Menu

Dark Mode
Komposer Game Jepang Shigeru Ikeda Meninggal Dunia di Usia 57 Tahun WN Jepang Ditahan di Teheran Sejak Januari, Pemerintah Jepang Desak Iran Segera Bebaskan Shinchan Ketemu Maruko! Dua Manga Legendaris Jepang Resmi Crossover Setelah Puluhan Tahun Pemerintah Daerah Ibaraki Siap Kasih Imbalan Tunai Bagi yang Melapor Pekerja Asing Ilegal Jepang Murka: China Masukkan 20 Perusahaan Pertahanan Jepang ke Daftar Larangan Ekspor Tokyo Skytree Dibuka Kembali Kamis Usai Insiden Lift Terjebak

TRAVEL

Perbedaan Risiko Traveling Musim Dingin di Tokyo vs Hokkaido

badge-check


					Perbedaan Risiko Traveling Musim Dingin di Tokyo vs Hokkaido Perbesar

Musim dingin di Jepang sering dianggap sama di mana-mana. Padahal, risiko traveling saat winter di Tokyo dan Hokkaido sangat berbeda. Banyak wisatawan—termasuk dari Indonesia—kurang siap karena mengira cukup membawa jaket tebal saja.

Artikel ini membahas perbedaan risiko yang nyata, bukan mitos, agar kamu bisa menentukan persiapan yang tepat sebelum berangkat.


1. Risiko Cuaca: Dingin Kering vs Dingin Ekstrem Bersalju

Tokyo

Risiko utama:

  • Kulit kering & bibir pecah

  • Dehidrasi ringan tanpa sadar

  • Salah pakaian karena “terlihat tidak terlalu dingin”


Hokkaido

  • Suhu winter: bisa -5°C hingga -10°C

  • Salju tebal dan rutin

  • Angin kencang (wind chill)

Risiko utama:

  • Frostbite ringan (jari, telinga)

  • Hipotermia jika pakaian basah

  • Aktivitas luar ruang cepat melelahkan


2. Risiko Transportasi: Lancar vs Berpotensi Tertunda

Tokyo

✔ Transportasi sangat stabil
✔ Penundaan jarang dan singkat
✔ Jalur kereta cepat pulih meski dingin

Risiko kecil, tapi:

  • Peron licin di pagi hari

  • Kepadatan penumpang saat jam sibuk


Hokkaido

⚠ Kereta dan bus bisa delay karena salju
⚠ Penerbangan domestik rawan tertunda
⚠ Jalanan tertutup salju tebal

Risiko nyata:

  • Itinerary kacau

  • Ketinggalan jadwal wisata

  • Harus siapkan buffer waktu


3. Risiko Kesehatan: Masuk Angin vs Cedera Fisik

Tokyo

Risiko umum:

  • Flu ringan

  • Tenggorokan kering

  • Masuk angin karena keluar-masuk indoor

Penyebab utama:

  • Jaket terlalu tebal → berkeringat → keluar ke udara dingin


Hokkaido

Risiko lebih serius:

  • Terpeleset di jalan bersalju

  • Nyeri otot karena berjalan di salju

  • Pusing akibat udara sangat dingin

Traveler perlu:

  • Sepatu anti-slip

  • Istirahat cukup

  • Lapisan pakaian yang benar


4. Risiko Aktivitas Wisata

Tokyo

✔ Banyak tempat indoor
✔ Mudah pindah lokasi
✔ Bisa menyesuaikan jadwal jika cuaca berubah

Risiko rendah untuk traveler pemula.


Hokkaido

⚠ Banyak aktivitas outdoor (salju, ski, festival salju)
⚠ Cuaca menentukan bisa-tidaknya aktivitas
⚠ Durasi di luar ruangan lebih lama

Kesalahan kecil bisa berdampak besar.


5. Risiko Biaya Tak Terduga

Tokyo

  • Biaya relatif stabil

  • Jarang perlu perlengkapan tambahan

  • Transportasi alternatif mudah


Hokkaido

Potensi biaya ekstra:

  • Sewa sepatu salju

  • Beli heat pack (kairo)

  • Ganti transportasi akibat delay

  • Upgrade penginapan saat cuaca ekstrem


Siapa yang Cocok ke Mana Saat Winter?

Tokyo cocok untuk:

✔ First timer ke Jepang
✔ Traveler santai
✔ Liburan keluarga
✔ Tidak ingin risiko tinggi

Hokkaido cocok untuk:

✔ Traveler berpengalaman
✔ Pencinta salju
✔ Fotografer winter
✔ Siap fisik & mental


Musim dingin di Jepang tidak bisa disamaratakan.

  • Tokyo → risiko rendah, lebih bersahabat

  • Hokkaido → risiko tinggi tapi pengalaman unik

Bukan soal mana lebih bagus, tapi mana yang sesuai dengan kesiapanmu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Cara Memilih Lokasi Hotel Jepang yang Benar-benar Strategis

19 February 2026 - 19:10 WIB

Berani Dateng? Jepang Buka “Zombie Ship” di Laut Lepas, Horor 2 Jam Tanpa Jalan Kabur

18 February 2026 - 16:10 WIB

Cara Menentukan Jumlah Baju Ideal untuk Trip Jepang

3 February 2026 - 11:30 WIB

Cara Menyesuaikan Pace Jalan Kaki di Jepang Biar Nggak Cepat Tumbang

2 February 2026 - 08:00 WIB

Strategi Atur Waktu Check-in & Check-out Hotel Jepang Biar Liburan Lebih Efisien

28 January 2026 - 17:10 WIB

Trending on TRAVEL