transaksi online juga lebih sulit dideteksi.

Polisi memperingatkan masyarakat agar waspada terhadap orang-orang yang mendesak mereka untuk membuka atau menggunakan akun bank online. Selain itu, lembaga keuangan diminta untuk memperkenalkan sistem pemantauan guna mendeteksi transaksi yang mencurigakan.

Jumlah total kejahatan yang diselidiki pada tahun 2024, termasuk kasus penipuan, meningkat untuk tahun ketiga berturut-turut, mencapai 737.679 kasus.

Sc : KN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Jepang Siapkan Aturan Imigrasi Baru: Maskapai Wajib Tolak Penumpang Tanpa Izin Mulai 2028

24 February 2026 - 11:10 WIB

Kebakaran Rumah di Timur Tokyo, Tiga Jenazah Ditemukan, Dua Anak Masih Hilang

24 February 2026 - 10:10 WIB

20 Orang Terjebak di Lift Tokyo Skytree Lebih dari 5 Jam, Menara Ditutup Sementara

24 February 2026 - 06:24 WIB

23 Remaja Ditangkap Terkait Tawuran Besar Geng Motor di Tokyo, Libatkan 60 Orang

23 February 2026 - 14:10 WIB

Prefektur Mie Siapkan Denda hingga Rp50 Juta bagi Pelanggan yang Melecehkan Pegawai Toko dan Restoran

23 February 2026 - 11:10 WIB

Trending on News